Guys, Ferry Latuhihin ekonom yang sudah 40 tahun di bidang ini baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling pedas dan paling akurat tentang kondisi ekonomi Indonesia sekarang. Dan dia tidak main-main soal prediksinya.
Pertamax sekarang Rp16.250 naik hampir Rp4.000 dalam waktu singkat.
Dan menurut Ferry ini baru permulaan.
Satu yang diobati cuma simptomnya, bukan penyakitnya:
BI naikkan suku bunga 25 basis poin jadi 5,50%.
BI juga intervensi besar-besaran dolar yang sempat 18.200 sempat turun ke 17.700.
Tapi sekarang sudah balik lagi ke arah 18.000.
"Ibarat orang sakit kepala dikasih Panadol.
Tapi penyakitnya sendiri belum diobati.
Penyakitnya adalah kekuatan fiskal kita."
Dua — prediksi yang sudah terbukti benar:
Beberapa waktu lalu Ferry prediksi dolar bisa ke Rp18.000. Purbaya bantah keras "saya menterinya, enggak mungkin."
Ternyata hari ini Rp18.000 sudah tercapai.
Purbaya juga bilang tidak akan naikkan BBM sampai akhir tahun.
Pertamax naik duluan.
"Saya bilang ini orang tidak pantas jadi menteri.
Pak Prabowo harusnya sadar gantilah dengan orang yang pantas."
Dan sekarang Ferry berani pasang prediksi baru:
dolar bisa tembus Rp20.000 bulan ini.
Bahkan tidak mustahil ke Rp25.000 di semester kedua tahun ini.
Tiga — angka yang paling mengerikan: defisit APBN:
Di kuartal pertama saja defisit sudah 0,93% dari PDB. Kalau ditahunkan itu sudah 3,72%.
Padahal batas amannya 3%.
"Jangan harap pemerintah bisa jaga defisit di bawah 3%. Itu keajaiban kalau terjadi."
Spending pemerintah naik 34% per tahun.
Penerimaan pajak cuma naik 18%.
Itu bukan strategi fiskal
itu matematika yang sudah pasti defisit.
Empat — pertumbuhan ekonomi 5,61% itu doping, bukan obat:
Pemerintah bangga pertumbuhan ekonomi tertinggi di G20.
Tapi itu hasil dari pengeluaran pemerintah yang naik 21,81% year-on-year bahkan 31% quarter-to-quarter.
Dan ke mana uangnya?
MBG dan KDMP.
Bakar duit.
"Coba bayangkan kalau benar Rp335 triliun itu dibakar itu bisa membangun berapa banyak jalan, jembatan, airport.
Tapi tidak ada satupun yang dibicarakan Prabowo hari ini. Karena tetap ngotot ini investasi."
Lima — kepala BGN ditangkap, tapi programnya tetap jalan:
Dadan Kepala BGN sudah dicekal Kejagung karena korupsi. Tapi bukannya program dimoratorium cuma diganti kepalanya jadi Nani SD.
"Penyakitnya adalah program itu sendiri.
Yang membakar duit ratusan triliun.
Diganti kepalanya doang tidak menyelesaikan apa-apa."
Dan KDMP 80.000 koperasi dibangun sekaligus tanpa pilot project. Bahkan di NTT minimarket Alfamart dan Indomaret disuruh tutup hanya supaya KDMP bisa buka.
Orang-orang yang kerja di minimarket itu kehilangan pekerjaan.
"Ini kebijakan goblok dan tolol minta ampun.
Anda membunuh lapangan kerja yang sudah ada untuk membuka lapangan kerja yang belum tentu berhasil."
Enam — Purbaya menteri keuangan paling banyak bicara dalam sejarah dan itu bahaya:
"Menteri keuangan itu mahal, Prof. Sri Mulyani enggak pernah ngomong sembarangan kayak gitu."
Purbaya bilang "serok saham nanti" seperti bandar bukan menteri keuangan.
