gapernah ngerasa rugi waktu, tenaga, mental buat ngarungin dunia. tapi waktu, tenaga, mental selalu ga siap tiap takbir sampe tahiyat akhir. kalo lagi bengong sedih bos inget kelakuan masih kaya gini gini aja. padahal gatau besok masih di kasih kesempatan apa ga?
ya tuhan, saya nyatakan ketakutan hamba dengan segala kurangnya hamba di hadapan mu. renungan hamba seperti orang yang pantas, jika saja kelakuan mengikuti. sia sia pun tak akan terjadi seperti hari ini.
gapernah ngerasa rugi waktu, tenaga, mental buat ngarungin dunia. tapi waktu, tenaga, mental selalu ga siap tiap takbir sampe tahiyat akhir. kalo lagi bengong sedih bos inget kelakuan masih kaya gini gini aja. padahal gatau besok masih di kasih kesempatan apa ga?
maha pembolak balik itu sudah punya ketetapan nya, saya tunduk serta usaha. hari ini hanya minta maaf saja yang hamba bisa sembahkan, lain kali berita baik akan hamba umumkan disela rasa syukur setelah menyembah kepadamu di setiap waktunya.
Seorang dari kalangan ulama salaf pernah ditanya: โApa yang Allah lakukan terhadap seorang hamba ketika Dia mencintainya?โ Maka, ia pun menjawab:โจโAllah akan mengilhamkan kepadanya untuk beristighfar ketika ia melakukan kesalahan (kelalaian).โ
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa kasih sayang Allah terhadap para hamba-Nya tidak hanya berupa nikmat-nikmat secara lahir, melainkan kesadaran atau hidupnya hati.
Setiap kali seorang hamba tergelincir, ia langsung tersadar, menyesal, lalu terdorong untuk beristighfar; karena tidak semua orang yang berdosa diberi kesadaran seperti itu, dan justru ilham untuk kembali itulah bentuk penjagaan sejati dari Allah Swt terhadap para hamba-Nya.