Saya sering merasa, anak-anak sekarang ini sebenarnya tidak kurang informasi, tapi kurang waktu dan ruang untuk mencerna.
Di sekolah, di rumah, di media sosial, semuanya bergerak cepat.
Cepat paham.
Cepat selesai.
Cepat bisa.
Cepat berprestasi.
Padahal beberapa hal penting dalam hidup anak justru tumbuh pelan-pelan:
rasa ingin tahu, ketekunan, percaya diri, keberanian bertanya, kemampuan gagal tanpa merasa "hancur".
Mungkin ya, tugas orang dewasa itu bukan lantas harus selalu mempercepat anak.
Tugas kita sebagai orang dewasa adalah menjaga agar anak-anak punya cukup waktu dan ruang yang aman untuk benar-benar bertumbuh.
Laporan dari UNICEF baru aja menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia untuk tingkat konsumsi makanan ultraproses (UPF) pada kelompok usia 0 hingga 5 tahun...
Sebanyak 38 persen kalori harian balita di Tanah Air berasal dari UPF, mendominasi asupan yang seharusnya bersumber dari pangan utuh...
Sosis, es krim, roti pabrik, keripik, sereal sarapan, dan minuman bersoda menjadi produk yang paling sering hadir di pola makan anak...
Padahal isinya didominasi gula berlebih, garam, lemak jahat, pewarna, perasa buatan, dan pengemulsi kimia, dengan kandungan nutrisi esensial yang minim...
Riset secara konsisten menemukan bahwa asupan tinggi UPF berkaitan langsung dengan obesitas, kekurangan mikronutrien, gangguan metabolik, dan munculnya penyakit gak menular sejak usia dini...
Kalo kebijakan tegas seperti regulasi pemasaran dan pelabelan gak segera diperketat, kita sedang menabung krisis kesehatan jangka panjang, mulai dari obesitas hingga diabetes dini yang akan membebani masa depan mereka...
Sumber : IG taubatters
@direktoridosen@dosenkesmas
Salah satu lifehacks yang gue lakukan:
Beli mesin kopi dan perintilannya. Akhirnya malah bisa menghemat biaya "Jajan kopi" ke cafe sekitar 800rb - 1,2 juta per bulannya. Plus jadi punya ilmu perkopian. Life hacks yang tidak disukai oleh para pemilik cafe...
Gue rinci ya harga2 perintilan ini di bawah jadi sebuah thread:
Tips tips karir di Indonesia..
Berdasarkan point of view gue sebagai orang yang dah hidup di Indonesia selama 30 tahun.
1. Usia 22-25 : Kejarlah BUMN, BI, OJK, LPS dan swasta Tbk dan multinasional sekeras mungkin.
2. Usia 26-30 : Kejarlah CPNS di institusi super kaya seperti Dirjen Pajak, Kemenkeu, BPK, PPATK, Mahkamah Agung dan Pemprov DKI seambis mungkin
3. Usia 31-35 : Kejarlah CPNS di institusi manapun, yang penting dapat NIP dan lu bisa dapat kerjaan formal tetap.
4. Usia >35 : Dah sadar diri, ga usah berharap banyak, kerjain yang bisa dikerjain asal halal.
5. Usia 18-20: GAS DAFTAR AKMIL DAN AKPOL, NO DEBAT!
Suami saya membuat negara hemat Rp2,5T dari masukannya untuk hapus pengadaan server ujian bagi sekolah siap internet, dan ini terungkap di persidangan.
Bahkan Ahli IT menyetujui, ini adalah masukan terbaik.
Apakah ini, alasan kami dizalimi?
Apakah ada yang tidak suka, kalau Indonesia bisa berhemat triliunan rupiah?
Apakah ada yang terganggu, dengan teknologi yang lebih baik dan tepat sasaran?
Apakah ini, dosa Ibam?
Semoga Allah menunjukkan kebenaran, serta selalu melindungi kami sekeluarga.
sepertinya sepele, tp sengaruh itu loh penggunaan kata dlm birokrasi 😂
bu susi tau banget ini, dulu pas jd menteri pernah melarang penggunaan "kata-kata bersayap".
dg konsep susinisasinya yg to the point, beliaw bisa menghemat 200 miliar hanya dari efisiensi kata-kata 😱😄 👍
Alaahh, masa lupa. Cina itu dari 2019 udah ketahuan 5x penemuan drone bawah laut (UUV) oseanografi mereka di perairan Indonesia. Mereka ngumpulin data-data seperti pemetaan bawah laut Indonesia tanpa izin. Terutama di Selat Lombok (ALKI II) dan Selat Malaka, yang merupakan jalur akses utama dari Laut Cina Selatan menuju Samudra Hindia dan Australia. Itu yang baru ketahuan, yang enggak?
