@evcnescia@Muhamma37700558 Tuhan ga nyiptain hal yg sia²
whatever happen there adlh hasil ngawurnya manusia aja, artinya Tuhan mengijinkan itu kejadian sbg bukti freewill utk kita
sama kyk kejahatan, cacat, ketidaksempurnaan, dsb
dan itu jd parts of our trials juga
keos bgt anjir baru 1.5 tahun WKWKWK gila wo mundur ajalahh nama lu jg udah jelek baik di negara sendiri maupun di global😭😭 gabecus jir pantes dulu 4x kalah, ternyata dulu orang2 emg gapercaya sm lu karena ternyata keliatan ga mampunya
Turis jingkrak2
WNI nangis2
Mungkin ini yg dibilang menpar.. nanti ada banyak turis, datang, belanja, wisata..
WNA Malaysia dan Singapura plg banyak. Uang 1 Ringgit Malaysia setara Rp4.400 & 1 Singapore Dollar setara Rp14.000, batam mjd titik paling diserbu negara tetangga saat ini.
Pertanyaannya..
Belanja mereka produk UMKM ato branded?
Klo branded, apa iya bawa pengaruh ke ekonomi kerakyatan?
Wis mbohlah.. ruwet 😖
AMPUN BANG JAGO 🙏🏼 Suami istri menjadi korban peng4niayaan saat melintas di kawasan Terowongan Tembung, Rabu (3/6/2026).
Menurut informasi yang diterima, keduanya memilih berhenti karena takut melintas di tengah situasi tawuran yang sedang terjadi. Namun, keputusan tersebut justru memicu aksi brvtal. Keduanya diduga dianiay4 oleh sejumlah pria yang disebut-sebut merupakan preman setempat.
Mirisnya, sang istri diketahui sedang dalam kondisi hamil muda. Pengirim video juga menyebutkan bahwa salah satu pelaku diduga membawa senj4t4 4pi rakitan. 📍Terowongan Tembung, Rabu (3/6/2026)
Innalillahi ya Allah ya Tuhan 😭😭
Hancur hati ini lihat sisa2 badan anak2 Palestina dalam kantong plastik 💔😭 korban bom israhell 🤬
Genosida & pembunuhan terhadap anak adalah kejahatan kemanusiaan yang paling keji!! Stooppp!!!
Bayangin karena menpertahankan hutan adat harus diintimidasi & diselundupkan (baca: diculik)
Apa yang terjadi pada Mama Yasinta ini realitas sehari-hari di tanah Papua di bawah kontrol militerisme & korporasi
Tapi gak perlu kaget lah, kan presiden kalian aja bekas penculik
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
Seorang pemuda Muslim berusia 22 tahun bernama Aboubakar tewas dibunuh secara tragis di dalam sebuah masjid di La Grand-Combe, Prancis selatan, saat sedang salat💔 .
Pelaku mendekati Aboubakar di dalam masjid, berpura-pura ingin belajar cara melaksanakan salat. Tragisnya, ia memiliki niat jahat dan membunuh pemuda Muslim yang tidak bersalah itu saat sedang sujud.
@celleoreo Pembiayaan Pendidikan & 'mencerdaskan kehidupan bangsa' itu amanat Undang-Undang jd harus dibiayai sbg prioritas oleh negara
Bukan MAKANAN
Nggak. MBG sama Kopdes bukan yang bikin rupiah ambruk secara langsung. Tapi dua program ini turut bikin keuangan negara makin kepepet, dan itu berefek ke rupiah. Prosesnya gini: kalau pengeluaran negara jauh lebih gede dari pemasukannya, pemerintah harus ngutang lebih banyak lewat surat berharga. Investor asing yang pegang surat itu mulai ragu, karena makin gede defisitnya, makin mereka khawatir negara susah bayar utang. Makanya mereka jual, tukar ke dolar, cabut. Permintaan rupiah turun, dolar naik.
Mereka kan pantau terus berita kita, defisit APBN per April 2026 udah tembus Rp164,4 triliun, jauh lebih parah dibanding April tahun lalu yang cuma Rp4,3 triliun. Belum lagi dokumen APBN final 2026 tegas bahwa hampir sepertiga anggaran pendidikan, tepatnya Rp223,5 triliun dari total Rp769 triliun, digeser buat MBG.
Yang pasti bikin mereka tambah heran, tentang Kopdes. 80 ribu koperasi desa dikasih pinjaman dari bank BUMN buat modal usaha. Normalnya kan koperasi yang nyicil utang itu tiap bulan. Tapi di aturan terbaru, yang bayar cicilan pokok plus bunganya adalah negara, bukan koperasinya. Jadi koperasinya minjem, tapi yang nanggung utangnya APBN. Koperasinya rugi atau males pun, utangnya tetap kebayar. Beban itu nempel tiap bulan, dari 80 ribu koperasi sekaligus. Apa ga geleng-geleng kepala itu investor dan ekonom global.