Statement-statementnya kontradiktif: bilang ekonomi kuat tapi mau jual surat utang ke Inggris dan China.
Kalau ekonomi kuat kenapa harus ngemis-ngemis ke negara lain?
"Ini orang tidak pantas jadi menteri.
Statement-statementnya kayak anak jalanan enggak ada nilai intelektualnya sedikit pun."
Tujuh — ekspor satu pintu yang paling mengerikan:
PTDSI yang mengelola ekspor satu pintu komoditas — banyak yang curiga ini jalan untuk meng-takeover pengusaha sawit dan batu bara jadi BUMN.
China sudah mulai alihkan pembelian batu bara ke Mongolia. India ke negara lain.
Kalau ekspor komoditas andalan terbesar Indonesia jatuh, sementara impor tetap tinggi itu balance of payment crisis.
"Kalau itu terjadi selesai.
Dolar ke Rp50.000.
Seperti tahun '98."
Delapan — Danantara dibandingkan dengan 1MDB:
Sovereign wealth fund seharusnya modalnya cash dari surplus dividen.
Tapi Danantara isinya aset-aset busuk dari BUMN yang sebagian besar merugi kecuali bank-bank BUMN dan Telkom.
"Saya bingung ini bisa jadi 1MDB.
Sebaiknya dibekukan dan dibubarkan."
Dan rencana mewajibkan orang dengan tabungan tertentu ikut obligasi Merah Putih itu bisa memicu pelarian modal ke Singapura. Banking crisis.
Sembilan — efeknya ke rakyat: badai PHK:
Kelas menengah turun dari 57 juta jadi 46 juta dalam 5 tahun. Saving masyarakat turun dari Rp3 juta jadi Rp1,5 juta. Sektor manufaktur yang menciptakan lapangan kerja turun dari 30% jadi 18% output dalam 30 tahun.
"PHK sudah mulai.
Dan ini baru permulaan.
Peaknya mungkin semester kedua.
Kerawanan sosial kita jadi enggak aman lagi hidup. Tahu-tahu dijambret, tahu-tahu dibegal."
Sepuluh — kalau Ferry yang jadi menteri keuangan:
"Enggak mau. Saya enggak mau."
Tapi kalau disuruh kasih saran:
bekukan MBG, KDMP, dan Danantara.
Reshuffle kabinet yang kegemukan.
Rampingkan birokrasi.
Hentikan ekspor satu pintu sebelum terlambat.
"Cara berpikir terhadap fiskalnya yang bermasalah. Bermasalah banget."
Ferry menyebut kebijakan ekonomi sekarang dengan satu istilah: Koplak Nomik. Bukan Prabowonomics. Tidak ada teorinya. Regulasi berubah seenaknya. Kebijakan dibuat seenaknya.
Dan yang paling menakutkan: tidak ada sense of crisis dari pemerintah. Sementara investor asing sudah mulai menjauh bahkan kamar dagang China sudah mengeluarkan semacam peringatan soal kondisi bisnis di Sulawesi.
"5 tahun ke depan saya yakin enggak ada investor yang berani masuk Indonesia."
Dan yang menanggung semua ini bukan presiden yang masih bisa jalan-jalan ke Paris. Yang menanggung adalah rakyat biasa yang kehilangan pekerjaan, yang daya belinya amblas, dan yang harus hidup dalam kerawanan sosial yang makin tinggi.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Guys, Connie Rahakundini Bakri guru besar hubungan internasional yang sekarang mengajar di Rusia baru balik ke Indonesia dan bicara sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling berani yang pernah gue dengar tentang kondisi negeri ini.
Dia tidak bicara dari pinggir.
Dia bicara sebagai orang yang melarikan diri dari Indonesia karena nyawanya terancam.
Sebelum Prabowo dilantik Connie terlalu keras menolak proses Gibran yang menabrak konstitusi.
