Solusi paling cepat adalah meyakinkan masyarakat dengan turun ke bawah, sentuh hati mereka, berjabat tangan dengan lebih banyak rakyat serta jelaskan kepada mereka untuk bisa memilih sesuai hati nurani.
Mengikuti kades yang tersandra berarti menyelamatkan keburukan dari Desa anda sendiri.
Beberapa point itu masih akan bisa terkejar dengan menggeruduk dan berbaur dengan masyarakat untuk belanja masalah di setiap desa serta duduk bareng, yang saya yakin bisa menjadi kekuatan yang muncul riil dari masyarakat.
Kurangi gerakan euforia dengan tangan panjang influencer yang terkadang justru bikin blunder. Serta buatkan narasi yang tidak keluar dari jalurnya Jawa Tengah. Sebab, suara-suara di udara itu haruslah diorkestrasikan untuk menguatkan, bukan melemahkan.
Mari bersama-sama bekerja bergerak dan berupaya agar Jawa Tengah tidak diambil alih boneka-boneka kepentingan.
Karena Mas Rambo bisa menjadi Pemimpin yang di takuti para pengembara pungli dan penerima gratifikasi.
Latar belakang yang sudah pernah dijalankan selama menjadi TNI menjadi modal kuat Mas Rambo untuk Menjadi Pemimpin yang Berintegritas dan berani menolak Gratifikasi.
Mas Andika dan Mas Hendi, perkasa dan hebat untuk Jawa Tengah. Saya yakin Jawa Tengah pasti tetap Gayeng….
Sebuah Utas:
*Perang Bintang Jateng, Catatan Seorang Loyalis Andika-Hendi*
Pilgub Jateng mulai menghangat. Terlebih di udara, yang seringnya lebih membara dari kenyataan. Mas Andika dan Mas Hendi, tampaknya harus juga segera menjaring elektoral. Jangan terhibur dengan heroiknya udara, Tiktok IG dan X yang mungkin lebih membahana.
Riuhnya di udara hanya akan meningkatkan kepercayaan diri tim dengan laporan 'Riuh Jenderal', hingga terkadang membuat lupa untuk menyentuh tangan rakyat. Berjabat tangan dan membau keringat rakyat meski tak terlihat, padahal akan jauh lebih bermakna dan melekat di hati.
Tak hanya itu, Mas Andika dan Mas Hendi kiranya juga punya pekerjaan rumah. Pilkada serentak ini tentu membuat peta pilkada di kabupaten kota tak begitu sejalan dengan pilgub. Ini yang sepertinya akan membuat masyarakat bingung, pada siapa hatinya akan berlabuh untuk Pilgub kali ini.
Sebab apa, tak sedikit calon yang diusung PDIP di pilkada kabupaten kota 'terpaksa' menyandingkan gambarnya dengan calon lain yang tidak diusung PDIP untuk Pilgub karena koalisinya tak selaras. Dilematis bukan?
Ini tentu harus menjadi perhatian penting tim pemenangan Andika-Hendi dalam berkampanye. Saya melihat, ueforia di udara ini justru melenakan. Banyak KOL dan influencer hanya menggiring opini yang tidak substansi. Selain itu, banyak masyarakat Jawa Tengah yang tak begitu menghiraukan riuh rendah narasi-narasi yang tersebar di medsos X.
Untuk itu, perlu kiranya Mas Andika dan Mas Hendi untuk lebih banyak turun ke masyarakat. Datangi rumah warga bersama calon Bupati dan walikota serta Duduk bersama masyarakat dengan senyum hangat Mas Andika untuk belanja masalah di Jawa Tengah.
Mas Andika, adalah sosok yang terlihat hangat dan menyenangkan sedang Mas Hendi mempunyai sikap humoris sederhana yang bisa meyakinkan masyarakat Jawa Tengah. Melihat beliau berdua, saya yakin banyak masyarakat antar generasi akan terpesona. Inilah kesempatan, mengambil hati masyarakat, mengajak mereka bersama, berdialog membangun Jawa Tengah.
