Jgn pernah merasa selesai dgn pemahaman agama tanpa paham denyut nadi kemanusiaan. Jika demikian, seseorang hanya akan menjadi pemimpin korup* yg berdiri di mimbar masjid dan agama.
*) memanfaatkan posisi kuasa untuk menyalahgunakan kekuasaan
Sebelum bermimpi dengan Kalender Hijriah Global Tunggal, cobalah pikir, negara tempat tinggalmu saja ada tiga waktu: WIB, WITA, WIT.
Bukankah semua itu soal perputaran waktu? Kecuali menganggap bahwa bumi itu datar.
Berbeda tentu boleh, keras kepala yo ojo.
Moratti:
"Zaman telah berubah. Sekarang Juve mengeluh, berperan sebagai korban dari sesuatu yg baru. Saya merasa protes mereka berlebihan, seolah-olah mereka adalah korban buruk sepakbola Italia, padahal sejarah mereka tidak seperti itu. Itu mengingatkan saya pada kisah lama."
Jika anda sedang sholat fardlu ataupun sunnah kemudian mendengar orang yang minta tolong karena terbakar atau akan tenggelam maka engkau wajib membatalkan solatmu untuk menolongnya.
Bagaimana melakukan sholat wajib dikalahkan dengan kewajiban menolong orang yang dalam keadaan bahaya mengancam jiwa ? Ya memang demikianlah hukumnya. Saya yakin tuan-tuan sudah memahami.
Begitulah empati dalam hukum. Saudara-saudara kita yang ada di Sumatra sedang membutuhkan bantuan. Tidak cukup dalam sekala prinadi saja namun sekala negara. Dalam masalah bencana yang sudah sedemikian dahsyat tidaklah elok para pejabat ribut tentang status bencana, nasional atau bukan. Yang jelas bencana semenyedihkan tersebut adalah keadaan darurat. Sampai sholatpun wajib dibatalkan sebagaimana keadaan di atas. Apalagi hanya sekedar dana negara yang itupun dari hasil pajak mereka dan bencanapun disebabkan dari kesalahan kebijakan pejabatnya. Maka seberapapun dana yang dibutuhkan untuk saudara-saudara kita korban bah banjir lumpur dan kayu harus dan wajib dipenuhi dan diprioritaskan meskipun dengan mengurangi atau menghapus dana untuk program yang lain. Al-dlaruraatu tubikhu al-makhdlluraati.
Foto; https://t.co/P7OKVFGYuB
Jika sadar tak mungkin menyenangkan banyak orang, menjadi pemimpin mungkin bukan pilihan. Pilihlah jadi orang yang bermanfaat setiap saat dan setiap waktu.
Dalam berorganisasi, kesalahan yang didiamkan akan memunculkan dosa kolektif (dosa bersama). Beruntunglah jika masih ada pengurus yang berusaha memutus dosa kolektif tersebut lewat jalan mengingatkan, memberitahu, bahkan mengkritik dlm kebaikan.
Tanpa kekuatan iman, sekelas Imam Al-Ghazali mungkin hanya akan mengimani pemikirannya tanpa peduli adanya Tuhan. Cerdas dan sholeh, itulah definisi sosok Al-Ghazali dan ulama-ulama pada umumnya yg menjadi pewaris para Nabi.