Dia bahkan turun sendiri ke depan Istana.
Bukan aktivis jalanan tapi ilmuwan pertahanan yang sudah puluhan tahun di bidangnya.
Tengah malam dia dapat peringatan dari FSB intelijen Rusia bahwa dia akan diselesaikan.
Diberi waktu 24 jam untuk keluar dari Indonesia.
Dia menemui Ibu Megawati malam itu.
Dan Ibu hanya bilang satu kalimat sambil memandangi foto lamanya bersama Bung Karno:
"Kalau sudah begini lebih baik ikuti saja."
Connie pergi.
Dalam semalam.
Dengan surat khusus dari Kedutaan Rusia.
"Mungkin mau diAndri Yunuskan.
Mungkin mau dimunirkan.
Saya tidak tahu.
Yang pasti saya harus pergi."
Dari St. Petersburg dia melihat Indonesia dengan mata yang jauh lebih jernih dari siapapun yang masih ada di dalam sistem.
Dan satu hal yang paling dia tekankan tentang Putin — yang menurutnya paling Indonesia tidak punya:
"Kekuatan Putin yang paling saya kagumi adalah:
masyarakat tidak boleh susah.
Semua bahan pokok tidak ada yang naik.
Apapun yang terjadi dengan negara kehidupan mendasar rakyat tidak diganggu."
Rusia kena sanksi terberat dalam sejarah.
McDonald's ditutup.
Chanel angkat kaki.
Semua brand Barat pergi serentak.
Rubel pernah jatuh.
Tapi besok paginya McDonald's sudah buka dengan nama baru.
Coca-Cola sudah diganti merek lokal.
Harga beras, minyak, kebutuhan pokok tidak bergerak.
Rakyat tidak panik.
Tidak mengeluh.
Mereka hadapi bersama dan langsung cari solusi sendiri.
Hasilnya: kepercayaan rakyat pada pemerintah tetap solid. Karena apapun yang terjadi di level geopolitik perut rakyat tidak diganggu.
Bandingkan dengan Indonesia.
Rupiah melemah harga beras naik.
Pertamax naik.
Harga obat naik 10-20%.
Suku bunga naik.
Dan pejabat masih bilang fundamental ekonomi kita baik-baik saja.
Connie langsung tembak kenapa bedanya:
"Di Indonesia para pemimpin diambil dari tanda terima kasih.
Latar belakangnya apapun tidak dilihat."
Putin menunjuk mantan Menteri Ekonomi muda sebagai Prime Minister khusus yang bertanggung jawab atas industri kreatif game, fashion, AI, robot semua dikembangkan masif dan terencana menggantikan yang pergi.
Di Indonesia kepala BGN yang mengelola Rp335 triliun tidak punya kompetensi di bidangnya.
Hasilnya korupsi meledak sebelum setahun program berjalan.
Soal Prabowo yang terlalu sering ke luar negeri Connie tidak basa-basi:
Dalam 15 bulan menjabat 3 bulan di luar negeri.
Biaya rata-rata Rp20 miliar per hari.
"Rp20 miliar sehari you can do a lot.
Sekolah bisa dibangun 10 sekaligus. S
ementara di Aceh anak sekolah masih harus naik tali melewati arus sungai yang deras."
Dan dia banding langsung:
"Saya tidak pernah lihat Putin pergi ke luar negeri setiap dua minggu sekali.
Tidak ada presiden yang melakukan itu.
Kenapa Indonesia terus permisif?"
Soal buzer yang menyerang pengkritik pemerintah Connie paling keras di sini.
Dia tahu mejanya yang mana.
Dia tahu nama yang mengerjakannya.
Dan dia sudah kirim pesan langsung ke mereka:
berhenti atau dia yang ramaikan.
"Siapa yang bisa beli peralatan negara secanggih itu? Rakyat.
Kenapa rakyat dipakai untuk menghantam rakyat yang sedang mencoba mengkoreksi jalannya bernegara?"
