LE DIJE A MI PSICÓLOGA: “ME SIENTO VACÍA. Solo trabajo, llego a casa y me quedo tirada en el sofá.”
Se quedó en silencio. Después de unos segundos sonrió.
Luego me miró y dijo:
anehnya semua berjalan seperti biasanya, rutinitasku, tertawa saat ada yg lucu, tapi sekali lagi saat sendiri sunyiku berisik, kosong dengan cara sulit kujelaskan, kemudian kusadar yg hilang bukan cuman kamu nak, tapi semua harapanku
aku bisa bercerita banyak dengan tulisan, tapi saat dihadapan org lidahku keluh, rasanya mataku lebih jujur dari mulutku yg terus berkata yaaa saya baik baik saja
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu ga perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”