Kesalahan pemula yang sering bingung bedain γ― dan γ
Untuk pemula, cukup ingat ini dulu:
γ― = penanda topik (main topic)
γ = penanda subjek/objek yang ingin ditekankan (lebih detail)
Kebanyakan pemula langsung belajar terlalu luas, malah jadi pusing sama pembahasan seperti:
- βγ―βartinya βkalauβ
- βγ artinya βtapiβ, βmerendahkan diriβ, βintroβ, diikuti kemampuan atau eksistensi
Intinya kuasai pondasinya perbedaan fungsi wa dan ga dulu. Baru bahas & pelajari ke fungsi lainnya ππ
LAGI LAGI SOAL BULLYING
Kang Subin (27) seorang perawat yang meninggal dunia setelah bertahun tahun jadi korban bullying oleh seniornya
Subin tuh seneng banget akhirnya bisa kerja di RS karena itu impiannya. Tapi keadaan mulai berubah setelah dia jadi sasaran taeum (perundungan terhadap perawat junior). Awalnya masalah muncul karena hal sepele, pas lagi duduk menerima pesanan minuman atas permintaan perawat lain, seorang senior bilang "Memangnya dia sudah pantas duduk di situ?" Sejak saat itu, Subin sering dimarahi dan dipermalukan di depan rekan kerja lainnya dan pas shift malem juga denger seniornya yang bilang "Aku bisa bikin perawat baru itu sampe kepikiran bunuh diri"
Subin berkali kali melapor ke atasan dan pihak rumah sakit, bahkan sampai menjalani perawatan psikiatri karena depresi dan insomnia. Namun tindakan yang diambil hanya pemisahan jadwal sementara, lalu ia kembali harus bertemu para senior yang sama. Saat meminta bantuan lagi, ia disebut mendapat jawaban bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan.
Tahun 2025 dia resign, tetapi kondisi mentalnya terus memburuk. Ia melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Ketenagakerjaan Korea, namun dari 3 orang yang dituduh melakukan perundungan, hanya 1 yang diakui melakukan bullying dan hukumannya cuma teguran. Ketiganya masih bekerja di rumah sakit yang sama sampai sekarang.
Dalam buku hariannya, Subin menulis bahwa setiap hari terasa seperti di neraka dan meminta agar para pelaku tidak datang ke pemakamannya. Setahun sebelum meninggal, ia juga menulis surat untuk dirinya sendiri:
"Aku harap setahun lagi kamu masih hidup dan hidup dengan bahagia."
Namun harapan itu tidak pernah terwujud. Kasus ini kembali memicu kemarahan publik terhadap budaya taeum dan minimnya perlindungan bagi korban di lingkungan rumah sakit Korea.