1) Di Maret 2019 lalu, ditemuin UUV Cina di Pulau Tenggel, Bintan, Kepri.
2) Di Januari 2020, ditemukan benda yang kurang lebih sama di Kepulauan Masalembu, Jawa Timur. Ditemuinya sama nelayan sekitar.
3) Di Desember 2020, lagi-lagi di tahun yang sama ditemukan di dekat Kepulauan Selayar, Sulsel. Sempat viral, drone UUV Cina yang ditemukan sama nelayan bernama Saeruddin, dronenya punya antena panjang dan sensor buat ngukur densitas air.
4) Januari 2021, ditemukan UUV oseanografi Cina di Anambas, Kepri. Ditemukan di pesisir Pantai Desa Air Putih. Secara fisik dronenya mirip dengan apa yang ditemukan di Kepulauan Selayar tahun 2020 sebelumnya.
5) April 2026 kemarin paling baru di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. Ditemuin sama nelayan Ariyanto, punya logo CSIC Cina.
Jangan naif, Cina juga ngobok-ngobok bawah laut Indonesia. Dan mungkin mereka udah lakuin sedari lama, kasus diatas cuma yang ketahuan aja.
Guys, KPK baru rilis sesuatu yang menurut gue harusnya jadi headline utama semua media hari ini.
KPK menemukan 8 potensi korupsi dalam program MBG dengan anggaran yang naik dari Rp71 triliun di 2025 menjadi Rp171 triliun di 2026.
Dan gue mau mulai dengan satu pertanyaan sederhana:
Kalau KPK sudah tahu kenapa belum ada yang diusut?
Delapan potensi korupsi yang KPK temukan:
- regulasi pelaksanaan lemah.
- mekanisme bantuan pemerintah
-pendekatan terlalu terpusat pada BGN.
- konflik kepentingan dalam penentuan mitra pelaksana.
- transparansi lemah.
- standar dapur belum terpenuhi.
- pengawasan keamanan pangan minimal.
- tidak ada indikator keberhasilan yang terukur.
Dan sekarang gue mau fokus ke hal yang paling mengganggu:
KPK punya tugas pokok berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019 yang sangat jelas: menyelidiki, menyidik, menuntut, mengkoordinasi, mensupervisi, memantau, dan mencegah korupsi.
Bukan hanya membuat daftar potensi korupsi lalu minta perbaikan dengan sopan.
Kalau KPK sudah punya temuan 8 titik rawan korupsi dalam satu program dengan anggaran Rp171 triliun pertanyaannya bukan apa rekomendasinya?
Pertanyaannya adalah:
siapa yang sudah dipanggil untuk diperiksa?
Karena kalau jawabannya tidak ada maka KPK tidak sedang menjalankan fungsi penindakan.
KPK sedang menulis laporan tahunan.
Yang paling bikin gue tidak habis pikir:
Anggaran MBG naik 140% dalam satu tahun dari Rp71 triliun ke Rp171 triliun.
Hampir dua setengah kali lipat.
Dan di saat yang bersamaan KPK baru merilis laporan bahwa kerangka regulasi, tata kelola, dan mekanisme pengawasannya belum memadai.
Artinya anggaran naik duluan.
Sistemnya belum siap.
Dan KPK tahu ini.
Kalau ini terjadi di perusahaan swasta direksinya sudah dipanggil pemegang saham.
Kalau ini terjadi di lembaga donor internasional auditnya sudah dimulai dari hari pertama.
Tapi di sini yang keluar adalah tujuh rekomendasi yang akan dikirim ke BGN dan berharap mereka mau memperbaiki diri sendiri.
Dan ini yang paling gilanya
KPK punya wewenang untuk tidak hanya merekomendasikan tapi untuk menyelidiki.
Punya wewenang untuk memanggil.
Punya wewenang untuk menyita dokumen.
Punya wewenang untuk menetapkan tersangka.
Tapi yang keluar dari lembaga ini soal MBG sampai hari ini baru sebatas laporan tahunan dan tujuh rekomendasi tertulis.
Sementara di survei publik 88% responden bilang manfaat MBG lebih banyak dinikmati pejabat dan pengelola dapur.
Hanya 6,5% yang dirasakan anak-anak sebagai penerima yang seharusnya.
