Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!
BRUNO FERNANDES CAREER
• 0 leagues
• 0 UCLs
• 1 FA Cup
• 2 bottled Europa finals
• Never seen a UCL QF
• 2 UNL (given to him by Mendes and Cristiano)
• United were better before him (69 points per season vs 63 with him)
• 🇵🇹 won last tournament pre Bruno
32 years old
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Logika sederhana, kalau pakai APBN ya kenapa nama2nya masuk di surat dinas? 🙈 Btw, waktu kunkernya bisa bersamaan yaa dgn final Piala Dunia tgl 19 Juli di MetLife Stadion Newyork? Btw pak, ada salam dari rakyat Aceh yg patungan 1M buat bangun jembatan. Ini harusnya tugas bapak dan jajaran loh...
Perampokan terhadap Mesir bahkan lebih buruk daripada perampokan terhadap Tanjung Verde..
Situasinya mencapai titik di mana para pemain dan pelatih secara terbuka mengecam Messi dan Argentina atas korupsi yang terang-terangan..
The robbery against Egypt was even worse than the one against Cape Verde.
It reached the point where the players and coach openly called out Messi and Argentina for the blatant corruption.
🗣️ Pepe:
“Ronaldo is an absolute legend. He gave everything today, but the Portuguese midfield was disappointing. He made so many intelligent runs, yet no one was able to deliver a simple cross or pass to him. On several occasions he was completely free, but the midfield lacked urgency and composure.
He has achieved so much for this country. We started winning major trophies because of him, and the entire Portugal squad owes him an apology for not helping him win the World Cup he deserved. It’s a disgrace that players who are considered among the best at their respective clubs couldn’t come together and deliver the World Cup for Ronaldo.
During our time, we played with hunger and fought for every ball. We didn’t have as many star players, but we played as a team and won trophies. They all owe Ronaldo an apology.”
🚨Zlatan Ibrahimović on Spain eliminating Portugal from the FIFA World Cup:
🗣️ “Portugal should be ashamed of that performance. Not because they lost to Spain, but because they never played like a team that wanted to win. They had Cristiano Ronaldo on the pitch, one of the greatest goalscorers football has ever seen, yet they spent most of the game passing sideways, backwards and taking the easy option. If you are going to start Ronaldo, then have the courage to play for him. Instead, they looked selfish, predictable and completely out of ideas.
Bruno Fernandes is one of the most talented creators in football, but talent means nothing if you don’t use it correctly. Too many times he looked for another pass instead of putting the ball where it hurts defenders. Ronaldo was making runs, asking for crosses, waiting inside the box, and the service never came. What is the point of having the best finisher if you refuse to feed him? That is not football intelligence.
Spain deserve enormous credit because they kept believing until the very end. They moved the ball with patience, controlled the rhythm and waited for Portugal to make one mistake. Mikel Merino punished them when the moment arrived. That is the difference between a team with a clear identity and a team full of individuals trying to solve everything on their own.
Portugal did not lose because Cristiano Ronaldo was on the pitch. They lost because they never adapted to the players they had. They lacked imagination, they lacked bravery and, above all, they lacked unity. Football rewards teams that think together. Tonight Spain thought together. Portugal thought separately. That’s why one nation is celebrating, and the other is going home.”
Video aksi “Boti Hunter” beredar di media sosial. Aksi tersebut dilakukan sejumlah kelompok orang yang membranding kelompoknya anti LGBT dengan konvoi sepeda berkeliling kota dan membawa tulisan-tulisan anti boti di bendera.
Mereka menyiratkan bahwa aksi seperti ini menjadi bagian perlawanan dari masyarakat khususnya generasi muda untuk memerangi penyimpangan seksual.
pengakuan sonny BGN soal korupsi MBG:
- 26 nama disebut Sony di pemeriksaan pertama minta jatah SPPG
- Di pemeriksaan kedua jaksa buka langsung HP Sony satu per satu
- ada orang minta ubah yayasan dapur SPPG sudah 3 kali diubah
- kalian tau lah ya siapa itu
- ada satu orang ajukan 290 titik SPPG sekaligus ternyata seorang Bupati
- Dari situ nama berkembang dari 26 menjadi 41 nama
- Mayoritas yang minta jatah: pejabat negara, anggota DPR, dan bupati
- Sony bantah terima uang mengaku hanya ingin percepat program
- Sony sebut 3 nama lagi yang banyak minta tapi belum diperiksa "enak-enakan santai padahal banyak minta"
- ada 3 orang yang punya 400 SPPG/orang
Sapi Madura yang punya 36% DNA banteng liar hasil silangan abad ke-7. Sebuah kebanggaan atas suksesnya manusia menguasai alam demi pangan.
Tapi hukum domestikasi itu patah di Sulawesi. Ada sepupu sapi yg ribuan tahun menolak tunduk pada manusia: Anoa.
Utas..
Aksi siswi sekolah ini bikin nyesek, dia gak malu utk membantu ayahnya yang tukang cat menyelesaikan pekerjaannya 😔
Membantu pekerjaan orang tua tak ubahnya membantu ekonomi keluarga disaat pemerintah tak bisa sejahterakan rakyatnya.
Semua harus dibuka.
Kita berterima kasih kepada pembuat film “pesta babi” karena dari film itulah kita tahun siapa saja oligarki yang mendapatkan tanah di Papua.
Yang penting dibuka juga adalah pejabat dan mantan pejabat yg memberikan tanah tersebut ke mereka.
Ironi sumber air warga yang tercemar akibat eksploitasi nikel, melibatkan salah satu orang terkaya di Indonesia, militer, hingga kekuasaan. Separah apa kondisinya? Saksikan sj videonya.
Source: idbaruid & greenpeaceid
--
Veda Bapak Habibie Alya Xabi
The Economist dollar Gen 11
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget?
Bukan soal rupiah.
Bukan soal korupsi triliunan.
Bukan soal pejabat mewah.
Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak
yang viral beberapa waktu yang lalu
ada cerita dari keluarga
beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu
banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya.
Pesannya begini:
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi."
Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi.
Siswi SMA.
Diancam somasi.
Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat.
Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini:
Josepha stres berat.
Hari-hari tidur terus.
Pendiam.
Berubah drastis.
Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh..."
Baca itu sekali lagi.
Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf.
Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah.
Bahwa dia yang bikin masalah.
Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf.
Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu?
Status WhatsApp-nya bocor ke publik.
Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!"
Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp.
Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah.
Ini bukan soal menang kalah lomba:
Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara.
Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah.
Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten.
Itu bukan bikin gaduh.
Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia.
Tapi di sini itu direspons dengan ancaman.
Dengan intimidasi.
Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam.
Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang:
Siapa yang mengirim pesan ancaman itu?
Dari nomor asing.
Mengatasnamakan siapa?
Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi?
Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman?
Kenapa video harus dihapus?
Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka?
Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton.
Yang takut kebenaran terus beredar.
Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi.
Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Tekanan untuk diam.
Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf.
Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli.
Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita https://t.co/NzjIn3zG4K 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.