Idol sibuk itu bohong ege๐ญ
waktu nunggu itu panjang dia akhirnya main game sampe level 20.000
Karina top playerโ๏ธ#aespa#karina https://t.co/j1RgI3xVy0
Di sekolah kita cuma diajarin 3 kelompok hewan berdasarkan makanan nya, pemakan daging (karnivora), pemakan tumbuhan (herbivora), dan pemakan segalanya (omnivora).
Padahal di alam liar, menu makan hewan jauh lebih spesifik dari itu. Ada setidaknya 12 kelompok unik lainnya:
- Frugivora: Pemakan buah (kalong, monyet)
- Insektivora: Pemakan serangga (trenggiling)
- Piskivora: Pemakan ikan (elang laut)
- Nektarivora: Pemakan nektar bunga (kolibri)
- Granivora: Pemakan biji-bijian (burung gereja)
- Sanguinvora: Pemakan darah (kelelawar vampir)
- Folivora: Spesialis pemakan daun (koala)
- Ovivora: Pemakan telur (ular khusus telur)
- Xilofag: Pemakan kayu (rayap)
- Fungivora: Pemakan jamur (siput tertentu)
- Koprofag: Pemakan kotoran (kumbang kotoran)
- Detritivora: Pemakan sisa organik (cacing tanah)
Alam ternyata gak cuma soal pemakan "daging vs tumbuhan". Spesialisasi ekstrem inilah yang bikin ekosistem bumi tetap berjalan seimbang.
Ini keren banget sih!
Anak 10 tahun dari Jepang, berhasil membuktikan bahwa kupu-kupu ternyata menyimpan memori dari saat berbentuk ulat, bahkan bisa diwariskan hingga ke genarasi kupu-kupu berikutnya.
Sini gue ceritain penelitiannya!
Jadi anak ini melatih ulat agar mengasosiasikan bau lavender dengan kejutan listrik ringan. Kejutan listrik ini berasal dari alat terapi otot dengan arus yang lemah.
Nah setelah jadi kupu-kupu, mereka diuji eksperimen di labirin berbentuk huruf Y dengan:
-1 jalur berisi air gula dan bau lavender
-1 jalur hanya air gula
Nah ternyata 70-80% kupu-kupu yang sudah "dilatih" cenderung menghindari bau lavender. Sedangkan kupu-kupu yang tidak "dilatih" 50-50 rasionya untuk memilih bau lavender.
Kemudian anak ini mengembangbiakkan kupu-kupu yang sudah "dilatih" tersebut dan menguji anak cucu-nya. Ternyata tanpa pelatihan kejutan listrik, anak cucu tersebut sekitar 60% menghindari bau lavender.
Hal ini menunjukkan pewarisan memori lintas generasi. Kemungkinan alasannya adalah melalui mekanisme epigenetik.
Semoga bermanfaat!
Haii, kenalin kami Geng Umbi-umbian Nusantara.
Berhubung kawan masih suka buta arah kalau disuruh bedain kami di kebun atau di pasar, mari kita absen satu-satu biar kalian melek soal kamu hehhe..
1. Si Kembar Beda Bentuk: Kimpul & Bote (Talas)
Kenalin, aku Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) yang lagi trending itu.
Tolong catat baik-baik, ciri mutlakku ada di bentuk daunku yang melekuk seperti panah tajam. Jangan panggil aku Talas. Talas itu nama lain dari saudaraku si Bote (Colocasia esculenta). Kalau si Bote, lekukan daunnya lebih tumpul dan berbentuk seperti hati yang utuh. Walau umbi kami sama-sama enak direbus, daun kami jelas beda.
2. Para Raksasa Nyentrik: Sente & Suwek
Kalau kalian lihat yang daunnya guede banget menantang langit, itu aku si Sente (Alocasia macrorrhizos). Daunku bentuknya segitiga raksasa, dan umbiku juga super besar di bawah tanah. Tapi kalau kalian lihat ada yang batangnya loreng-loreng kayak ular sanca, itu saudaraku si Suwek (Amorphophallus paeoniifolius). Si Suwek ini daunnya majemuk (terpecah-pecah) dan tumbuh memayung.
3. Geng Akrobat Pemanjat: Uwi, Mbolo, & Mbili
Nah, kami bertiga ini beda aliran. Kalau umbi lain batangnya tegak (pseudostem), batang kami tumbuh melilit dan memanjat.Kami dari marga Dioscorea.
- Aku Uwi (Dioscorea alata), punya daun bentuk jantung yang besar.
- Aku Mbolo (varian Uwi), primadona yang umbinya berwarna ungu eksotis di dalam tanah.
- Aku Mbili (Dioscorea bulbifera), si paling mindblowing. Kenapa? Karena selain nyimpen umbi di dalam tanah, aku juga memproduksi Bulbil Udara alias umbi yang menggantung di batang atasku. Keren kan, karbohidrat bisa berbuah di udara๐๐
So.. Selamat pagi dari kami geng karbohidrat lokal kearifan Nusantara.
