#intinyadeh TS naik kereta, mas2 di sebelah sepanjang perjalanan ajak ngobrol terus, bikin gak nyaman.
Tiba2 masnya bisa tau nama & umur. Trus chat WA, padahal gak pernah kasih nomor.
Ternyata dia kerja di grup KAI & dia punya akses ke data penumpang. Udh ditangani oleh KAI.
On the wedding day,
TAEYEON SEOHYUN will definitely gift her a song or two, SOOYOUNG YURI will be delivering long speech end up crying, YOONA SUNNY will beam at her TIFFANY with much loves, and HYOYEON definitely CRY EVEN BEFORE THE WEDDING STARTS 😭😭😭😭😭😭😭😭
Ini logikanya gimana?
Tidak ada yang dihukum atas hilangnya nyawa segitu banyak orang.
Tidak ada perbaikan sistematis.
Dan skrg malah pakai duit rakyat utk membangun gedung dari lembaga yg jelas2 lalai? 😱😱😱
Untuk informasi :
Susi Air tidak menjual tiket di wilayah Propinsi Aceh, Sumbar, dan Sumut selain untk Penerbangan Perintis . Selain perintis tidak ada penerbangan lainnya, kecuali charter.
Berikut data yg kami punya untk price list tiket perintis wilayah Aceh, Sumbar, dalam rupiah
Sumut Banda Aceh - Sinabang : 672.200
Sinabang - Banda Aceh : 584.440
Banda Aceh - Kutacane : 675.530
Kutacane - Banda Aceh : 582.770
Bansa Aceh - Tapaktuan : 637.790
Tapaktuan - Banda Aceh : 550.030
Banda Aceh - Gayo Lues : 566.750
Gayo Lues - Banda Aceh : 473.990
Banda Aceh - Sabang : 252.620
Sabang - Banda Aceh : 164.860
Medan - Singkil : 458.990
Singkil - Medan : 346.340
Medan - Gayo Lues : 444.560
Gayo Lues - Medan : 331.910
Medan - Takengon : 554.450
Takengon - Medan : 446.800
Medan - Mandailing Natal : 702.080
Mandailing Natal - Medan : 589.430
terimakasih🙏🙏
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••