@Genahayurng ㅤ
“Ya udah gue pesenin dulu. Lagian dalam rangka apasih nraktir segala?”
Pesanan demi pesanan ia sebutkan kepada kasir yang melayaninya di depan sana, kali ini ia menyerahkan sesi bayar membayar pada sang puan yang sudah dianggapnya sebagai Kakak sendiri.
ㅤ
@Genahayurng ㅤ
Tungkainya melangkah mengikuti Genahayu dari belakang, netranya tak lepas memandangi setiap dekorasi tempat tersebut.
“Kebetulan belum pernah sih, gue biasanya ngopi ke tempat itu itu aja,”
Harus semerbak menyapa ketika pintu dibuka, “Gue gak deh Mbak, lagi diet,”
ㅤ
@Genahayurng ㅤ
Mendengarnya membuat sang teruna terkikik geli, “Dia becus kok, Mbak. Kalau becusn’t ntar gue tinggal aja,”
Tak berselang lama, kedai kopi yang dituju sudah di depan mata. “Itu kan?” Kembali ia memastikan sebelum memarkirkan kuda besinya.
ㅤ
@Genahayurng ㅤ
Alisnya bertaut tatkala melihat sang wanita tertawa terbahak, kuasanya memberikan satu helm lain yang dibawanya. “Belum pernah naik ini kan? Makannya gue ajakin nih,” sahutnya.
Kembali melaju di atas kuda besinya, Patra meminta Genahayu menunjukkan arah.
ㅤ
@PATRAlSH Genahayu sedikit melongo melihat motor Patra yang berbeda dengan hasil pap nya, lalu ia tertawa lepas sembari menghampiri Patra dan memegangi perutnya.
"Pat! Yang bener aja!" (😭😭😭😭)
Genahayu memakai helm yang ia bawa, lalu naik ke motor tanpa disuruh.
"Gow, Patra!"
ㅤ
Tak butuh waktu lama hingga tiba di kediaman sang wanita yang umurnya terpaut jauh darinya itu, “Mbak, ayo Mbak. Gojeknya dateng ini,” serunya pada @Genahayurng yang sudah menunggunya di depan sana.
ㅤ
@Genahayurng ㅤ
Pesan balasan sudah dibacanya, sang teruna segera mengenakan helm 𝘧𝘶𝘭𝘭𝘧𝘢𝘤𝘦 kesayangannya, kemudian memacu kuda besinya membelah keramaian kota jakarta yang masih sibuk.
ㅤ