Ingat kata Raditya Dika:
Orang lain memang punya hak untuk berpendapat tentang hidup kita, mengkritik, menilai, bahkan salah paham.
Tapi kita juga punya hak untuk memilih mana yang perlu didengar dan mana yang cukup dilewatkan.
Tidak semua omongan orang harus masuk ke hati. Tidak semua penilaian mereka harus menentukan bagaimana kita menjalani hidup.
Kadang, menjaga kewarasan itu sesederhana belajar untuk tidak terlalu peduli pada hal-hal yang memang tidak perlu dipedulikan.
Introverts can smell a lie from a mile away. Trust me, they never miss. It’s almost psychic. They won’t call you out. They won’t confront you. They won’t make a scene. But they know. They notice the tiny things you think no one sees. The shift in your tone. The flicker in your eyes. The hesitation in your breath. Even that nervous scratch you swear was nothing. They read your energy before you even speak. Believe me, you can’t get away. So save your breath. And save your explanations. And just be real. Because once they sense the "acting"… you’ve already lost them.
Don’t force life. Flow with it. Move at your own pace in a world addicted to speed. Don’t chase every trend. Don’t follow other's path. You don’t have to want what everyone else wants. Create your own rhythm. Quiet mornings. Slow coffee. Simple meals. Meditation. Long walks with your own thoughts. Books that take weeks to finish. Music that calms you. A small circle of people who feel like home. Live a private life nobody needs to understand. Some people will call it boring. Let them. Depth over noise. Always.
USIA 25–30 TAHUN ADALAH
FASE HIDUP YANG PALING
MEMBINGUNGKAN
• Teman-teman mulai menikah
• Ada yang sudah punya rumah
• Ada yang masih bingung harus mulai dari
mana
• Ada yang terlihat sudah "settle" dan hidupnya
rapi
• Orang tua makin menua setiap tahun
• Tanggung jawab bertambah pelan-pelan
• Membandingkan diri sendiri jadi hal yang sulit
dihentikan
• Malam hari penuh pikiran yang belum selesai
• Mimpi mulai terasa terlalu mahal
• Waktu terasa berjalan makin cepat
• Di luar lu masih senyum, di dalam lu berjuang
sendiri
• Lu mulai mempertanyakan nilai diri sendiri
saat malam hari
Bapak gue kerja 20 tahun di perusahaan yang sama
Gak pernah telat. Gak pernah absen. Pulang selalu bawa oleh-oleh kecil, kadang roti, kadang permen, kadang cuma koran
Tapi yang paling gue inget: dia gak pernah pulang dengan tangan kosong
Sampai Minggu lalu, gue nemu sesuatu di laci mejanya.
Gue gak bisa tidur malam itu
mulai sekarang dibikin simple aja.
kita tuh gak sepenting itu dihidup orang lain, jadi chill aja.
enggak semua hal harus dipikirin, enggak semua omongan harus dimasukin ke dalam hati.
kadang kita cuma perlu jalanin aja, tanpa harus nyari validasi dari siapapun.
fokus ke diri sendiri, ke hal-hal yang bikin tenang, dan ke orang-orang yang tulus aja, sisanya? biarin lewat.
hidup enggak harus ribet, kita aja yang sering kebanyakan mikir.
Kalau Gajimu 3 Juta dan
masih Membantu orang tua
Orang Tua (20%)
Rp600.000
• Kebutuhan rumah
• Belanja harian
• Membantu keluarga
Kebutuhan (50%)
Rp1.500.000
• Makan
• Transportasi
• Pulsa / Internet
• Keperluan harian
Keinginan (10%)
Rp300.000
• Nongkrong
• Jajan
• Hiburan
Tabungan (10%)
Rp300.000
• Dana darurat
• Tabungan masa depan
Pengembangan Diri (10%)
Rp300.000
• Buku
• Belajar skill baru
• Kursus
• Investasi ilmu
Membantu orang tua
bukan beban. Itu kebanggaan.