Di Rusia orang yang punya pandangan berbeda tetap bisa berdebat.
Yang diserang adalah argumennya bukan orangnya. Yang dikriminalkan bukan pendapatnya.
Di Indonesia yang mengaku demokrasi Saiful Mujani dikriminalkan.
Dino Patti Djalal diserang.
Dokter Tifa dipolisikan.
Hanya karena berbicara.
Dan prediksi Connie soal Indonesia ke depan tidak ada yang lebih keras dari ini:
"Kalau Indonesia terus berjalan seperti ini —arus ada radical break.
Kalau tidak ada kita tidak bisa lanjut."
Soal Pemilu 2029 dia bilang blak-blakan:
"Kalau Prabowo mau jadi presiden lagi dia pasti menang.
Buat apa pemilu?
Cuma menghabiskan uang.
Jadi stempel saja seperti Orde Baru."
Dan skenario yang lebih berbahaya:
Prabowo tidak maju sendiri tapi mewariskan kekuasaan ke orang yang dia sayangi.
Persis pola Jokowi.
"Berkuasa itu enak.
Dan semua orang di sekelilingnya akan mengamini itu."
Dan Connie menutup dengan satu kalimat yang menurut gue paling menyentuh dari seluruh obrolan ini:
"Kami tidak minta gaji dari pemerintah.
Kami tidak minta jabatan.
Kami cuma ingin negara ini benar.
Harusnya pemerintah berterima kasih bukan mengkriminalisasi kami."
Indonesia punya sumber daya alam melimpah. Penduduk 270 juta.
Posisi geopolitik yang sangat strategis.
Yang tidak dimiliki Indonesia adalah satu hal paling sederhana tapi paling susah didapat:
Pemimpin yang benar-benar menempatkan kesejahteraan rakyat bukan kelanggengan kekuasaan sebagai prioritas utama.
Sampai itu berubah rupiah akan terus melemah.
Buzer akan terus menyerang.
Dan rakyat yang paling bawah akan terus membayar harga paling mahal dari semua keputusan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak pernah merasakan hidupnya.
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
info aja nih prabowo ada pidato hari ini
lengkap dengan starter pack podium dan baju ala ala
berikut list yapping prabowo di lampung:
- saudara saudara sekalian
- kata sambutan manggil nama nama 5 menit
- berhitung 10 + 6 = 17
- angka 8 sangat melekat pada saya
- kita di jajah asing sampai hari ini
- kita bangsa yang besarr
- sumber daya alam kita besar di dunia
- jadi presiden itu capek banget loh
- kita sudah swasembada pangan
- kita akan industrilasisi indonesia segara
- uang kita di bawa lari ke luar negeri
- saya di keluar negeri di omongin padahal saya lobby lobby sana sini
- yang kuat angkat yang lemah
- para pengusaha kunci negara maju
- pemerintah harus ada baut keadaan baik buat pengusaha
- akui pindad itu ada anggaran bocor
- demi nasionalisme saya pake mobil pindad
- merdeka merdeka merdeka
Kemarin ada teman yang ngasih tahu hack cara nonton film gratis dengan modal link IMDB. Aku mau share ke sini, tapi please jangan dipakai untuk nonton film Indonesia. ✌🏽
Caranya gampang:
1. Ketik judul film + imdb di Google, misal “past lives imdb” lalu enter;
2. Klik judul film yang mengarah langsung ke web IMDB;
3. Setelah muncul halaman film, cek link-nya lalu ketik “play” sebelum “imdb” sehingga jadi “playimdb dot com”;
4. Sudah, filmnya siap ditonton.
Sudah mulai nekat, besok-besok bisa anarkis.
Gimana gak ngamuk, kerugian mereka besar dan tidak menyangka akan seperti ini..
Buzzer-buzzer MBG kalian dalam incaran pemilik SPPG 🤣
Si kumis ngaceng "utusan" partai capLang ganti di keplak Feri Amshari.
