Pada 13 Mei 1998, kerusuhan sistematis meluas secara kompak dan terjadwal dari sejumlah titik yang disebar merata di Jabodetabek.
Padahal, para pendemo lagi sembunyi di kampus karena takut sniper pasca Trisakti.
Terus, siapa yang rusuh di luar sana?
Aparat hilang tiga hari.
Jakarta sepi dari tentara. Tentara pasukan Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus yang harusnya ada di Jakarta kompak hilang selama tiga hari berturut-turut. Bos-bos mereka yaitu Pangkostrad, Pangdam Jaya, dan Pangkopassus juga tidak ada di Jakarta.
Akibat kekosongan ini, tidak ada yang melindungi warga ketika gerombolan preman berjumlah besar merongrong masuk ke rumah warga di kampung, sadis memukuli ibu-ibu penghuni rumahnya dengan benda tumpul sampai rusak, membunuhnya, memerkosanya, mencuri sofa dan TV dan lemarinya, membakar rumahnya, lalu pindah ke rumah berikutnya.
Perempuan random dalam jumlah ratusan diseret keluar oleh gerombolan preman buas dan diperkosa beramai-ramai di jalanan. Orang yang mencoba melindungi mereka dipukuli dan dibunuh massa preman.
Pemerkosaan massal, pencurian, pembunuhan, pembakaran, penyiksaan, teror, dan pembantaian sadis berdarah melanda setiap daerah Jakarta dengan merata, rapi, teratur, dan berjadwal.
Ada salah satu preman perusuh yang ditanya asalnya dari mana. Dia menjawab: Tasikmalaya.
Ternyata, ada pihak yang mengumpulkan dan mengangkut segerombolan besar preman jalanan sepertinya dari Tasikmalaya ke Jakarta dengan truk. Setelah diturunkan di lokasi kerusuhan, ia disuruh membakar gedung, memerkosa, mencuri, dan merampok rumah dan toko penduduk Jakarta.
Laporan yang lain seperti dari AsiaWeek menemukan gerombolan preman, maling, bandit, dan penyamun dari daerah yang lain. Ada yang dari Lampung. Ada yang dari Timor Timur, dikumpulkan dan dibawa dengan pesawat kargo ke Jakarta sebelum kerusuhan.
Preman-preman yang ini juga dibawa pakai truk ke lokasi pemerkosaan dan pembantaian massal manusia di tengah kota Jakarta, dan menerima instruksi dari walkie talkie. Ini baru dua laporan saja.
Kenapa Tuntutan Jaksa di Kasus Nadiem ini Gk Masuk Akal?
Ayo kita bandingkan
Harvey Moeis
• Kerugian negara 300T
• 20 tahun penjara
Pak Nadiem Makarim
• Kerugian negara 2,2 T
• 27 tahun penjara
Asli udah pesimis banget sama negara ini
Yg paling gedeg adalah, mereka2 voter 02 yg privileged bisa baca tulis, berpendidikan tinggi, bisa mikir dan bernalar, tapi males baca visi misi, boro2 analisis komparasi visi misi ketiga paslon, gamau ngecek riwayat masa lalu paslon, males nonton debat, dll kek duh DUH, WHY? 😤
MEMBEDAH SISI GELAP 68,94% USIA PRODUKTIF.
Data menyebut 68,94% penduduk Indonesia usia produktif adalah "Bonus Demografi".
Namun, tanpa kedaulatan upah dan lapangan kerja formal, angka ini hanyalah statistik yang menyembunyikan bom waktu ekonomi.
Sebuah utas..
repeating "YA ALLAAAAH LONCAT AJA KALI YA GW" 1000x in my head and then remember all the things & souls i'm responsible for and then move on bcs i cannot afford to die rn
@unudmenfess kenapa gak langsung kamu tegur tadi nder? daripada kamu duluan ngemenfess gini dan malah ngegiring opini publik yang kita gatau fatalnya nanti bisa sampe semana...
Aku perempuan, aku buruh.
Tulisan ini aku dedikasikan untuk menghormati kejadian yang baru saja terjadi belakangan ini dan momentum yang sedang diperingati hari ini, hari buruh. Semuanya melibatkan perempuan di dalamnya.
“I don’t think you and I are very closely related, but if you are capable of trembling with indignation each time that an injustice is committed in the world, we are comrades, and that is more important.”
— Ernesto Che Guevara
Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah.
Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan.
Selamat Hari Buruh
#Muhammadiyah
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
“Kepentingan rakyat tidak akan pernah bisa diwakilkan oleh orang² yang tidak hidup seperti rakyat...” [ Tan Malaka ]
aku sering pergunakan kalimat Tan Malaka di atas, kata 'rakyat' kuganti konteksnya dengan kata guru, orang miskin, penumpang KRL, dll.