🇵🇸PALESTINA Tempo Dulu🇵🇸
PALESTINA adlh Lambang Kemajuan & Kemakmuran, sejarahnya adlh petunjuk & pelajaran
Bgmna seharusnya memperlakukan orang asing dengan ramah tnpa membuat kita akhirnya terjajah
Kebaikan yg berlebihan membuat pribumi justru terancam
Salam Maghrib
@Hidupsebagai62 Semoga didengarkan dan diaplikasikan. Ini sudah bagus. Terjamin bersih, sehat, tanpa korupsi. Sudah bertahun². Hidup2kanlah kantin sekolah.
Viral dan Heboh.
Jalan ini tidak boleh dilewati pejabat pemerintah.
Suara rakyat cilacap_Jalan ini bukan hasil janji, tapi hasil keringat.
Saat proposal diabaikan dan aspirasi dianggap angin lalu, warga memilih bergerak sendiri—tanpa seremoni, tanpa baliho nama pejabat.
SIKAP SAYA!!!
Yang tidak setuju kita tetap berkawan kok santuy aja wak.
Saya tidak bersuara untuk membela Nadiem karena bagi saya, selain dugaan korupsi, perannya dalam merusak sistem pendidikan Indonesia sudah jelas.
Sejak era kepemimpinannya, mutu pendidikan nasional terlihat suram dan tidak terarah. Mungkin tuntutan 18 tahun terlihat besar, tapi jika dibandingkan dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan, itu masih belum sebanding. Seharusnya tuntutannya 30 tahun atau bahkan seumur hidup.
Hukuman apa yang pantas bagi seseorang yang telah merusak masa depan pendidikan bangsa? Bagi saya, jawabannya adalah hukuman seumur hidup atau hukuman mati.
Soal korupsi mungkin masih bisa diperdebatkan, tapi soal perusakan pendidikan, ini bukan opini, ini fakta.
@BangPino__@Jangkrikgengg15 Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Ir. H. BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE, FREng.
semua gelar & ijazahnya asli, kinerja & prestasinya nyata, bagi dunia terutama bagi Indonesia.
gak banyak drama, hanya dalam 17 bulan terbukti sukses menyeret dollar dari 16ribuan ke 6ribuan.
"Anda bisa menipu semua orang untuk sementara waktu, dan sebagian orang untuk selamanya.
Namun, anda tidak bisa menipu semua orang untuk selamanya"
(Abraham Lincoln)
Jika ada persidangan atas Laporan Polisi anda kepada saya, pak Jokowi, anda harus datang. Tidak bisa mangkir.
Kemarin-kemarin anda bisa mangkir. Tetapi untuk Laporan Polisi yang anda buat dengan nama saya, persidangan akan membuat anda HARUS HADIR sebagai saksi pelapor.
Dan, atas 709 dokumen yang disita oleh POLDA dan disiapkan menjadi barang bukti, saya sudah siapkan lebih dari 2.000++ pertanyaan yang harus anda jawab secara langsung, tidak bisa diwakilkan.
Dan persidangan WAJIB terbuka, sehingga 280 juta rakyat akan mendengarkan jawaban anda atas 2.000++ pertanyaan saya atas 709 dokumen itu.
Dan saya pastikan, butuh sekitar 4 tahun sidang bahkan lebih untuk menyelesaikan 2.000 pertanyaan itu.
Belum lagi pertanyaan saya terhadap 130 saksi yang meringankan anda.
Saya sebagai tersangka, berhak untuk bertanya kepada mereka di persidangan nanti, dan mereka WAJIB menjawab semua pertanyaan saya.
Setiap saksi akan saya tanya tiga hari tiga malam sampai saya puas.
Saya sudah menduga siapa saja mereka: orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai teman kuliah, teman KKN, teman SD, SMP, SMA, Guru-guru, Dosen-dosen, saya sudah membuat daftar siapa saja mereka, sudah saya buat profil mereka, sudah saya investigasi mereka, dan dengan ilmu Neuroscience saya sudah bisa mengidentifikasi jawaban dan penjelasan apa yang dicangkokkan di otak mereka.
Saya pastikan saya akan bikin mereka terkencing-kencing dengan ribuan cecaran pertanyaan saya, selama berhari-hari, selama bertahun-tahun.
Dan pada satu titik di antara hari-hari sidang itu, KEBENARAN yang semurni-murninya, sejelas-jelasnya, seterang benderangnya, tentang Ijazah anda, juga masa lalu anda, juga siapa sebenarnya anda, akan terbuka.
Jika anda tidak mencabut Laporan Polisi anda, mari kita siapkan kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan otak, dan kesehatan jiwa, untuk menjalankan persidangan, yang akan saya buat sangat panjang dan sangat lama, sangat rumit, sangat complicated, sangat menghabiskan dana negara, dan sangat membuat siapapun Lansia dengan penyakit Autoimun berat, tak akan sanggup menghadapinya.
Anda menuduh saya dengan pasal bukan main-main. Pasal dengan ancaman hukuman 6 tahun, 8 tahun, 12 tahun.
Artinya anda ingin menghancurleburkan, menghabisi hidup saya, itulah kekejaman dan kejahatan yang luarbiasa dilakukan oleh mantan Presiden kepada rakyatnya yang bertanya atas sebuah Dokumen Publik: Ijazah Presiden.
Karena itu, dengan segenap kekuatan batin, kekuatan jiwa, kekuatan otak dan kecerdasan saya, akan saya hadapi anda di pengadilan, jika memang anda ingin pengadilan terjadi.
Ingat, Laporan Polisi anda yang buat, maka, anda pak Jokowi, HARUS HADIR!