Kalo orang ngerokok di motor baru ku sangat benci tapi kalo ngerokok untuk kebutuhan video klip di kora-kora dan sudah pasti orang-orang di belakangnya juga adalah extras dan kora-koranya dibayar dan untuk kebutuhan kesenian kayaknya sih nggak apa apa ya.
“Normalisasi Lebaran gak masak2, normalisasi Lebaran gak posting foto apa2, normalisasi Lebaran sedih, normalisasi Lebaran biasa aja, dll dll”
Lo kali yang gak normal!
Umat muslim diperintahkan merayakan Idulfitri dan Iduladha, bukan hari raya lain!
Sifat asli seseorang jarang terlihat saat semua baik-baik saja.
Tapi perhatikan ini:
• Anak → saat orang tua menua
• Istri → saat suami jatuh miskin
• Suami → saat istri sakit
• Saudara → saat harta dibagi
• Teman → saat urusan hutang muncul
Ujian hidup itu seperti lampu sorot. Bukan untuk mempermalukan, tapi untuk memperlihatkan siapa yang benar-benar tulus dan siapa yang hanya ada saat senang.
@insidefolkative Libur (bukan wfh) 1 bulan full, bulan juni waktu itu dan gaji diberikan full tanpa potongan. Ibarat kata nganggur dibayar. Bukan pns yee
Pernah dengar kalimat ini?
“Jangan begitu sama orang tua. Nanti kalau mereka sudah nggak ada, kamu nyesel.”
Kalimat itu sering banget kita dengar.
Dianggap nasihat.
Dianggap bentuk bakti.
Dianggap standar moral paling tinggi.
Tapi coba kita putar sudut pandangnya.
“Jangan begitu sama anak. Nanti kalau kamu sudah tua, anakmu memilih menjauh.”
Tiba-tiba suasana berubah.
Orang mulai defensif.
Merasa diserang.
Merasa perannya sebagai orang tua digugat.
gaji gua 80 juta/bulan sebagai manager regional, istri gua 30 juta/bulan sebagai affiliator di TikTok.
- tiap bulan cuma kepakai 7 jutaan buat kebutuhan sehari-hari
- tiap bulan menyempatkan liburan ke luar kota, setahun sekali keluar negeri
- tabungan pensiun menyentuh angka 4 M
- rumah udah beli cash tanpa riba, ga nyicil
- mobil sudah ada 2, satu untuk istri satunya buat kerja
di umur 30-an ini, menikmati slow living di klaten, rasanya nyaman, tenang ~ anak-anak sekolah di sekolah favoritnya.