Temen² kritik tsb pure ditujukan sebagai bentuk aware terhadap kondisi akademik di Indonesia terutama dalam pengelolaan jurnal. Kita berharap kedepannya jurnal² ilmiah dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan ilmu yang progresif🙏
@iniarsekal Betul kak, kebanyakan orang milih kualitatif kaena dianggap gampang daripada kuantitatif. Padahal kualitatif justru lebih kompleks karna harus bener² kupas tuntas fenomena yg ada secara detail. Beda dengan kuantitatif yg bisa langsung diartikan dari hasil statistik🙏
Ijin mengkritisi artikel kamu ya kak, disclaimer disini aku bukan stan kedua grup tsb. Untuk sekelas sinta 3, artikelmu secara substansi masih belum memenuhi kaidah penulisan karya. Jujur aku kaget sekelas sinta 3 berani accept artikel yg jumlahnya hanya 5 hal :")
@bberisiq Bakal nimbulin efek berantai kak, penelitian A yg tidak valid dijadikan rujukan penelitian B dst. Yasudah bakal inkonsisten terus sampe akhir, lha wong dari akarnya aja sudah salah :(
@miesmaeve Kalau kasusnya seperti ini seharusnya dari publihsher minta revisi besar²an atau malah direject kak karna yaa memang dari aspek substansi dan tata tulis pun belum disebut layak utk masuk sinta 3
Jujur sedih dan miris melihat kasus seperti ini bisa sampai ke tahap akademik dan TAHAP DIBUAT JURNAL ILMIAH yg notabenenya butuh waktu cukup panjang untuk menghasilkan riset yg tajam dan berkualitas :(
Ijin mengkritisi satu hal lagi yaa kak, melihat uraian analisis datamu sebanyak ini mulai dari legal interpretation-legal comparison sangat amat bisa utk menyajikan uraian yang lebih logis dan komprehensif. Seperti yg ditekankan sebelumnya pentingnya uji keabsahan data kualitatif
Pengalaman publish artikel sinta 3 yg lumayan panjang prosesnya karna bolak balik revisi, kalau ngga sesuai sama yg dimau reviewer ya kena reject. Sekian insight dari aku, semoga ke depannya kakak bisa memahami menulis artikel ilmiah tidak semudah menulis opini pribadi 🙏🙂
@lousiessly Mjb kak, uraian pembahasannya juga aku cermati ngga on point maksudnya terlalu memojokkan kasus koreanya dibandingkan komparasi dengan Indo sebagai negara pembanding. Kalopun mau comparative better bisa merujuk ke negara² yg memang punya kasus serupa jadi insightnya dapet cmiiw🙏