Sementara puluhan kasus keracunan terjadi tanpa ada satu pun SPPG yang dicabut izinnya secara publik.
Sementara Rp1,6 miliar habis untuk sikat dan semir sepatu dengan harga tiga kali lipat pasar.
Dan KPK merekomendasikan agar sistem pelaporan keuangannya diperbaiki.
Tugas KPK bukan hanya menulis laporan tentang potensi korupsi.
Tugas KPK adalah menindak korupsi.
Kalau 8 potensi korupsi sudah teridentifikasi dalam satu program dengan anggaran Rp171 triliun dan tidak ada satu pun langkah penindakan yang dimulai maka yang perlu dipertanyakan bukan hanya tata kelola MBG.
Yang perlu dipertanyakan adalah apakah KPK masih punya nyali untuk menjalankan fungsinya??
atau hanya punya kemampuan untuk mendokumentasikan masalah yang tidak akan pernah diselesaikan.
Karena rakyat Indonesia tidak butuh dokumen tentang korupsi yang mungkin terjadi.
Rakyat butuh seseorang yang berani menindak korupsi yang sudah terjadi.
kalo kpk aja gk berani ??
berharap kesiapa lagi kah kita rakyat ??
Guys, ada usulan dari DPR yang menurut gue seharusnya jadi topik paling ramai dibicarakan hari ini tapi sayangnya tenggelam di antara semua berita geopolitik dan drama pengadaan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengusulkan:
negara tanggung 100 persen iuran BPJS Kesehatan seluruh rakyat Indonesia.
Dan hitungannya sudah dia paparkan langsung di rapat dengan Kementerian Kesehatan.
Angkanya dulu:
225,94 juta orang peserta di luar kategori Pekerja Penerima Upah.
Dikali iuran Rp42.000 per bulan.
Dikali 12 bulan.
Hasilnya: Rp113 triliun per tahun.
Dan Charles langsung melempar pertanyaan yang menurut gue paling tepat sasaran:
Mampu enggak negara?
Mampu Pak.
Membiayai program lain yang jauh lebih besar saja mampu.
Dan ini yang paling pedas dari seluruh pernyataan Charles:
Program lain malah dipakai buat motor trail, Pak.
Ini buat kesehatan rakyat, Pak.
Satu kalimat.
Tapi isinya sangat berat.
Karena kita semua tahu angka-angkanya:
MBG: Rp171 triliun per tahun.
Dengan 8 potensi korupsi yang sudah diidentifikasi KPK.
Dengan pengadaan sikat semir sepatu Rp1,6 miliar. Dengan motor listrik Rp1,2 triliun.
Dengan kaos kaki Rp100.000 per pasang.
BPJS Kesehatan 100 persen untuk seluruh rakyat: Rp113 triliun per tahun.
Dengan manfaat yang langsung terasa setiap orang yang sakit bisa berobat tanpa takut tidak bisa bayar.
Selisihnya bahkan lebih murah.
Dan dampaknya jauh lebih terukur.
Masalah yang mendorong usulan ini dan ini realita yang menyakitkan:
Sistem BPJS sekarang punya lubang besar yang sudah lama diketahui tapi tidak kunjung diselesaikan: data kepesertaan yang kacau.
Ada ratusan ribu bahkan jutaan warga miskin yang secara data masuk kategori mampu karena kesalahan pendataan.
Mereka masuk desil 8 atau lebih tinggi di atas kertas.
Tapi di lapangan mereka tidak sanggup bayar iuran bulanan.
Charles mencontohkan seorang ibu di Jakarta suaminya kerja serabutan, penghasilan tidak menentu.
Tapi karena data administrasinya salah dia tidak masuk kategori penerima bantuan.
Harus bayar BPJS mandiri.
Sementara hidup di Jakarta dengan Rp2 juta sebulan saja sudah susah.
Dan ketika mereka tidak bayar kepesertaannya nonaktif.
Mereka jatuh sakit tidak bisa berobat dengan BPJS.
Harus bayar penuh.
Ini adalah ironi terbesar dari sistem yang seharusnya melindungi rakyat yang paling rentan.
Kenapa solusi verifikasi data" tidak cukup:
Pemerintah selalu menjawab masalah ini dengan satu jawaban:
kita akan perbaiki data
Tapi perdebatan soal verifikasi data sudah berlangsung bertahun-tahun.
Sementara itu setiap hari ada orang yang sakit dan tidak bisa berobat karena terjebak di limbo administratif antara "mampu" di atas kertas dan "tidak mampu" di lapangan.
