Di profil Twitter saya, ada ilustrasi gambar ini cukup lama yg jadi pengingat kenapa ekonometrika sebaiknya dipakai dgn rendah hati, bukan seperti tongkat sihir akademik.
Berikut ini beberapa tweets alasannya:
@adrian_afdy@yuradelita FYI aja kak, KMP itu jenisnya ada yang kopdes dan kopkel. Kalau di desa namanya kopdes, kalau di kota namanya jadi kopkel (koperasi keluarahan) π
Di kotaku sudah ada kopkelnya, walau isinya masih kosong sih.
@txtambis Yang PK masih bias kurikulum mana yang dipakai. K13? Kurmer? Atau irisannya? Selain itu ini matematika wajib kan? Bukan matematika minat/lanjut?
@qrstyoo__ Melihat fenomena lokasi UTBK yg gabisa milih + rencana pengurangan kuota mahasiswa PTN , tambah suram dah panitia tahun ini π₯²π₯²π₯² CC @nakamatika
@pianekek@sosmedkeras Jawaban real: Kalau SMK sama sekolah swasta tidak ada zonasi. Meskipun sekolah negeri engga 100% zonasi (ada jalur prestasi dan perpindahan ortu)
@hrdbacot hati2 aja, US malah ada sistem namanya at-will. takutnya diminta ganti model kek gini wkwkkw
Bener dihapusPKWT dan Outsourcing, cman jgn sampek mereka demand at-will dan kita oke2 aja.
Di umur berapa kalian tau kalau yang bikin skripsi susah itu bukan nulis, tapi nyari research gap?
Research gap itu krusial, kalau gap-nya ga valid proposal kamu gampang "ditembak" dosen.
Gap yg diambil mahasiswa seringkali kurang di-backup dengan literatur, sehingga hanya akan dianggap sebagai asumsi penulis.
Di thread ini aku mau share tools + langkah singkat utk bantu kamu mencari research gap.
Save thread ini buat kamu baca nanti.