@tanyakanrl dia tuh apa ya, bener2 gapantes jdi presiden. wibawanya ga ada sama sekali. public speakingnya ancur, tiap pidato ga pernah bahas isu yg bener2 penting. indo lagi krisis dia asik jalan2 ke luar. di panggil presiden juga ga gapntes.. kapan matinya sih, udh tua bongkot juga
MBAAKK ⁉️ Mau bilang makasih sama kamuu udah bikin tutor kurangin data sistem di hp 😭😭 Gaperlu 2 menit sih, langsung nyalain lagi dari storage 8,86 jadi 1,3 😭🙏
Menurut gw, having a child itu keputusan yang paling sakral dalam hidup manusia. Bahkan daripada menikah.
Karena kita menghadirkan satu jiwa baru lagi di dunia yang seperti ini. Yang one day kita akan lepasin gitu aja, sementara kita jg akan dimintai pertanggungjawaban.
Sayangnya, banyak orang mikir punya anak sekadar ngelahirin, ngasih makan, udah.
Padahal tiap manusia punya kebutuhan dasar dan banyak hak, sampai aspirasi dan cita2 yang menurutku parents musti turut bertanggungjawab.
ternyata ini alasan herfiza ga peduli gosip apapun yang menimpa suaminya.
"kita perempuan tidak dihisab atas kesalahan suami, jadi tidak perlu repot-repot bersaksi di akhirat nanti".
sedih ga sih tiap hari ngeliat dunia makin jahat ke orang-orang yang lemah, tapi lo ga bisa berbuat banyak buat ngubah semua itu.. berdoa, berdonasi, bersuara mungkin itu doang. everyday the evil wins and there’s nothing you can do about it.
@SoftWarNews Kan emang kumpulannya para penjahat perang, masak engga sadar sih disitu ada pemimpin yang bau tangannya masih segar darah dari aktivis 98.
(Mohon dimaklumi, akun gratisan)
Yang disampaikan anak muda ini adalah keresahan kita semua (kecuali yang tertipu atau dapat benefit dr ketidakberesan ini)
Silakan disebarkan artikulasi ini, atau setidaknya komen di sini.
Kita harus membuka banyak mata.
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
org ngira hawa dingin itu lebih ‘mending’ dibanding hawa panas
meanwhile di dunia aja, banyak org yg ‘lebih tersiksa’ dgn musim dingin dibanding musim panas. kulit kering sampai pecah pecah dan berdarah, ga sedikit yg bisa hipotermia, dll.
di neraka?
disebutkan di salah satu hadits bahwa penghuni neraka yg terkena zamharir ini sampai minta minum air panas dari neraka, tapi air tsb bukannya ngilangin haus tapi membakar kerongkongan mereka sampai habis. lalu mereka balik lg nyari air dingin utk mendinginkan, tapi air tsb juga menyiksa.
mereka hidup full dlm ketersiksaan😰