Tugas berikutnya adalah di mana lawan Andika-Hendi, terutama wakilnya adalah mantan gubernur Jateng. Tentu sudah banyak dikenal masyarakat, bahkan memiliki modal hampir 20 persen suara tanpa partai politik dengan keberhasilannya meraih suara pada pencalonan DPD kemarin. Selain itu, sosok ini juga memiliki jenjang positif ketika bersama Mas Ganjar memimpin Jawa Tengah di periode sebelumnya.
Meski Cagub sebelah cenderung tidak menjual karena sentimen negatif institusi sangat tinggi, apalagi teman-temannya sendiri kalo ditanya pasti cemburu karena menuju Bintang tiga dengan jalan ninja. Seorang Perwira non Akpol yang bisa berpangkat sampai tingkat Komjen.
Semua itu atas ucapan terima kasih siapa? tidak perlu saya jelaskan karena hampir banyak masyarakat pasti sudah tau dan paham perannya dalam membantu Penguasa sampai pada titik ini.
Tugas lanjutan adalah Kepala desa (Lurah), kepanjangan tangan kedua setelah Bupati/Walikota, mereka sudah banyak yang di kumpulkan dengan terang-terangan serta banyak intimidasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyandra Kades yang tidak mau membantu. Ini pun sepertinya sudah menjadi rahasia umum.
Karena apapun itu para kades bisa dan sangat mudah di tulis dalam pasal penyalahgunaan Anggaran desa melalui banyak alokasi anggaran yang di kelola desa.
Hal itu sangat dimanfaatkan untuk mengunci langkah kades, yang sebelumnya mereka tegak lurus merawat kandang banteng karena perjalanan politik mereka berawal dari itu. Tetapi jika itu sudah menyangkut masalah hukum, apa daya mereka sebagai kepanjangan tangan Bupati dan wali kota sudah terpupuskan.
Late post ya kak 🙏🏻 @L_BerbagiKasih
Beasiswa Adek Ridwan done bulan Desember
Maturnuwun om @sherpa701 ayah @WagimanDeep212_ dan bunda @Shellenaa__ Ats kebaikan jenengan semua🫶🏼
KPK...ketuanya bermasalah.
MK...ketuanya bermasalah, meloloskan bocah "crondolo" jdi cawapres.
KPU...ketuanya bermasalah, meniadakan debat.
Lha terus mau kemana *Indonesia* ini..?!?!
Indonesia milik kita,
Bukan milik keluarga.
LAWAN!!
Pengakangan konstitusi dan demokrasi
Setiap diri pasti punya proses penyucian diri. Atau yang oleh saudara kita di Pulau Rote disebut safe tasioe. Inilah tradisi yang masih dijaga sampai sekarang. Untuk merawat masa silam sebagai bekal membangun masa depan.
Ini loh capres gw yg selalu menghargai orang yg lebih tua dan menghargai yg lebih muda, beliau tidak akan pernah menjaga jarak dgn rakyat,,
#GanjarTulusMelayaniRakyat 😍🤟
😔Maaf..
video ini bukan di Indonesia 🥺
.
.
...
Kalo disini,
besoknya dibuatin aturan baru
sama pamannya,
bebas mo lewat pintu mana pun
utk si keponakan.. 😌
Keren nih ada petani milenium 👍👍
Capres Ganjar Pranowo berkunjung ke lahan bengkok milik Desa Karangpucung Kecamatan Kartanegara Kabupaten Purbalingga, Senin (30/10/2023) malam.
Ganjar langsung meluncur ke Desa Karangpucungk arena penasaran dengan kisah sukses petani milenial yang ada di sana.
Benar saja, rasa penasaran Ganjar terobati setelah melihat hal yang membanggakan. Tanah bengkok di desa itu telah disulap menjadi agrowisata yang menghasilkan produk pertanian dan peternakan.
#SahabatGanjar #GanjarMahfud2024