Charles menyebut ini dengan sangat tepat: perdebatan verifikasi data yang tidak kunjung selesai hanya memperpanjang ketidakpastian bagi warga yang paling butuh kepastian.
Solusi paling simpel:
tanggung semuanya.
Selesai.
Tidak perlu verifikasi.
Tidak perlu data yang sempurna.
Semua warga negara Indonesia dapat BPJS gratis.
Apakah ini fiskal realistis?
Rp113 triliun per tahun terdengar besar.
Tapi mari bandingkan:
MBG 2026: Rp171 triliun dalam satu tahun, dengan tata kelola yang menurut KPK sendiri belum memadai.
Kalau dari anggaran-anggaran itu ada yang bisa dirasionalisasi Rp113 triliun untuk BPJS gratis 100 persen bukan angka yang tidak mungkin dijangkau.
Dan ini investasi yang paling langsung dampaknya ke rakyat terbawah yang sekarang tidak punya jaring pengaman kesehatan yang efektif.
Yang paling bikin gue geleng-geleng:
Ini bukan ide baru.
Konsep universal health coverage sudah lama dibicarakan.
Negara-negara yang jauh lebih miskin dari Indonesia sudah menjalankannya.
Thailand menjalankan sistem kesehatan universal sejak 2002 dengan premi nol untuk semua warga.
Sri Lanka.
Bangladesh.
Bahkan beberapa negara Afrika.
Indonesia dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara masih berdebat soal siapa yang berhak dapat BPJS subsidi dan siapa yang tidak.
Sementara di sisi lain anggaran negara mengalir ke motor trail, kaos kaki Rp100.000, dan sikat semir sepatu dengan harga tiga kali lipat pasar.
Rp113 triliun untuk kesehatan gratis semua rakyat Indonesia atau Rp171 triliun untuk program makan yang menurut survei 88% manfaatnya dinikmati pejabat dan pengelola dapur?
Ini bukan pertanyaan yang sulit dijawab secara moral.
Yang sulit adalah menjawabnya secara politik karena selalu ada kepentingan yang lebih besar dari kesehatan rakyat yang masuk dalam kalkulasi anggaran negara.
Charles sudah berani mengajukan pertanyaan yang tepat.
Sekarang tinggal satu pertanyaan lagi:
Adakah yang berani menjawabnya dengan aksi nyata?
Pagi ini gue nonton podcast dr. Tirta di Malaka Project, temanya menarik tentang Doomscrolling, yang saat ini menjadi kebiasaan kebanyakan orang, termasuk saya.
Ini 3 insight yang gue dapet setelah nonton Podcast ini.
1. 𝗧𝗿𝗲𝗻𝗱 𝗦𝗮𝗿𝗮𝗳 𝗞𝗲𝗷𝗲𝗽𝗶𝘁 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁
Jujur gue cukup kaget dengernya pas dikatakan bahwa trend saraf kejepit atau hernia nukleus pulposus (HNP) di area tulang cervical (area leher) tuh meningkat pada anak muda.
Biasanya ditemukan pada usia 50 tahun ke atas, nah ini mulai ditemukan pada usia 20-30an tahun. Salah satu faktor yang dibahas di podcast ini adalah kebiasaan menunduk karena kita doomscrolling smartphone.
Gue coba cari penelitiannya dan ternyata ada.
Judulnya adalah Association between excessive smartphone use and cervical disc degeneration in young patients suffering from chronic neck pain.
Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berhubungan dengan degenerasi pada tulang cervical.
2. 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗡𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝗦𝗵𝗼𝗿𝘁 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶
Nah di sini dr. Tirta menyoroti kebiasaan menonton konten berdurasi singkat, maka otak menjadi sulit fokus pada materi yang panjang atau sulit.
Sarannya adalah menyeimbangkan konsumsi konten digital dengan rajin membaca, misalnya artikel panjang atau buku, agar kemampuan fokus otak tetap terjaga.
3. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗷𝗮𝗹𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻
Banyak penyakit yang mulainya dari gejala ringan, kemudian lama-kelamaan semakin memberat, hingga akhirnya mengganggu kehidupan sehari-hari. Nah ini juga termasuk di saraf kejepit.
Seringkali kita mengabaikan dan tidak memeriksakan gejala-gejala awal seperti pegal, merasa kaku, atau sensasi kesemutan atau kesetrum.
Bila ada gejala-gejala seperti itu, sebaiknya jangan tunggu hingga benar-benar berat atau mengganggu. Segera periksakan ke dokter bila memungkinkan.
