40 Pelajaran di umur 40 Tahun Oleh Raditya Dika:
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
Pendukung Anies macam @regar_op0sisi & gerombolannya
lagi heboh tuduh hakim “tidak netral” dan “sudah diatur” di sidang Tifa Cs
Dulu pas Anies jadi gubernur, kalian teriak-teriak “hakim harus dihormati, proses hukum jalan dulu baru kritik”. Sekarang karena kasus yg nyerempet Jokowi, tiba-tiba hakim langsung “memihak”, “masuk angin”, “dibayar”, dan “framing busuk” cuma karena berani tanya berkas dakwaan dgn benar sesuai aturan.
Ini namanya standar ganda kelas berat. Kalian dukung Anies yg suka ceramah soal keadilan & integritas, tapi kalau hakim berani bersikap tegas di kasus yg kalian harap bisa jatuhkan lawan politik, langsung jadi “rezim boneka” & “pengadilan konoha”.
Padahal Tifa Cs ini yg dulu ikut-ikutan bareng kalian serang Prabowo-Jokowi, sekarang kalian angkat jadi pahlawan keadilan? Konsisten dong. Atau memang agenda utamanya cuma benci Jokowi, sisanya dibuang?
Hakim disumpah UU, bukan disumpah sama tim sukses Anies. Kalau kalian terus main narasi “semua hakim busuk kecuali yang pro kami”, justru itu yg namanya framing busuk buat delegitimasi lembaga hukum ketika tidak sesuai harapan politik kalian.
Mau keadilan? Terima prosesnya. Jangan cuma teriak “adil” kalau vonisnya sesuai keinginan klen. Sisanya hipokrasi.
Sosok pemimpin yg rendah hati dan paling sabar..bahkan lisannya tak pernah koar koar kepada pembençinya
bapak,
hatimu tulus . sabar sehat terus pak jokowi♥️
Presiden @prabowo Subianto meninjau pasukan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengendarai Maung didampingi Kapolri. Sebuah simbol sinergi yang menunjukkan bahwa negara hadir dengan kekuatan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian untuk menjaga keamanan serta melindungi seluruh rakyat Indonesia.
Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Teruslah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, modern, serta dipercaya rakyat.
Terima kasih kepada warga yang Kamis lalu datang ke kediaman kami di Solo, dan juga atas kiriman bunganya untuk menyampaikan doa dan ucapan.
Perhatian, doa, dan ketulusan yang diberikan merupakan hadiah yang sangat berharga.
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan umur panjang.
Ya Tuhan, jagalah Pak Jokowi di mana pun beliau berada. Lindungilah beliau dari segala fitnah, kebencian & orang-orang yg berniat jahat. Anugerahkan kesehatan, kekuatan, ketenangan hati, serta kebahagiaan bersama keluarga.
Semoga setiap kebaikan yg telah beliau lakukan menjadi berkah & dibalas dgn perlindungan serta kasih sayang-Mu.🤲🙏
Kebenaran akan mencari jalannya sendiri, krn Allah Maha Besar. Kini kalian berdua harus memakai rompi orange setelah menuduh & memfitnah orang baik.
Logika Mpud lucu. Klo keaslian ijazah hrs dibuktikan dulu lewat pengadilan agar bisa disebut asli, lalu apa fungsi kampus sebagai pihak yg menerbitkan ijazah?
Jangan2 semua pemilik ijazah di negeri ini hrs antre ke pengadilan dulu utk memastikan ijazahnya asli. Miris otoritas kampus kalah oleh logika tolol yg dibuat-buat.