Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
lu semua nyadar gasih apa yg paling jahat dari rezim skrg? ngebuat masyarakat kecil bergantung sama 1 program brengsek yg ngebuat sebagian dari mereka mikir “kalo gue ambil, bertentangan dg hati nurani, kalo ga gue ambil gue makan apa di hidup yg serba susah ini”
guys sumpah kalau lagi stress, mumet, atau pikiran chaotic banget….
GO OUTSIDE! muter-muter komplek, jajan ke indomaret, jogging sore, atau cuma jalan kaki sambil denger musik.
beda banget rasanya dibanding diem di kamar doang~🕊️💯
Jujur, ketakutan terbesar gue itu hidup tapi gak bermakna isinya beneran cuma kerja, kerja, dan kerja.
Atau intinya gak bisa menikmati hidup seutuhnya. Gak punya experience lain di luar kerjaan.
This is not a good sign for the economy, nor for children’s health, btw.
Foto rak susu formula yg full anti-theft lock gini sbenernya "dystopian" kl dipikir2🥲
Ini bkn gadget, bkn whiskey premium.
Merely cuma susu bayi.
Kl produk kebutuhan dasar bayi dipasang pengaman berarti ada kombinasi:
>harga susu yang dirasa makin mahal,
>tekanan ekonomi rumah tangga, dan
>tingkat kriminalitas pencurian yg dianggap signifikan di sisi retailer
Punya bayi buat sebagian orang jadi terasa kayak expensive subscription service yang makin ga terjangkau.
Di sisi lain, dominasi susu formula sebesar ini juga nunjukin kalo:
>ga ada jaminan kesejahteraan buat ibu pasca melahirkan, sehingga ibu harus cepet2 balik kerja
>support breastfeeding jadi minim
>waktu keluarga makin sempit, dan
>industri formula makin agresif.
Akhirnya ASI yg gratis dan ideal scara kesehatan makin sulit dipertahankan scara sosial-ekonomi.
Menurutku, persepsi hari senin tergantung kerjaannya.
Buat orang yang emang suka sama kerjaannya, dia justru akan ga sabar nunggu senin.
Maka, semoga kita dipertemukan dengan kerjaan yang bikin kita happy sama hari kerja. Beda loh rasanya.
Aku setuju dengan statement ini:
"Bahwa hidup akan jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. Not everything is our attention, not everything deserve our energy. Ada banyak hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa harus selalu kita dengar, kita bahas, ataupun kita lihat".