Ada jenis kesepian yang aneh.
Punya grup chat.
Punya teman nongkrong.
Punya pasangan.
Tapi tidak punya satu orang yang benar-benar tahu apa yang sedang terjadi di kepala kita.
Dulu ingin punya pekerjaan.
Setelah punya pekerjaan, ingin gaji lebih besar.
Setelah gaji naik, ingin posisi lebih baik.
Setelah posisi naik, tanggung jawab bertambah.
Kadang yang kita kejar bukan sukses.
Kita cuma sedang mengejar rasa โakhirnya gue cukupโ.
Ada kalanya seorang laki-laki tidak sedang mengejar kesuksesan.
Dia cuma sedang berusaha memastikan
bulan depan keluarganya masih bisa makan dengan tenang.
Gaji masuk.
Cicilan keluar.
Tagihan menyusul.
Kebutuhan keluarga jalan terus.
Lalu ada yang bertanya,
โKok sekarang jarang main?โ
Yaโฆ hidup memang sedang tidak murah.
Yang paling menakutkan dari kehilangan pekerjaan mungkin bukan kehilangan jabatan.
Tapi malam pertama ketika mulai menghitung tabungan cukup sampai kapan?
Lucu juga.
Kita bisa melihat laki-laki menangis karena kehilangan seseorang.
Tapi jarang melihat siapa yang menanyakan keadaannya setelah dia kehilangan pekerjaan, gagal memenuhi target, atau merasa dirinya tidak berguna.
Pernah lihat teman laki-laki yang tiba-tiba lebih sering ngajak ngopi, jalan, atau nongkrong?
Bisa jadi dia tidak sedang mencari hiburan.
Bisa jadi dia cuma tidak ingin sendirian.
Mungkin salah satu kesepian paling sunyi adalah
Punya banyak orang untuk diajak bercanda
Tapi tidak punya satu orang pun yang terasa aman untuk diajak jujur.
โGue gapapa.โ
Kadang itu bukan jawaban.
Cuma cara paling singkat seorang laki-laki untuk mengakhiri percakapan tentang sesuatu yang belum sanggup dia ceritakan.