Izin quotes yaa, dan memberi sedikit opini 😀
Membaca komentar seperti itu rasanya antara ingin senyum geli tapi juga sedikit miris.
Wajar sih, nggak semua orang paham bahwa dunia di balik pintu kamar pasutri itu punya bahasanya sendiri.
Ketika mendengar kata "cuckold" atau "3S", isi kepala sebagian orang mungkin langsung lari ke ranah prostitusi atau menganggap nilai seorang perempuan bisa ditakar dengan uang. Padahal, asumsi "istri murahan dan bisa dibeli" itu sangat keliru dan jauh sekali dari realita kehidupan alter yang sebenarnya.
Kenyataannya, dinamika seperti cuckold atau 3S di dalam sebuah pernikahan itu fondasinya justru hal yang paling mahal loh :
Kepercayaan dan Komunikasi.
Ini sama sekali bukan tentang istri yang "gampangan" atau suami yang tidak menghargai pasangannya.
Justru, ini adalah level kedewasaan tingkat tinggi di mana dua orang berani jujur soal fantasi terliar mereka tanpa takut dihakimi satu sama lain.
Sang istri menjadi pusat perhatian bukan karena dia "murah", tapi justru karena dia sangat diagungkan dan diinginkan dalam skenario nakal yang mereka ciptakan berdua. Tidak ada transaksi jual-beli kehormatan di sana; yang ada hanyalah eksplorasi hasrat dan kesenangan yang sepenuhnya dilakukan atas dasar persetujuan bersama (consensual).
Jadi, kalau ada yang bilang perempuan di dinamika ini "bisa dibeli", rasanya mereka salah alamat deh.
Perempuan-perempuan alter ini justru sangat selektif, menetapkan batasan yang tegas, dan seringkali memegang kendali penuh atas siapa yang boleh masuk ke dalam "arena bermain" mereka.
Murah atau mahalnya nilai seorang perempuan tidak ditentukan dari seberapa liar fantasinya di ranjang bersama suaminya. Kita berhak menikmati seksualitas kita sendiri selama itu aman, sadar, dan tidak merusak komitmen utama.
Jadi.. Biarin aja mereka sibuk berasumsi dan menonton dari luar pagar, sementara kita tersenyum elegan sambil menikmati pertunjukannya dari kursi VIP, right?