Nggak semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional. Mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosinya gak setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa
Seperti Adam dan Hawa yang melahirkan sekian banyak jenis, cinta lahir dalam sekian banyak bentuk, Lihatlah dunia penuh dengan lukisan, namun ia tidak memiliki bentuk.
Tanahnya diperebutkan, airnya dikuasai, hasilnya dinikmati mereka yg kuat. Namun ketika negeri meminta cinta, yg dipanggil justru meraka yg paling sedikit mendapat bagian. Barangkali begitulah nasionalisme: