this is why, gwe benci jawir yang derajatnya keangkat dikit karena proyek haram pemerintah.
as jawir observer dan half jawir. gwe merasa mereka itu kalo lu kasih sesuatu (bansos, duid, tahta) mau lu pedo, zionis, pembunuh, bakal dibela mati matian. have some standard lah.
Fuck you italian prick 😭😭☠️
Guys if you see this kind of rhetoric please dispel it, it's such a stupid but classic bourgeoise view that the workers n peasants and all masses do not constitute an independent political force, and he gives ALL credit to Soros. Actually so stupid
Presiden terdahulu klo market ancur, rupiah melemah, dan rakyat udah berisik bakal cepet ditangani problemnya.
2013 parah banget rupiahnya tapi pak SBY take action jg saat itu jadi bisa ternetralisir
2015 budget berantakan parah, trus Pak Jokowi take action jg dengan manggil balik bu SMI.
2018 berantakan karena tariff Trump dan BI berani pre-emptive rate hike dan pemerintah adjust anggaran juga
Baru kali ini market ancur hampir 40% dan rupiah melemah terus tapi gak ada respon serius. Masih nyalahin BI, masih glorifikasi MBG, masih anti kritik tentang plesir ke LN, dll.
Problemnya itu. Global economy gk lagi baik2 aja. Spekulasi pasar saham gila2an dan credit issue mulai muncul. Kalau gaya kerjanya masih kayak gini.
Gw gak paham lagi mau seberapa hancur rupiah dan IHSG ketika nanti kejadian.
gua mikir agak ngeri ya jadi ulama di indonesia, bayangin kekufuran dari pemerintah segitu banyaknya, terus pas di hisab ditanya "kenapa kamu gak melawan kekufuran?" bhap...
Meanwhile mak gw pas demo 17+8 sama ojol kelindes kmren
"Ngapai sih demo demo. Bikin macet aja nyusahin orang"
Ketika skrg carut marut banget "kok goblok banget mahasiswa pada gaada demo. Pasti disogok"
gua mikir agak ngeri ya jadi ulama di indonesia, bayangin kekufuran dari pemerintah segitu banyaknya, terus pas di hisab ditanya "kenapa kamu gak melawan kekufuran?" bhap...
Masa iya kementerian sekelas KemenPPPA baru paham detail kasus segede ini setelah disuapin data sama komunitas jurnalis warga? Ditambah lagi aparat yang beda suara antara atasan dan bawahan (Polsek vs Polda).
ini udah bukan lagi sekadar kasus eksploitasi biasa ini mah masuk ranah psikopat malahan.
Pelaku punya motif yang sakit dengan sadar menargetkan anak belasan tahun hanya untuk pamer dan menularkan penyakit menular seksual.
Anak-anak yang jadi korban udah dihancurkan secara psikis dan fisik ditambah masa depan kesehatannya juga sengaja dirusak sebagai bentuk kebanggaan si pelaku.
Sialan....
Dan kok bisa di level bawah tingkat Polsek, dengan gampangnya keluar statement "nggak terbukti" cuma modal sidak kilat. Ketidaksinkronan ini wajar lah bikin warga curiga.
Apakah ini murni karena birokrasi yang bobrok, atau emang ada bekingan kuat di balik kawasan-kawasan rawan kayak gitu?
APBN itu BUKAN RAHASIA Presiden dan circlenya ygy. Mulai dr perencanaan sampai pertanggungjawaban, itu terbuka informasinya. Ga ada rahasia-rahasia. Siapa elu main rahasia-rahasiaan?
Siapa bilang ga ada aturannya? Buset, jgn goblok-goblokin rakyat ya, klo you goblok aja blm.
Jawabannya satu: karena pertalite belum naik.
Pemerintah sekarang lagi berusaha keras menahan agar pertalite tidak naik. Tapi mereka gak bisa selamanya melakukan itu. Di titik tertentu amunisi akan habis, pertalite akan naik ke 16.000, di saat itulah baru amukan besar terjadi.
Contoh warisan kolonial yang mendarah daging di psikis bangsa adalah crab mentality yang beranggapan bahwa hardships that border on or even straight up abuse is necessary to shape one’s endurance, which in itself is coherent with the intrinsic violence of capitalism.