gw selalu berterimakasih kepada siapapun yang selalu muji gw. terimakasih selalu kasih apresiasi disegala aspek baik gambar, hidup gw, how i looks, bahkan hal kecil yg ga nyangka ternyata itu hal yg bisa di apresiasikan. maaf kalo gw repliesnya kadang terlihat kaya kurang exited
aku dulu sering merasa harus menjelaskan segalanya, bagaimana aku ingin dimengerti, bagaimana aku ingin diperlakukan, tapi akhirnya aku sadar, ga semua orang peduli untuk benar-benar memahami, jadi sekarang aku memilin tenang, tidak lagi menulis kata kata panjang hanya untuk membuktikan perasaan, aku cukup menyimpan semuanya dalam diam, sebab pada akhirnya, yang paling tau cara melindungi hatiku hanya diriku sendiri.
udah di fase, kalo ngga disukain orang gapapa, diomongin yaudah gapapa, dinilai buruk udalah biarin aja. karena emang kita tuh cuma orang biasa, kita ga harus menuhin ekspektasi mereka. jadi terserah mau gimana, atur aja, cuma pengen tenang, ngga mau buang-buang energi, hidup udah capek jangan ditambah capek. fokus ke diri sendiri, banyakin aktivitas, banyak lakuin hal positif, dan jadi manusia baik.
people change easily. jadi, jangan pernah menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain, apalagi jika yang kamu pegang hanya janji dan kata-kata yang belum tentu bisa ditepati. dan jangan lupa untuk selalu menyediakan ruang bagi rasa kecewa, kepada siapa pun. karena sekali lagi, people change easily.
cara paling cepat buat detachment, atau lepas dari seseorang yang sebenarnya lo pengen banget ada di hidup lo, adalah dengan ngebiarin dia ngelakuin apa pun yang dia mau. dari situ, lo bakal lihat sebenarnya apa yang dia pilih. kalau dia milih buat kehilangan lo, ya biarin. kalau dia memilih orang lain, ya biarin juga.
“oh, ternyata dia emang nggak milih gue.”
tapi itu jauh lebih baik daripada lo terus-terusan ngabisin energi dan perasaan untuk orang yang memang nggak memilih lo. sometimes, closure doesn’t come from explanations. it comes from their actions.
aku pribadi kalo sampe unfollow, block dan stop komunikasi sama seseorang itu karena aku kecewa sampe hilang respect. aku beneran ga mau tau tentang orang itu lagi, dan orang itu ga boleh tau tentang aku dan aku juga ga mau di lihat sama orang itu lagi, apapun bentuknya. bahkan sebisa mungkin aku menghindari tempat yang ada dianya, aku benar-benar ga bisa baik-baik sama orang yang udah buat aku sakit hati, aku ga bisa bohongin diri sendiri kalo emang aku beneran ga nyaman. ngecut off orang demi menjaga kesehatan mental itu penting.
temen-temen queer, karena lagi rame soal perpres yang masukin LGBTQ+ sebagai "ancaman negara", gua gak sengaja nemu insight menarik dari anak hukum yang menurut gue penting bgt buat kalian tau
intinya, perpres ini tidak bisa mengkriminalisasi/bikin kita dipenjara ya
sesuai pasal 15 ayat (1) UU no. 12 tahun 2011, ketentuan yang memuat sanksi pidana cuma boleh diatur dalam UU, perda provinsi, dan perda kabupaten/kota which perpres is not one of them
isi perpresnya emang mengkhawatirkan dan patut dikritik but keberadaannya sendiri bukan berarti LGBTQ+ otomatis menjadi tindak pidana ya
jangan sampai panik karena salah informasi ya, love you guys🫶🏻