A 10 year-old boy from Japan discovered that butterflies can remember their time as caterpillars.
Jo Nagai noticed his caterpillars still loved him after turning into butterflies, and the affection he had for them led to a genuine scientific discovery.
Being 10 years old and making your debut in epigenetic trauma research all because you noticed your caterpillars still loved you after becoming butterflies is so profound and poetic and impressive. I love children and their incredible hearts and minds!!!!!!
anyway soal bicara di depan cermin...
flashback tahun 2023 ketika Najwa Shihab buat acara dialog publik dgn 3 bacapres waktu itu di UGM
ada sesi bacapres refleksi & bicara depan cermin
dari 3 bacapres, cuman Prabs yg menolak ngomong di depan cermin
Karena ramai kimpul aku akhirnya follow beliau.
Terus aku baru tau kalau ternyata kimpul itu beda sama mbothe, kirain mah sama.
Tapi yang aku notice banget dari Ibu ini, beliau jago banget ngolah umbi-umbian. Karena jujur aja ngolah umbi-umbian ini gak mudah. Salah prosesnya dikit aja bisa-bisa bibir jontor karena gatel-gatel.
Emang beliau deserve jadi duta ketahanan pangan Indonesia๐๐ป
mas ini bilang, kalo di Singapore ga ada nyamuk
terus ada yg jawab gini:
โMereka pakai sains.. Namanya Project Wolbachia.. Pemerintahnya sengaja melepas jutaan nyamuk jantan ber-bakteri khusus ke alam.. Pas nyamuk jantan ini kawin sama nyamuk betina liar, telurnya jadi mandul dan gak bisa menetasโฆ Makanya populasinya drop drastis..โ
dan setelah gua cek beneran ada cuy projectnya, keren yaa..
kalo di negara kita pake apa ya?
pake asep bakar sampah efektif gak sih?๐ ๐ซต
Haii, kenalin kami Geng Umbi-umbian Nusantara.
Berhubung kawan masih suka buta arah kalau disuruh bedain kami di kebun atau di pasar, mari kita absen satu-satu biar kalian melek soal kamu hehhe..
1. Si Kembar Beda Bentuk: Kimpul & Bote (Talas)
Kenalin, aku Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) yang lagi trending itu.
Tolong catat baik-baik, ciri mutlakku ada di bentuk daunku yang melekuk seperti panah tajam. Jangan panggil aku Talas. Talas itu nama lain dari saudaraku si Bote (Colocasia esculenta). Kalau si Bote, lekukan daunnya lebih tumpul dan berbentuk seperti hati yang utuh. Walau umbi kami sama-sama enak direbus, daun kami jelas beda.
2. Para Raksasa Nyentrik: Sente & Suwek
Kalau kalian lihat yang daunnya guede banget menantang langit, itu aku si Sente (Alocasia macrorrhizos). Daunku bentuknya segitiga raksasa, dan umbiku juga super besar di bawah tanah. Tapi kalau kalian lihat ada yang batangnya loreng-loreng kayak ular sanca, itu saudaraku si Suwek (Amorphophallus paeoniifolius). Si Suwek ini daunnya majemuk (terpecah-pecah) dan tumbuh memayung.
3. Geng Akrobat Pemanjat: Uwi, Mbolo, & Mbili
Nah, kami bertiga ini beda aliran. Kalau umbi lain batangnya tegak (pseudostem), batang kami tumbuh melilit dan memanjat.Kami dari marga Dioscorea.
- Aku Uwi (Dioscorea alata), punya daun bentuk jantung yang besar.
- Aku Mbolo (varian Uwi), primadona yang umbinya berwarna ungu eksotis di dalam tanah.
- Aku Mbili (Dioscorea bulbifera), si paling mindblowing. Kenapa? Karena selain nyimpen umbi di dalam tanah, aku juga memproduksi Bulbil Udara alias umbi yang menggantung di batang atasku. Keren kan, karbohidrat bisa berbuah di udara๐๐
So.. Selamat pagi dari kami geng karbohidrat lokal kearifan Nusantara.
Mulai sekarang, jangan sampai salah sebut nama kami lagi ya kalau mblusuk ke kebun atau belanja di pasar.
Kawan-kawan di sini paling suka olahan dari umbi yang mana nih? Digoreng, direbus, atau dibikin kolak? Coba absen.
Geng, ini data yang beneran mengkhawatirkan buat kelas menengah kita ๐
Survei Perbanas nunjukkin rata-rata saldo tabungan masyarakat sekarang jadi yang terendah dalam 7 tahun terakhir.
Yang bikin miris, penurunan paling parah justru di kelompok kecil (rekening di bawah Rp100 juta),sementara simpanan orang kaya (di atas Rp1 miliar) malah makin gede.
Fenomena ini disebut "makan tabungan": pendapatan naik dikit, tapi kebutuhan hidup naik lebih cepat.
Menkeu bilang ekonomi baik-baik saja, tapi data lapangan nunjukkin realita yang beda. Ini bukan soal siapa benar, tapi soal gimana kebijakan bisa lebih nyampe ke kelas menengah-bawah yang jadi motor konsumsi negara.
Saran konkretnya: subsidi yang tepat sasaran & berkelanjutan, bukan cuma pas musim politik doang, plus insentif biar UMKM & lapangan kerja baru bisa nambah pendapatan riil masyarakat.
Ekonomi kuat itu kalau daya beli rakyatnya kuat juga ๐
Tell me you're not a manager, without telling me.
Kalo beneran manager, handle banyak orang, people management... Lo akan sadar manusia itu unik.
Ada tipe "head" & "tail", ada tipe "executor" & ada tipe "conceptor", ada "generalist" & ada "specialist", dst.
Staff gue kerjanya bagus tapi gamau naik jabatan. Alasannya enggan menambah beban pekerjaan & pikiran. Selain itu dia tipikal "tail" (pengikut), kalau dia diberi posisi "head", belum tentu juga kerjanya akan sebagus saat di posisi "tail" ini
Selain itu, dinamika kehidupan & keberuntungan (rezeki) juga berperan. Ada company yang posisi "atas" sudah full, tidak ada lagi kursi kosong. Lo yang staff meskipun pengen banget naik jabatan, mau gak mau lo harus nunggu ada momentum kursi kosong. Sampai kapan? gatau... bisa bertahun-tahun.
Ada juga yang naik jabatan secara cepat di usia muda karena memang rezekinya (momentum lucky). Selain dia kompeten, ada momentum kursi atasannya kosong, dan dia diminta isi kursi tersebut. Nah rezeki tuh
Hidup itu tidak berjalan hitam-putih & dinamika kehidupan tidak berjalan linear sesuai standard ekspektasi sosial seperti "usia sekian harus manager atau hidup lo akan berat" yadda-yadda...
Petuah apaan itu... sempit sekali. Banyak-banyak exp & ketemu orang dah biar gak terjebak bubble
lu bertigaaa kalau diem ganteng deh serius..๐ญ๐ญ
โAPA KHABAR INDONESIA?!โ
โAKHUU CINTHA KAMU..โ
โPIYEE KABAREE SURABAYA..โ
DIEM ATAU GANTI KIMPUL?๐ญ
[Things u might missed on Surfinโ Boy]
So.. in this essay I will show you some of the scene that might be inspired by past MV.
Can you guess which is which?