1998: Andi Arief diculik aparat Orde Baru karena aktivisme pro-demokrasi.
2018: Sebut Prabowo "Jenderal Kardus" , dituduh lebih pilih uang daripada perjuangan.
2019: Ditangkap polisi karena narkoba di hotel. Direhabilitasi BNN.
2022–2023: Dipanggil KPK berkali2 , diduga terima aliran dana korupsi Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud yang mengalir ke Musda Partai Demokrat Kaltim.
Juli 2024: Jadi Komisaris PT PLN , hadiah setelah jadi tim pemenangan Prabowo-Gibran.
Orang yang dulu diculik karena lawan kekuasaan , sekarang dapat kursi BUMN dari kekuasaan yang sama.
Yang paling ironis?
Dia dapat komisaris PLN bareng mantan terpidana korupsi BI Burhanuddin Abdullah , sama2 TKN Prabowo-Gibran.
Ini bukan karir.
Ini curriculum vitae negeri korup.