Bedanya program bener dan enggak: liat kalau dicabut, yang protes yang nerima manfaat.
***
Kalau BPJS dihentikan yang protes rakyat yang berobat
Kalau KIPK dihentikan yang protes mahasiswa penerima
Kalau Subsidi BBM dikurangi yang protes rakyat kecil
***
Kalau MBG dihentikan, yang protes siswa dan ortunya?
Nggak. Bukan.
Yang protes pegawai SPPG.
***
Jadi siapa penerima manfaat MBG?
😿 : "Maaf bang, aku udah berusaha tapi tetep ninggalin jejak”
👨🏭 : ….(ngelus dada) gpp kok Meng, yang penting km udah berusaha
ccthread:triafitriani07
Hasan : orang terdekatnya (Dadan) presiden saja ditangkap tanpa pandang bulu.
Fatimah : keberhasilan berantas korupsi bukan penangkapan seseorang tapi dari sistem, bukti gagalnya sistem orang terdekatnya presiden saja korupsi apalagi yang jauh disana?
Fatimah sedang memasak Hasan 🔥
kapan ya semua sadar kalau subsidi dari pemerintah itu maksudnya subsidi dari pajak yang kita bayar, ganti atuh namanya bukan subsidi pemerintah, lebih cocok pengembalian dana publik.
"subsidi" adalah hak kita, bukan hadiah.
⚠️⚠️MENOLAK LUPA⚠️⚠️
Kontroversi Lolosnya Qatar dan Saudi di Piala Dunia 2026:
✅Pembatalan status tempat netral secara sepihak. Pada awal proses kualifikasi, AFC memberi tahu negara2 peserta bahwa putaran 4 akan dimainkan di tempat netral
✅Secara tiba-tiba, AFC mengumumkan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah untuk seluruh pertandingan di grup mereka masing2 tanpa adanya transparansi atau kriteria pemilihan tuan rumah yg benar2 jelas.
✅Hal ini membuat Qatar dan Arab Saudi diuntungkan karena bisa bermain di kandang sendiri. Sementara negara lain (Irak, UEA, Indonesia, dan Oman) harus main tandang.
✅Jadwal pertandingan yang tak adil dan adanya diskriminasi waktu istirahat. Arab Saudi dan Qatar ditempatkan sebagai unggulan teratas. Jadwal diatur sedemikian rupa sehingga kedua negara ini mendapatkan waktu istirahat selama 6 hari di antara pertandingan mereka.
✅Sebaliknya, tim lawan yakni Irak, UEA, Indonesia, dan Oman dipaksa bermain dgn jeda hanya 3 hari (72 jam). Para pelatih memprotes keras karena durasi ini sangat tidak cukup untuk pemulihan fisik pemain.
✅Polemik status top seeds. Terdapat ketidakselarasan alasan antara AFC dan FIFA mengenai mengapa Qatar dan Arab Saudi jadi unggulan teratas. AFC berdalih karena peringkat FIFA mereka yang tinggi. Sementara FIFA menyebut di situsnya karena mereka adalah negara host untuk menjaga agar tidak berada di satu grup.
✅Terjadi pemangkasan kuota tiket untuk suporter UEA saat melawan Qatar di Doha hanya menjadi 8%. Padahal di pertandingan sebelumnya di stadion yang sama mereka dpt jatah 33%. Hal ini memicu kerusuhan di tribun penonton setelah pertandingan.
✅Ada dominasi gurita politik negara teluk di AFC dan monopoli jabatan. Struktur kepemimpinan AFC didominasi oleh figur dari negara teluk (Presiden dari Bahrain, Wakil Presiden dan Ketua Komite Keuangan dari Arab Saudi, dan Ketua Komite Kompetisi dari Qatar).
✅Sebagian besar sokongan dana terbesar AFC disuplai oleh perusahaan raksasa asal Teluk (Aramco, NEOM, beIN, Qatar Airways, QatarEnergy).
Qatar dan Saudi, dua negara yang merusak fairplay dalam kualifikasi memang lolos. Tapi mereka akhirnya dibantai dgn skor2 telak di Piala Dunia 2026.
Hanya satu kata: mampus!
Namanya Mbah Mien Sri Wahyuni (74), warga Desa Kalierang, Kec Selomerto, Kab Wonosobo.
Tiba2 ditagih BRI 2,5 M karena kredit.
Gk pernah ajukan kredit, gk punya rekening BRI, ATM Buku rekening.
Di dokumen dia ada pengajuan kredit lewat notaris.
Lapor ke polisi, 3 tahun mandeg.
Tadi malam, telpon Ibu. Pakai WA.
Lima menit.
Ditutup duluan—oleh Ibu saya sendiri:
"Udah, Le. Kamu pasti capek. Ibu udah seneng kok cuma denger suaramu."
Saya iseng, coba hitung-hitung setelahnya.
Hasilnya bikin saya diam lama di kamar mandi.
Padahal niatnya cuma mau gosok gigi.
Bapak saya usia 54.
Saya pulang kampung paling cuma pas Lebaran. Nginep 4 hari.
Saya hitung pelan-pelan pakai kalkulator HP, masih di kamar mandi itu:
Asumsi kasar, Bapak dikasih umur sampai 65.
Sisa 11 tahun.
× 4 hari per tahun ketemu
44 hari.
Sisa waktu saya sama Bapak: 44 hari.
Itu kalau Tuhan masih kasih panjang umur.
Saya lanjutkan, karena sudah kepalang basah.
Dari 44 hari itu, berapa jam yang benar-benar kita habiskan ngobrol?
Bukan tidur. Bukan nonton TV sambil diam-diaman. Bukan sambil pegang HP masing-masing.
Saya hitung kasar: 3 jam sehari.
44 hari × 3 jam = 132 jam.
Digabung jadi satu napas?
5,5 hari.
Sisa waktu ngobrol saya sama Bapak, seumur hidup saya, kalau dikumpulkan: lima setengah hari.
Saya jadi ingat, pernah baca hitungan begini:
Katanya, 90% waktu yang bakal kita habiskan sama orang tua,
sudah terpakai sebelum kita umur 18.
Sisa 10%-nya, dibagi rata buat puluhan tahun sesudahnya.
Masuk akal. Kecil dulu serumah tiap hari.
Begitu kerja, merantau, nikah—
ketemu jadi setahun sekali. Dua kali kalau lagi rejeki.
Ironisnya,
saya ini sibuk banget menghitung waktu saya buat anak.
Takut kurang hadir. Takut nanti dia besar dan cuma ingat ayahnya capek terus.
Tapi waktu saya sama orang tua saya sendiri?
Tidak pernah saya hitung.
Sampai malam ini.
Saya tidak bisa nambah umur Bapak.
Tapi saya bisa nambah isi telpon 5 menit itu.
Tidak buru-buru.
Tidak sambil scroll HP.
Tidak sambil mikir kerjaan kantor.
5 menit itu, kalau dihitung-hitung,
mungkin termasuk salah satu hari
dari sisa hari yang saya punya.
Bapak-bapak,
coba hitung sendiri:
umur orang tua sekarang, berapa kali setahun ketemu, berapa hari sekali ketemu.
Boleh disave dulu kalau belum siap lihat hasilnya.
Kapan terakhir kali telpon orang tua lebih dari 10 menit, tanpa buru-buru ditutup?
Cerita di bawah. 👇
@Telkomsel Saya sudah logout, exit app, kemudian buka app dan login lagi, sama aja.
Di TV maupun di HP tetap disurih beli paket.
Saya suda DM nomor HP saya