@feelinlonelyyyy ga masalah toh setara tuh ga melulu soal pendidikan. yang penting ga insecure, ngobrol nyambung, sefrekuensi, tau cara respect ke pasangan sama orang lain.
Gini lho wahai netizen, maksud ku kenapa ya setiap kenalan sama laki2 lajang usia 30-45 ke atas tampilannya mohon maaf tidak nyaman dipandang (contoh perut buncit, rambut botak, kulit kusam tidak terawat, kadang bau badan, cara berpakaian tidak rapi dan terlalu jadul)
Saya ngga denial kalo saya juga sudah berusia matang atau TUA. cuman mempertanyakan kenapa yaa laki-laki lajang seusia saya tidak memperhatikan penampilan & tidak merawat dirinya sebaik mungkin. cmiiw ya kak @ruhendie
aku setuju! dealing with people with low emotional intelligence is exhausting huff! 🥲
ini sedikit tips dari aku supaya kamu ngga drained,
1. turunin ekspektasi terhadap responnya
jangan berharap dia bakal ngerti perasaan kamu atau minta maaf dengan cara yang "pas". biar kamu nggak makin capek karena berharap sesuatu yang kemungkinan besar nggak bakal kejadian.
2. set boundary yang jelas
kalau dia gampang emosi/reaktif, komunikasi lebih efektif kalau to the point dan nggak banyak basa-basi yang bisa disalah artikan. fokus ke fakta aja.
3. jangan ikut kebawa emosi ya!
orang dengan regulasi emosi rendah biasanya "nular" bikin orang di sekitarnya ikut tegang. coba tetep tenang, jangan react ke tone mereka, respond ke isinya aja.
4. kasih jarak kalau situasinya makin panas
kalau ngerasa udah nggak produktif diomongin saat itu, boleh banget bilang "kita lanjutin nanti ya" nggak semua percakapan harus selesai saat itu juga.
5. jangan biarin dia ambil semua energi kamu
habis berurusan sama orang yang draining, jangan sampai mood kamu ikut rusak seharian. cari waktu buat reset, lakuin hal yang bikin kamu balik tenang.
ada yang punya tips lainnya?