Menurut gue pribadi, isi podcast ini daging banget sih.
Gue sebagai dokter banyak belajar di sini.
Semoga bermanfaat!
Hi @ecommurz 👋🏼 Ini Ririe, makasih supportnya!
Ibam titip pesan. Kenapa dia mau fight kriminalisasi sampai titik darah penghabisan, karena ingin ujungnya semua bisa teriak lantang:
"Ngga perlu takut bantu Indonesia!"
11 hari jelang putusan, teman2 mohon bantu share di IG ya 🙏🏼
Penelitian dosen Biologi Fakultas MIPA Universitas Jember mengidentifikasi keberadaan tumbuhan paku pohon dari marga Cyathea di kawasan Geopark Ijen, tepatnya di Erek-erek Geoforest, Kabupaten Banyuwangi.
Ada jurnal menarik yang neliti sampe 14 tahun buat ngejawab pertanyaan apakah kemiskinan yang terjadi pada masa anak-anak hanya berdampak sementara, atau efeknya terbawa sampai dewasa
🚨 WASPADA MODUS "CALL HENING" 2026! 🚨
Hot, baru-baru ini lagi marak banget modus penipuan baru bernama Call Hening atau Telepon Hening.
Ceritanya jika kamu dapat telepon dari nomor tidak dikenal, pas diangkat... hening total. Tidak ada suara, tidak ada orang bicara, lalu putus sendiri setelah beberapa detik.
Banyak yang mengira salah sambung atau gangguan sinyal. Padahal, ini jebakan berbahaya!
⚠️ Kenapa Call Hening Sangat Berbahaya?
Pelaku sengaja diam supaya kamu spontan bicara. Saat kamu bilang "Halo?", "Iya?", "Siapa ini?" atau kalimat pendek lainnya, suara kamu langsung terekam.
Dengan teknologi AI Voice Cloning, rekaman singkat itu bisa diubah jadi suara yang sangat mirip dengan suaramu. Suara palsu ini kemudian dipakai untuk menipu keluarga atau teman kamu dengan cerita darurat, contohnya:
- "Aku kecelakaan, butuh uang cepat!"
- "Aku ditahan polisi, tolong transfer jaminan sekarang!"
- "HP aku hilang, ini nomor baru, kirim dana!"
Satu kata "Halo" saja sudah cukup buat mereka mulai bikin kloning suara. Kasus seperti ini sudah banyak terjadi dan merugikan puluhan hingga ratusan juta rupiah.
⚠️ Ciri-ciri Call Hening:
- Datang dari nomor asing atau nomor lokal tidak dikenal
- Saat diangkat → hening total (tidak ada suara, tidak ada napas)
- Biasanya putus sendiri setelah 3-10 detik
- Kadang muncul berulang dari nomor berbeda
⚠️ Cara Aman Menghadapi Call Hening:
1. Jangan angkat sama sekali kalau nomor tidak dikenal
2. Kalau sudah keangkat dan hening → langsung matikan tanpa mengucapkan apa pun
3. Jangan pernah telepon balik nomor tersebut
4. Segera blokir nomornya
5. Aktifkan fitur Silence Unknown Callers di HP (iPhone) atau fitur blokir spam di Android
6. Gunakan aplikasi seperti Truecaller atau Whoscall untuk deteksi spam
7. Kalau ada panggilan "darurat" dari keluarga, verifikasi dulu lewat WA, video call, atau nomor cadangan. Jangan langsung percaya!
Pakar dan bank seperti BCA sudah mengingatkan: jangan respons, jangan call back, langsung blokir.
Modus ini semakin canggih karena pakai AI. Jangan anggap remeh hanya karena "cuma hening". Lindungi suara dan keluarga kamu mulai sekarang.
Pernah dapat call hening belum? Kamu langsung angkat atau matiin? Ceritain di komentar biar temen-temen lain juga lebih waspada!
Stay safe dan sebarkan info ini ke keluarga & teman ya! 🛡️
#CallHening #TeleponHening
Tahukah Anda, tempe goreng tepung seperti ini akan lebih awet renyahnya jika
- kamu pakai tepung singkong/tapioka dan tepung beras sebagai tambahan pada tepung terigu yang kamu pakai.
- kamu pakai air es buat bikin adonan krispinya
- kamu tambahkan baking powder
- kamu tambahkan sedikit margarin pada adonan
- kamu goreng pakai teknik deep frying
- kamu tiriskan tempe yang sudah digoreng DENGAN TIDAK DITUMPUK
Dulu lapor SPT pajak harus ke konsultan, bayar Rp500rb-2 juta.