Pembagian 20-50-10-10-10 ini rapi banget. "Membantu orang tua bukan beban. Itu kebanggaan" 🥺
jatuh cinta banget sama quotes ini:
“sumber kelimpahan rezeki yang
kamu terima, bisa jadi berasal dari cara kamu ikhlas menerima. dipandang buruk, dituduh dan dipojokan oleh orang lain, dibuat sakit hati, tapi kamu tidak membalas. jadi, perbesar wadah penerimaan kamu ya. kadang, semesta emang selalu punya reward yang indah.”
Cara ngejar ketertinggalan di usia 20-30an:
"Bukan lari lebih kencang, tapi nyambung sama diri sendiri"
Orang-orang yg ngerasa "tertinggal" biasanya fokus ngeliat kiri-kanan.
Padahal masalahnya bukan lo lambat. Tapi lo gak pernah berkoneksi sama diri lo sendiri
Kenapa koneksi ke diri sendiri itu kunci:
Percaya gak? Kalo mau jadi lebih beruntung dalam finansial, karir, jodoh itu kamu harus membuang identitas lamamu. Aku dulu selalu kejebak di pekerjaan yg sama bertahun-tahun, ketemu tipe cowo yg sama, temenan sama pembuli dan itu terjadi berulang kali. Dan setelah banyak merenung, aku sadar kalo ternyata yg salah itu aku sendiri. Aku merasa gak layak untuk diperlakukan dgn baik.
Caraku membuang identitas lama dan menciptakan identitas baru :
1. Berhenti mengutuk diri sendiri. Ucapan adalah doa
Coba praktekin 'Silent Blessing' waktu kamu liat orang asing di jalan.
Cukup ngebatin dalam hati : “Semoga dia bahagia dan urusannya lancar.”
Lakukan ke :
- Pedagang kaki lima
- Driver ojol
- Orang random di Mall, dll
Perhatiin gimana suasana hatimu berubah jadi lebih ringan dan tenang. Doain orang lain secara diam-diam adalah booster energi tercepat.
Kamu memberi, tapi sebenarnya kamu yang menerima kebaikannya.
AKHIRNYA ADA EX BARISTA YANG SPEAK UP 😭🫵🏻
Pantes kopi susu rumahan ga pernah seenak coffee shop. Ternyata ada 1 rahasia yang kelewat… Pas coba nerapin, eh beneran works ENAKKK😭🙏
somewhere in your 20s or 30s you’ll get the opportunity to rebuild your life after a negative loop. its very important that you see that journey through
guys sumpah gue sedih bgt..
pls jangan bandingin diri kalian sama orang lain ya guys☹️🤍 guys semua orang punya garis start yang beda-beda, of course akan berbeda pula proses dan hasilnya. kalau dibandingin itu gak adil buat diri sendiri guys. aku tau setiap perjalanan emang--
Ada satu pesan indah dari Surah Maryam yang sering luput disadari:
"Ada tangis yang tidak difahami manusia. Namun sebelum air matamu jatuh, Allah sudah lebih dulu mendengarnya."
WA dari temen kantor lama. Malem. Jam 11.
"Bro, istri gue masuk IGD."
"HAH? KENAPA?"
"Pingsan di kamar mandi. Jam 9 malem."
"Gue pikir stroke. Atau jantung. Atau apa."
"Dokter bilang: kelelahan kronis. Kurang tidur akumulatif. Dehidrasi."
"Gue bingung. Kok bisa? Dia kan di rumah aja."
Dan kalimat terakhir itu, "di rumah aja" , keluar dari temenku yang istrinya BARU PINGSAN.
Bahkan di depan IGD pun, dia masih bilang "di rumah aja."
After a certain age, your parents slowly become your children. They ask simple questions, repeat stories, and depend on your patience the way you once depended on theirs. Very few understand this role reversal. What looks like innocence or inconvenience is really time coming full circle. Don't correct them harshly. Don't rush them. Care for them the way they once protected you. This is not a burden. It is repayment.