Tanpa mengurangi rasa hormat, perkataan Pak Jusuf Kalla di forum Akademis sama sekali tidak mewakili wajah/ajaran Kekristenan yang sesungguhnya.
1 Yohanes 3:15
“Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.”
Lukas 6:27
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (28) mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
Sekali lagi Perkataan Pak Jusuf Kalla sama sekali tidak mewakilkan ajaran Yesus yang sebenarnya.
Syahid/Martir dalam Kekristenan tidak pernah dimaknai dengan melawan musuh dengan pedang.
Petrus yang mencoba membela Yesus di taman Gethsemane dengan menghunuskan pedang, ditegurNya.
Martir/Syahid dalam Kekristenan adalah saksi iman. Yang berani menyatakan iman, tanpa pedang, terhadap musuh yang menghunuskan pedang.
Tidak ada istilah dalam Kekristenan menerima mahkota kemartiran karena membunuh musuh.
Sebab Yesus sendiri berkata “Barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang" - Mat 26:52
The Latin Patriarchate of Jerusalem and the Custos of the Holy Land report they were blocked from entering the Church of the Holy Sepulchre in Jerusalem by Israeli police on Palm Sunday, calling it "a manifestly unreasonable and grossly disproportionate measure."
https://t.co/wmO3yhQqFR
بيان مشترك من البطريركية اللاتينية في القدس وحراسة الأراضي المقدسة.
Joint Press Release: The Latin Patriarchate of Jerusalem and the Custody of the Holy Land.
https://t.co/ujB3t50j67
Israeli police prevented the Latin Patriarch of Jerusalem, Cardinal Pierbattista Pizzaballa, Head of the Catholic Church in the Holy Land, from entering the Church of the Holy Sepulchre to celebrate Palm Sunday Mass.
This is the first time in centuries that the heads of the Church were barred from celebrating Palm Sunday Mass at the Church of the Holy Sepulchre.
Follow: @AFpost
Ahok’s comments could mobilize 3 million indonesians to take the streets and paralyze the capital but prabowo is sending troops to gaza right now at the behest of israel and medan merdeka remains quiet as a graveyard. Wonder why
Saya Patrick Samuel Evans Simanjuntak. Yang saya bawa ke ruang publik bukan narasi, melainkan data. Selebihnya, biarlah IKM UI menilai sendiri, siapa yang bekerja untuk kebenaran, dan siapa yang sibuk berpura-pura menjadi benar.
Thread ini berisi kronologi keterlibatan saya dalam Pemira UI 2025, disusun secara runtut berdasarkan fakta, data teknis, dan kejadian yang saya alami langsung. Saya menuliskannya agar publik IKM UI memiliki konteks utuh, bukan potongan narasi sepihak.
Berikut kronologinya.
[7. Grand Closing 3]
Pada keesokan harinya, saya bersama Zuhdy Ayyasy dan Bang Pandu melakukan perhitungan ulang berbasis Audit Log, menggunakan definisi suara sah yang mutlak secara teknis: Login SSO, Verifikasi KTM (OCR), dan menekan tombol Submit Vote.
Proses ini terbuka dan dapat diaudit. Namun, Tim Sabiq memilih untuk tidak hadir, meskipun sebelumnya telah menyepakati pengawalan bersama.
Hasil perhitungan tersebut jelas:
Paslon 01 (Sabiq): 440 suara
Paslon 03 (Athofath): 1.699 suara