Sekarang Claude bisa pandu kalian step-by-step gratis, dalam bahasa yang mudah dipahami, dan langsung sesuai kondisi pribadi kalian.
Gue kasih 8 prompt biar lapor SPT kalian beres.
Jangan lupa di-save 🧵
bukti nyata 1 langkah kecil bisa berarti besar..
meet Arief Kamaruddin
pemuda 34 tahun dari Ciliwung yang bikin gubernur Jakarta gelar rapat khusus soal ikan sapu-sapu
kenapa dia mulai gerak
> dari kecil hobi jala ikan
> dulu dapetnya udang atau lele liar
> sekarang isinya sapu-sapu semua
> spesies asli ciliwung hancur sisa 20 spesies
> sapu-sapu ini invasif dan nggak ada predator
cara kerjanya hardcore
> turun ke sungai 1-3 jam tiap hari
> kadang nyari sampe jam 2 pagi
> nyemplung ke air keruh beracun
> ngeraba akar pohon pake tangan kosong
> resiko: beling, paku, ulerdapet ikan, patahin lehernya, lalu kubur
impactnya nggak main-main
> viral sampe masuk podcast close the door
> gubernur dki langsung instruksi walikota
> dinas gelar operasi massal tiap jumat
> di jaksel kemaren tembus hampir 7 ton
> rilis warning bahaya makan sapu-sapu ciliwung
strateginya pinter
dia pake sapu-sapu cuma buat pintu masuk
tujuan utamanya nyentil isu sampah dan limbah
karena kalo bahas sampah doang publik gampang abai
dari jaring seadanya, dia sukses maksa birokrasi buat turun tangan.
di tempat kalian ada sosok
seniat ini nggak?
Matematika itu bukan ilmu berhitung, tapi ilmu bernalar. Hitung2an hanyalah bagian kecil dari Matematika.
Anak2 lemah hitung2an karena langsung diberikan pengetahuan prosedural tanpa pemahaman konseptual. Ada gap yang besar di sini, yg semakin terlihat di masa post-covid.
Jadi gpp kalo orng ga bisa hitung, krn ada yg namanya alat bantu hitung. Yg bahaya itu orng ga bisa bernalar, shg dia ga tau hitungan dia (atau alat bantu hitung tsb) benar atau salah.
Inilah awal mula terbentuknya "kehidupan ganda."
Karena orang tua dipandang sebagai penegak hukum, bukan tempat pulang yang aman (secure base), anak mulai membangun tembok rahasia yang sangat tinggi.
Mereka bisa terlihat sangat patuh dan tenang di permukaan, sementara di balik itu, ada dunia utuh yang sengaja disembunyikan karena mereka tahu jati diri mereka tidak akan diterima tanpa syarat.
OHHH, ada
Biasanya disebut dg WARNING SIGNS OF CANCER
Bbrp red flag kanker berikut patut kita waspadai shgg harus kita kenali & pahami.
1. Turun BB tanpa sebab jelas
Kalo tbtb2 turun BB drastis tanpa alasan jelas, lebih baik periksa.
2. Kelelahan yg gak biasa
Ini tuh bukan cape biasa kayak habis seharian kerja/main.
Kalo kamu ngerasa lemes banget, tp dipake istirahat malah gak ngefek, bisa jadi ini tanda awal kanker.
Soalnya, kanker nyuri nutrisi tubuh kamu buat tumbuh, makanya jd gampang lemes.
Meski gitu ga semua penyebab kelelahan yg aneh tuh krn kanker. Kalo sampe ganggu hidup kamu, periksa aja.
3. Nyeri yg gk ilang2
Nyeri sebenernya bisa krn banyak hal dan gak semuanya krn kanker. Tapi kalo nyerinya terus-menerus, bisa jd ada masalah lain.
Kalo kamu ngerasain nyeri yg gk ilang2 dan gatau dari mana, mending periksa segera.
4. Perubahan pd kulit
Segera periksa klo nemu perubahan pd tahi lalat, bercak/lesi di kulit yang:
- bentuknya gak simetris
- pinggirnya gak rata
- warnanya berubah/tambah gelap
- ukurannya membesar
- klo ada luka/kelainan kulit yg gak sembuh2
Tanda2 lain bisa cek juga infografis di bawah.
Klo merasakan/notice tanda2 tsb, itulah saatnya memulai skrining kanker.
Semoga membantu!