Lagi lagi dia ngebet perbaiki tata kelola program MBG yg sebenarnya rakyat sendiri tidak menginginkan itu.
Apa yg skrg terjadi merupakan hasil coba-coba tanpa perencanaan yg akhirnya membuahkan dipenjaranya si Dadan CS (Celethong Sapi)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut menanggapi berbagai polemik terkait kebijakan sektor pertanian saat mengisi kuliah umum di Universitas Halu Oleo pada 6 Juni 2026.
Dalam forum tersebut, Amran menyinggung penolakan terhadap proyek strategis nasional (PSN) untuk pembangunan kawasan persawahan serta bantuan traktor dari Kementerian Pertanian yang ditujukan untuk mendukung pengembangan sektor pangan.
Namun perhatian publik justru tertuju pada momen perdebatan antara seorang mahasiswa asal Papua dengan Mentan Amran. Dalam video yang beredar, mahasiswa tersebut menolak menyebut istilah "Merah Putih” dan “Indonesia”, yang kemudian memicu diskusi dan adu argumen di hadapan peserta kuliah umum.
Peristiwa itu pun ramai dibahas di media sosial. Banyak warganet menyoroti substansi perdebatan yang terjadi, sementara lainnya menyoroti isu kebangsaan dan pembangunan yang menjadi latar belakang diskusi tersebut.
Guys, Ahok baru ngobrol panjang di Mata Najwa dan ada beberapa pernyataan tentang Prabowo dan kondisi politik sekarang yang menurut gue paling jujur dan paling berani karena Ahok adalah salah satu dari sedikit orang yang pernah jadi anak buah Prabowo di Gerindra sebelum akhirnya berseberangan.
Dan cara Ahok membaca situasi sekarang tajam, langsung, tanpa basa-basi.
Pertama tentang MBG dan korupsi di dalamnya:
Ahok tidak kaget.
Tapi dia sangat kecewa.
Bagi Ahok masalah utama Indonesia bukan programnya tapi orang-orang yang menjalankannya.
Dan ini berkaitan langsung dengan satu prinsip yang dia pegang sejak muda: meritokrasi.
Dia cerita tentang pamannya sendiri yang minta dimasukkan ke pabrik milik keluarga dan Ahok menolak. Bukan karena tidak sayang.
Tapi karena kalau sistem meritokrasi sudah rusak dari dalam kekacauan yang terjadi adalah konsekuensi logis yang tidak bisa dihindari.
"Tidak pakai meritokrasi bisa terjadi kekacauan-kekacauan seperti yang sekarang terjadi."
Dan kekacauan MBG korupsi di lembaga yang langsung di bawah presiden adalah bukti paling nyata dari argumen itu.
Dan ini tentang solusi MBG yang Ahok tawarkan yang paling mengejutkan:
Ahok tidak bilang program MBG harus dihapus.
Tapi dia punya ide yang jauh lebih sederhana dan jauh lebih efisien.
"Kasih saja uangnya ke ibunya.
Ibunya masak sesuai yang anaknya suka.
Satu anak dapat Rp50.000 kalau punya tiga anak dapat Rp150.000 tinggal kasih menu: harus ada daging, ada sayur. Kalau enggak ada duitnya gua cabut."
Tidak perlu Kementerian khusus.
Tidak perlu tender.
Tidak perlu supplier.
Tidak ada yang bisa ngambil untung dari celah pengadaan.
Dan bagi keluarga yang pas-pasan Rp50.000 per anak itu bisa dipakai beli makan untuk seluruh keluarga. Kakek nenek bisa ikut makan.
Adik yang belum sekolah bisa ikut makan.
Sederhana.
Langsung.
Tidak ada lapisan yang bisa dikorupsi.
"Makanya cara Ahok orang enggak suka karena ini praktis.
Apa yang susah?"
