Semakin ke sini, saya makin yakin KDM memang lebih pantas disebut gubernur konten daripada gubernur yang benar-benar fokus membangun organisasi birokrasi.
Ia menyindir ASN karena katanya yang dipikirkan cuma tukin, bukan cita-cita bangsa.
Padahal argumennya punya banyak sekali celah .
Pertama, argumen KDM cenderung membangun false dichotomy, seolah ASN harus memilih antara memikirkan tukin atau memikirkan bangsa. Padahal keduanya bisa berjalan bersamaan. Seorang ASN dapat memiliki idealisme sekaligus memperjuangkan kompensasi yang adil. Menginginkan kesejahteraan bukan berarti kehilangan nasionalisme.
Kedua, KDM tampak mencampuradukkan peran (role confusion). Dalam organisasi, pembentukan visi besar, arah pembangunan, dan tujuan negara adalah tanggung jawab pemimpin politik dan pejabat struktural. ASN pada dasarnya adalah pelaksana kebijakan (bureaucracy as executor), bukan aktor politik yang merumuskan cita-cita bangsa setiap hari. Wajar jika percakapan sehari-hari pegawai lebih banyak berkaitan dengan target kerja, SOP, beban administrasi, atau kesejahteraan seperti tukin.
Ketiga, argumen KDM mengabaikan insentif ekonomi. Dalam teori ekonomi kelembagaan, perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem insentif. Jika pemerintah sendiri menjadikan tukin sebagai instrumen utama untuk mendorong kinerja, maka tidak mengherankan apabila ASN memperhatikan tukin. Sulit menyalahkan individu karena merespons insentif yang dirancang oleh organisasi.
Jika birokrasi kehilangan idealisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mendesain sistem birokrasi, indikator kinerja, mekanisme promosi, dan budaya organisasi? Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pemerintahan. Mengkritik ASN tanpa mengevaluasi desain sistem berisiko hanya menyalahkan gejala, bukan akar masalah sesungguhnya.
YOU FUCKING MORON.
Passports are for U.S. citizens traveling abroad.
They are not for people who are 'welcomed'. They are for people already here.
Just melt into sludge already.
Rakyat biasa:
- IPK harus bagus, rajin magang, aktif organisasi, apply loker ratusan kali, ikut jobfair sana-sini, etc etc. Belum tentu keterima.
Kaum tertentu:
- bikin relawan 500-1000 orang, bayar 100k/orang buat aksi menyatakan dukungan. Auto jadi komisaris di BUMN random.
Lulusan ITB, Teknik Industri, sudah lamar lebih dari 15 posisi.
Belum dapat kerja.
Ibunya ikut antre job fair buat "kuatkan mental."
Lulusan SMK TKJ, 19 tahun, disuruh kerja dulu sebelum kuliah biar mandiri.
Ibunya ikut antre juga.
Di Tangerang kemarin, lebih dari 2.000 orang berebut 15.000 lowongan dari 56 perusahaan.
Satu hari.
Negara yang sama sedang sesumbar target pertumbuhan ekonomi 8%.
Pertanyaannya sederhana: kalau ekonominya tumbuh 8%, tumbuh di mana , dan untuk siapa?
Karena yang tumbuh hari ini cuma antrean.
Dan yang ikut antre bukan cuma anaknya. Tapi juga emaknya.
Siapa pejabat inisial FP yang aniaya caddy golf sampai kepalanya robek & wajah lebam di Tangerang ini?
HARUS DIPECAT & DIPENJARA INI SI PELAKU KEKERASAN KEJI TERHADAP PEREMPUAN!! π€¬π€¬
Dapat kabar dari teman-teman nakes, seorang dokter di TTU, NTT meninggal dunia sore ini setelah diintimidasi anggota DPRD. Sebelumnya dokter ini menangani pasien anak yg mengalami gigitan ular.
Teman2 jurnalis di NTT, tolong dipantau kasus ini...
TNI aniaya pemotor lain depan anak korban, setelah tiba-tiba melawan jalur, tidak sengaja tersenggol. Pukulan Pertama tepat Di Kepala Belakang dan pukulan Yang ke 2 tepat terkena daerah mata korban, dan mengakibatkan Luka Robek Di Pelipis. di frontage TEBEL Sidoarjo. 25/6/2026.
Ini kasusnya kekerasan seksual lohhh???
Kok sama sekali tidak disebut "seksual"-nya???
2) Sanksinya cuma sanksi administratif, surat peringatan
3) Ya terus? Itu kriminal loh? Berhentiin, lapor ke yang berwajib?
5) Hasil pemeriksaannya apa? Mana transparansi?
6) Orangnya masih kalian kasih selamat bulan lalu di Instagram resmi kalian nerima hibah riset. Tidak ada toleransi apanya?