Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Dia diplomat karier, dia tau bgmn bersikap krn pnya bnyk pengalaman
Kemudian, keberadaannya diganti anak kecil bekas ajudan yg tugasnya bawain handuk basah buat majikannya yg gk kuat gerah, boro2 punya pengetahuan diplomatik
the way this is the reality we get when we put a murderer in charge killing us systematically, like its just another policy. when he finally shows up as pahlawan kesiangan, the whole area already a graveyard and we are the ones he buried to get there. this is indonesia🫶🏻
Orang ini paling kencang teriak anti asing tapi di saat yang sama paling kencang juga memakmurkan asing. Be consistent, Mr. President. Be consistent. Make up your mind.
Siapa yang menciptakan lapangan kerja?
Spoiler: Bukan pemerintah!!
Lapangan kerja muncul dari dua sumber utama:
- Pengusaha lama yang memperluas usaha/ ekspansi.
- Investor baru yang bawa modal buka usaha
Tanpa dua ini, lowongan kerja tidak akan tumbuh. Pemerintah tidak bisa menyulap pekerjaan dari ruang kosong
Apa peran pemerintah?
Bukan menciptakan kerja langsung, tapi:
- Menyediakan infrastruktur
- Menjamin kepastian hukum
- Menjaga stabilitas politik & sosial
- Menciptakan iklim investasi yang sehat
=> Itu semua fondasi agar pengusaha & investor merasa aman untuk bawa modal buka usaha
Bayangkan, misalnya kita punya uang mau investasi di satu negara, namun :
- Aturan berubah-ubah.
- Ada ketidakpuasan -> pengusaha ditekan demo.
- Politik gaduh -> elite saling jegal.
- Polarisasi luas di masyarakat.
Maukah kita bawa uang buka usaha di lingkungan tersebut?
Iklim investasi itu seperti tanah.
Kalau tanahnya subur (stabil, aman, jelas), benih usaha akan tumbuh.
Kalau tanahnya rusak (gaduh, tak pasti), benih pun mati sebelum tumbuh.
=> Lapangan kerja tumbuh dari benih yang ditanam dan dirawat bersama, bukan dari janji-janji politisi.
Kesimpulan:
Pemerintah bukan pencipta kerja, tapi pencipta iklim
Yang menciptakan kerja adalah pengusaha dan investor yang merasa aman untuk membawa modal memperluas usaha disini
kuncinya :
- Stabilitas politik
- Ketertiban sosial
- Kepastian hukum
Konsep yg salah, PNS bukan diberi makan oleh pejabat/pemerintah (presiden or wapres) tapi dari rakyat melalui pajak kita.
Ini common sense g sih?
Atau bener kalo selama ini rakyat non PTKP, kalo ada uang/bansos itu mikirnya duit dari pemerintah bukan duit rakyat untuk rakyat?
EVALUASI MBG!
⛔ Guru repot mengatur MBG:
-membagikan
-mengikat
-mengumpulkan
-memastikan habis
-dipaksa mencicipi
-mengganggu jam ajar
⛔ sekolah terbebani tanggung jawab: -jika tempat makan hilang
-jika makanan tersisa
-jika keracunan
⛔ Orang Tua:
- tidak ada jaminan sehat
- resiko anaknya keracunan
⛔Siswa beresiko:
- tidak enak
-basi
-keracunan
-terganggu belajar karena ketiganya
Kenapa perlu dihentikan:
Ketika terjadi MBG basi/keracunan:
✅ tidak ada tindak lanjut
✅ tidak transparan
✅ tidak ada penjelasan
✅ tidak memperlihatkan adanya sanksi
Masyarakat/ orang tua, sekolah, guru dan siswa adalah pihak yang paling dirugikan. Padahal keempatnya adalah penerima program yang tidak terlibat dalam proses produksi MBG.
Makan bergizi adalah mandat kementerian kesehatan, dan makan sekolah (school meals) adalah kegiatan penunjang di sekolah dalam mendukung pembelajaran.
Ketika MBG malah beracun dan mengganggu proses belajar di sekolah, maka MBG harus dihentikan karena sistem pengawasan, dan mekanisme yang diatur kementerian kesehatan tidak dijalankan.
Sampai detik ini BGN belum pernah mengumumkan penyelidikan atas keracunan MBG, kemudian memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang bersalah. Sementara siswa, guru dan sekolah selalu dipersalahkan atas keracunan masal.
Jika ini diteruskan, tanpa pengawalan, pengawasan, dan evaluasi, kami khawatir keracunan akan semakin membesar.
Pemerintah harus bertindak cepat sebelum matahari terbit besok pagi, ketika MBG datang ke sekolah.
Ingat, MBG datang ke sekolah untuk membantu anak-anak kita belajar, melalui tambahan gizi, bukan tambahan racun.
"Tapi MBG bagus buat org miskin yang gabisa makan"
Tugas negara ngatasin kemiskinan itu bukan dgn ngasih makan gratis (apalagi beracun), tapi:
- mastiin ketersediaan bahan pokok
- mastiin rakyat bisa afford
Kalo ngasih makanan mateng mending buka katering jgn ngurus negara