Dan ini tentang kekuasaan tanpa cinta rakyat yang paling menohok:
Ahok mengutip Martin Luther King Jr. dengan cara yang sangat relevan untuk kondisi Indonesia sekarang.
Kekuasaan tanpa cinta negara dan cinta rakyat pasti kasar, sembrono, dan korup.
Cinta negara dan cinta rakyat tanpa kekuasaan hanya sentimental dan kurang darah.
Tapi kekuasaan di posisi terbaik adalah ketika digunakan untuk mengkoreksi segala sesuatu yang menentang keadilan sosial.
"Pertanyaannya: apakah sekarang kekuasaan dipakai untuk mengkoreksi segala sesuatu yang menentang cinta negara dan cinta rakyat?"
Ahok tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung. Tapi jawabannya ada di sana di antara baris-baris yang dia ucapkan.
Rakyat bawah terjerat judi online yang tidak bisa dimatikan padahal secara teknis sangat mudah dilakukan.
Korupsi MBG terjadi di program flagship presiden.
Data pribadi rakyat diretas dan respons pemerintah ujung-ujungnya minta tambah anggaran.
Dan ini tentang hubungan Ahok dengan Prabowo sekarang:
Ahok pernah jadi kader Gerindra.
Pernah jadi anak buah Prabowo.
Tapi sekarang?
"Pak Prabowo kemarin habis dioperasi kok sudah kirim ucapan? Aku enggak ada kontaknya."
"Masa enggak ada kontak Pak Prabowo?
Dari dulu enggak pernah ada."
Dan terakhir ketemu Prabowo sudah lebih dari setahun lalu sebelum Pilpres 2024.
Ini bukan permusuhan yang dinyatakan secara terbuka. Tapi jarak yang terbentuk sendiri karena perbedaan arah yang sudah terlalu jauh.
Dan ini tentang kondisi politik ke depan yang paling menarik:
Ahok membaca arah politik Indonesia ke depan dengan sangat spesifik.
MK sudah memutuskan tidak ada ambang batas parlemen. Artinya ke depan akan muncul banyak partai kecil-kecil.
Dan siapa yang punya uang cukup untuk menguasai banyak partai kecil bisa membangun kekuatan koalisi yang sangat besar.
Dan Ahok menebak meski tidak secara terang-terangan bahwa Jokowi mungkin sedang mempersiapkan langkah itu. Anak maju di eksekutif.
Menantu maju di daerah.
Dan partai-partai kecil yang mungkin bisa disatukan di bawah satu kendali.
"Saya enggak tahu.
Saya cuma nebak.
Tapi kalau lihat langkah-langkahnya itu bukan tidak mungkin."
Ahok keluar dari penjara lebih tenang.
Lebih terkontrol.
Filosofinya sederhana kalau dulu ada yang bilang minuman ini teh padahal jelas air putih, dia akan berdebat berjam-jam.
Sekarang dia cukup bilang: "Mohon maaf, rasa lidah saya sih air putih. Kalau Anda rasa teh silakan."
Tapi ketajamannya dalam membaca masalah tidak berkurang. Justru lebih dalam.
Dan satu kalimat yang menurut gue paling relevan dari seluruh wawancara ini:
"Pondasi hukum sudah runtuh apalagi yang bisa kita harapkan?"
Ahok tidak menjawab pertanyaan itu. Tapi dia juga tidak berhenti berharap. Dan mungkin itulah yang paling menarik dari semua yang dia sampaikan.
-Para gubernur mengeluh dana kurang
-Para pppk terancam gak di gaji
-Para pemilik MBG udh protes ngk dibayar
- PNS mengeluh efisiensi dimana2
- Pasar saham kehilangan uang
- Masyarakat ngeluh ekonomi susah
- Pedagang ngeluh pasar lesu
- UMKM mulai meredup
Serius ini duit se-Indonesia kemana dah?
Kok kayak semuanya merasa kurang,
Padahal M2 Money BI makin banyak...