@baseconvo Gua pribadi sih ya gapapa, karena as a ‘free gift’ bisa juga dikembalikan ke penjual atau kalau gamau bisa dibuang aja sekiranya ga bermanfaat. Pernah juga dapet dari acara sosial ttg ‘sex education’ hadiahnya aku kasih ke temenku yg kebetulan panitia acara tsb juga.
@xxfrmn54@txtharihariWNI Alasan pembatalan outlet tutup, jadi gabisa dapet driver baru. Hadeuh, ngomongin dzolim padahal sendirinya yg dzolim ke orang 🤪🤪
@xxchnchillaxx@baseconvo Menurutku engga, karena dia post di ‘grup’nya dia. Kalau ‘grup’ dia lewat di beranda berarti kamu sering kepoin tentang mereka.
@raveoly@srtrngVs@radsocks_ Buat manusia normal pada umumnya itu menjijikan. Selain itu pernyataan tersebut tidak relevan dan tidak ada korelasinya dengan orientasi seksual seseorang, hal tersebut relevan dan berhubungan dengan fetish seseorang. Udah jelas ya, gausah sok logic, otaknya dipake lagi.
@Hikari465820775@radsocks_ Kalo lu disebut bego dan gabisa baca jgn marah loh ya. Itu dia nanya, tinggal dijawab iya atau engga, kalau iya kenapa? Kasih jawabannya. Kalau engga ya tinggal jawab bukan, udah titik. Sensi amat tinggal jawab iya atau engga, dari SD udh belajar kalimat tanya loh ya.
@suiryunomai@radsocks_ Kalau dari temen-temen gua yg LGBT+ itu sebenernya mereka cmn minta diterima as a human being, kyk hargai aja sesama manusia gitu. Soalnya di kehidupan nyata mereka banyak yg dicemooh & di-bully hanya karena ‘orientasi seksual’ mereka yg dimana itu tidak melukai orang lain juga.
Seneng aja ngeliat orang tolol yg caper sok pinter gitu, dan begitu dia sadar, dia malah blokir lawan bicaranya bukan menghapus argumentasi jeleknya yg bikin blunder wkwk.
Tolol.
Tweetan lu noh sok mau bikin generasi emas tapi dikasih informasi malah bilang minta validasi. Belajar lagi argumentasi lo yg ngaco itu, lagipula gua juga gabutuh validasi dari orang kampung yg kebanyakan caper kyk lo.
Eh kampung, pake lagi otak lo, pelajari lagi noh argumentasi yg lo pake. Otak lo kepenuhan bokep sama lobang bool sih, gausah sok denial gitu, keliatan lu doyan lobang bool. Akun fake aja pake sok sokan, tolol.
@Adenurj62093638@gregorybudiman Btw gua udh tau GRID tanpa lu kasih tau, yg mungkin lu gatau adalah pergantian nama menjadi AIDS karena ‘penyakit’ tersebut juga ditemukan di populasi lain. Jadi bukan karena menyangkut orientasi tertentu melainkan karena kurangnya ‘subjek penelitian’ yg ada pada saat itu.
@Adenurj62093638@gregorybudiman Contoh simple biar bisa masuk ke otak u. Covid pertama kali ditemukan di Tiongkok, tetapi ga semua warga Tiongkok identik dengan Covid dan ga semua pula warga Tiongkok yg terkena Covid, lalu apakah penderita covid itu semua dari Tiongkok? Jelas tidak.
@Adenurj62093638@gregorybudiman Faktanya, menurut laporan terakhir dari kemkes Indonesia persentase resiko penularan tertinggi itu adalah hubungan seks tidak aman pada hetero (≈81%), pengguna jarum suntik tdk steril oleh penasun (≈7%), penularan oleh ibu (positif) ke anak (≈4%), dan LSL (≈2%).
@Lousweet90@ayamgota Sanksi sosial itu hukuman atau reaksi tidak tertulis oleh masyarakat dengan tujuan memberikan efek jera, contohnya lu memberikan teguran. Btw semua contoh itu lu yg ngasih dongo. Tante tuh belajar lagi, malu sama umur, masih tinggian umur tante daripada ilmu tante.
@Lousweet90@ayamgota Lu yg belajar tulul, bedain mana diskriminasi sama mana sanksi sosial. Diskriminasi itu perlakuan tidak adil atau pembatasan terhadap seseorang atau kelompok, contohnya lu gasuka karena mereka gay, lalu lu menjelek-jelekkan mereka, itu diskriminasi. -c