ono bener e nak saiki wayahku meneng. suwun kanggo kabeh sing wis ngancani ngasik titik iki, susah seneng kesel bareng. aku sadar luputku akeh, anane mung iso ngrepoti wong liyo. sepurane dan matur sembah nuwun kanggo sakkabehe.🫂💙✨☘️
@jawafess ada kasus di suatu kampung yang mulai luntur budaya berdayake kampung misal kegiatan sosial kampung hanya mengandalkan segelintir orang sedangkan orang lain sibuk geser mikir pawon e dewe-dewe. Huh ada tanggapan?
kadang yang perlu kita luruskan bukan karyanya, tapi cara kita memahaminya. menganggap satu adegan dalam video klip sebagai bentuk normalisasi perilaku justru menunjukkan betapa dangkalnya cara kita membaca karya. seni sejak dulu tidak pernah diciptakan untuk menjadi buku panduan moral yang steril, melainkan untuk merepresentasikan realitas, emosi, dan perspektif manusia apa adanya.
yang juga sering dilupakan, audiens bukan sekumpulan orang tanpa nalar yang langsung meniru apa yang mereka lihat. masyarakat punya kemampuan berpikir, menilai konteks, dan memisahkan mana ekspresi artistik dan mana perilaku yang pantas dijadikan teladan. ketika setiap visual langsung dianggap berbahaya, sebenarnya yang sedang kita lakukan adalah merendahkan kapasitas publik itu sendiri.
lebih jauh lagi, jika logika ini terus dipakai, maka banyak karya seni harus disensor hanya karena ada kemungkinan disalahartikan. film tidak boleh menampilkan kekerasan, musik tidak boleh menampilkan kegelisahan, sastra tidak boleh menyinggung realitas yang pahit. padahal justru di situlah fungsi seni, memotret kehidupan dengan jujur, bahkan ketika kenyataan itu tidak selalu nyaman dilihat.
jadi sebelum buru buru menuduh sebuah karya sebagai bentuk normalisasi, mungkin yang lebih perlu diperkuat adalah kedewasaan kita dalam membaca karya. karena sering kali yang bermasalah bukan ekspresinya, melainkan cara sebagian orang terlalu cepat menghakimi tanpa benar benar memahami konteksnya.
Como 1907 is deeply saddened by the passing of Michael Bambang Hartono.
We extend our sincere condolences to the Hartono family and to all at the Djarum Group.
Under the family’s leadership, the Club has entered a new chapter in its history, and we remember him with gratitude and respect.