Mulai sekarang, jangan sampai salah sebut nama kami lagi ya kalau mblusuk ke kebun atau belanja di pasar.
Kawan-kawan di sini paling suka olahan dari umbi yang mana nih? Digoreng, direbus, atau dibikin kolak? Coba absen.
enak ya kalo ada giselle dapet konten interview gini bisa sekalian promosi lagu, gak cuma ngonten beberapa detik/semenit buat nyebut beberapa kata doang. tapi lu @SMTOWNGLOBAL dengan gatau dirinya sabotase giselle mulu. RESPECT GISELLE โผ๏ธ https://t.co/aDRm1ZW3HG
Buku yang dibaca pak Anies berjudul "Why Do So Many Incompetent Men Become Leaders? (and how to fix it)" atau Kenapa banyak laki-laki inkompeten menjadi pemimpin? (dan bagaimana cara memperbaikinya)
Apa sih isinya secara umum?
Jadi gini... Buku itu ditulis oleh Tomas Chamorro-Premuzic, Profesor Psikologi Bisnis di University College London dan Columbia University
Pertanyaan awalnya: Kenapa banyak laki-laki inkompeten yang jadi pemimpin?
Jawabannya gini... Karena kita sebenarnya tidak terlalu baik dalam mendeteksi inkompetensi. Kita justru tergoda oleh sifat-sifat yang membuat para pemimpin menjadi semakin tidak kompeten. Kita cenderung terbuai
- kepercayaan diri (confidence) alih-alih kompetensi
- karisma alih-alih kerendahan hati (humility), dan
- narsisme alih-alih integritas.
Jadi, sifat-sifat yang memikat kita pada sosok pemimpin adalah sifat yang sama yang membuat banyak laki-laki (inkompeten) dipromosikan ke peran kepemimpinan, yang pada akhirnya berkontribusi pada buruknya rata-rata kinerja mereka.
Nah, pertanyaan berikutnya: Bagaimana cara kita mendapatkan pemimpin yang lebih baik?
Jawabannya... Jika ingin meningkatkan kualitas para pemimpin, kita perlu mulai dengan tidak memercayai naluri kita. Sebagian besar dari kita menyukai intuisi masing-masing, tetapi sebenarnya kita tidak se-intuitif yang kita bayangkan.
Beberapa orang memiliki intuisi yang tajam karena mereka mengasah intuisinya berbasis data melalui pengalaman. Namun, sebagian besar dari kita hanya mengandalkan insting saat melihat seseorang dan berkata, "Oke, dia pemimpin hebat, karismatik, narsis." Nah, anggapan itu adalah resep menuju bencana.
Ada tiga poin penting yang disoroti oleh sang penulis buku sebagai solusi atas isu ini, yaitu
1. Mulai dengan melihat data, metrik kinerja, dan gunakan asesmen berbasis sains.
2. Fokus pada sifat/karakter yang tepat. Jika kita sangat ahli dalam menilai sifat yang salah/keliru, kita tetunya tidak akan melangkah jauh.
3. Jika kita ingin membantu perempuan yang kompeten menjadi pemimpin, mulailah dengan memersulit laki-laki yang tidak kompeten untuk menjadi pemimpin. Hal ini juga akan membantu banyak pria kompeten, yang saat ini terabaikan dari posisi kepemimpinan, hanya karena mereka tidak memiliki sifat-sifat yang sebenarnya membuat seseorang menjadi pemimpin yang tidak efektif.
Sumber: Akun YouTube DAWN - Realize the Future of Business
48 Laws, hukum ke 40 "JAUHI MAKAN SIANG GRATIS" ๐๏ธ๐๏ธ
Dan hal ini terjadi di Romawi loh, bahwa ketika program makan siang gratis dijalankan maka sudah sangat sulit dihentikan.
Jadi di Romawi tahun 123 SM Pemerintah awalnya membuat aturan gandum murah untuk rakyat miskin.
Akhirnya puluhan tahun kemudian, gandum ini digratiskan total.
Akibatnya, jumlah penerima meledak hingga lebih dari 300 ribu orang.
Julius Caesar sampai harus turun tangan memangkas jumlah penerimanya menjadi setengahnya karena anggaran negara terbebani.
Nah meskipun jumlah penerimanya boleh dikurangi, gak ada satu pun kaisar yang berani menghapus program ini.
Kalau dihapus, rakyat bisa mengamuk. Malah, kaisar-kaisar berikutnya terpaksa meningkatkan fasilitasnya dari sekadar memberi gandum mentah, diubah menjadi roti matang, ditambah daging dan minyak gratis.
Nah saking berbahayanya urusan "makanan gratis" ini, Mesir sebagai lumbung gandum utama dijadikan zona terlarang. ๐น
Maisar melarang keras para pejabat setingkat senator pergi ke Mesir tanpa izin khusus, karena siapa pun yang menguasai sumber makanan gratis tersebut bisa menggulingkan kekuasaan.
Soo ending nya gimana? Inflasi - krisis lumbung pangan - diserang kaum barbar. Yahh chaos banget saat itu ๐ท๐ท