Pemerintah udah gerak sih, hanya dinamikanya tetap belum meyakinkan (bahkan lucu). Purbaya udah bilang bakal motong anggaran MBG, ga sampe seminggu dibantah sama BGN. BI juga udah naikin suku bunga, rupiah tetap tembus 17.845. Tapi tetap gw apresiasi 2 upaya itu, khususnya MBG kalau bisa diturunkan lagi dananya, atau kalau tidak mau, fokus arahkan ke sekolah-sekolah di pelosok yang muridnya benar-benar membutuhkan.
Terus apa yang selanjutnya pemerintah harus lakukan?
Menurut keyakinan saya ada tiga hal.
Pertama soal defisit. Yang perlu dilakukan: tunda ekspansi Kopdes ke daerah yang belum siap, daripada maksa jalan tapi malah nambahin defisit baru. Yang lebih penting, buktiin ke pasar bahwa defisit nggak akan jebol 3% sampai akhir tahun. Investor nggak butuh janji, mereka butuh lihat konsistensinya.
Kedua soal cadangan devisa. Per April kata BI, cadangan devisa kita tinggal $146,2 miliar, turun dari $156,5 miliar di awal tahun. Artinya dalam 4 bulan BI udah habiskan $10 miliar buat jual dolar langsung di pasar supaya rupiah nggak makin nyungsep. Masih ada lumayan banyak sih, tapi kalau terus dikuras dengan laju segini, ruang geraknya makin sempit. Yang harusnya dilakukan bukan cuma jual dolar terus, tapi genjot dolar masuk: tarik investasi asing langsung. Dan ini butuh lebih dari sekadar Prabowo keliling dunia.
Kalau kita lihat, dalam 18 bulan Prabowo udah 49 kali keluar negeri, hampir setara 4 bulan penuh hari kerja, dan selalu pulang bawa "komitmen investasi" triliunan. Tapi investor terbesar Indonesia sampai sekarang tetap Singapura, Hong Kong, China, bukan negara-negara yang dikunjungi. Komitmen bukan realisasi. Yang bikin investor beneran masuk adalah kepastian hukum, kemudahan izin usaha, dan konsistensi kebijakan, bukan foto bareng pemimpin dunia.
Ketiga, dan ini yang paling kontroversial, tentang gimana caranya mendorong jumlah ekspor kita. Mulai 1 Juni 2026 eksportir CPO dan batu bara wajib simpen 100% devisa hasil ekspornya di bank BUMN selama 12 bulan. Ekspor komoditasnya juga mulai masuk masa transisi lewat BUMN baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Untuk saat ini eksportir masih boleh pakai mitra/sistem lama sih, tapi dokumentasinya sudah harus lewat DSI. Baru mulai 1 Januari 2027 nanti seluruh transaksi ekspor sepenuhnya diambil alih DSI, sebagai eksportir tunggal batu bara, sawit, dan ferro alloy.
Tujuannya mulia: supaya dolar dari ekspor nggak kabur ke luar dan kebocoran devisa lewat transfer pricing bisa ditekan. Tapi gw tetap khawatir melihat proses eksekusi dan kecepatannya. DSI dibentuk dalam 3 hari: akta notaris 18 Mei, SK Kemenkumham 19 Mei, diumumkan Presiden 20 Mei, tanpa satu pun rapat publik, tanpa DPR, tanpa asosiasi pengusaha. Lalu sekarang satu entitas ini pegang seluruh hak jual komoditas strategis Indonesia ke luar negeri, tanpa audit independen, tanpa mekanisme pengawasan yang jelas. Ironisnya, ini persis modus transfer pricing yang mau diberantas, tapi sekarang yang melakukannya adalah negara sendiri. Kalau badan ini tidak transparan, kita tidak nutup pintu korupsi, kita cuma mindahin lokasinya ke satu titik yang lebih susah diawasi.
Jadi balik ke pertanyaan awal tadi: emang kalau MBG dan Kopdes dihentikan rupiah bisa menguat? Jawaban singkatnya nggak, karena memang tidak sesimpel itu. Dan gw berharap pemerintah bisa notice tiga saran gw diatas. Karena selama defisit terus bengkak, cadangan devisa terus dikuras, dan kebijakan besar kayak DSI dibentuk dalam 3 hari tanpa kajian publik, pasar akan terus ragu. Yang akhirnya menghasilkan rupiah yang lemah, cerminan dari pemerintah yang juga kelihatan ragu-ragu...