Baca selengkapnya: https://t.co/D7S3vYHsJL
Sekuriti Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Vicol Harefa, mengaku didorong dan dimaki usai menegur pengemudi Alphard yang diduga menerobos lampu penyeberangan.
Vicol menyebut sopir tetap memakinya dan mengangkat kerah bajunya meski ia sudah meminta maaf di pos polisi.
~RK #Satpam #Alphard
cerita pahit seorang satpam saat menjalankan tugasnya:
- ada satpam halte busway di Bundaran HI
- dia negur mobil Alphard item yang nerobos lampu merah pas orang lagi nyebrang
- sopir sama 2 penumpangnya malah turun, dorong-dorong si satpam
- terus bilang "saya juga aparat, gak takut"
- satpamnya ajak ke pos polisi, tapi tetap didorong-dorong di jalan
- sampai di pos polisi, salah satu orang itu nunjukin kartu tanda anggota
- eh malah kepala pos polisinya nyalahin si satpam,
- katanya dia gak boleh ketuk kaca mobil orang
- si satpam akhirnya minta maaf, sampai sujud
- karena ngerasa gak ada pilihan lain dia sendirian,
- sementara orang yang berantem sama dia ngancem
- mau laporin dia ke tempat kerjanya biar dipecat
Wereng Coklat Makin Hari Makin Meresahkan 🤦
Momen Habiburokhman bentak Propam saat jelaskan soal penjual bensin tersangka timbun BBM ngaku diperas
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI dengan jajaran Polres Way Kanan dan Bidpropam Lampung membahas kasus pengecer BBM di Way Kanan, Lampung, berlangsung panas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7).
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman beberapa kali memotong penjelasan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Lampung karena dinilai tidak menjawab substansi dugaan permintaan uang Rp 50 juta kepada keluarga tersangka penimbunan BBM bersubsidi, Hartono, selama penanganan perkara tersebut.
Perdebatan bermula ketika pihak dari Propam menjelaskan hasil pemeriksaan internal atas laporan dugaan pemerasan oleh anggota Polsek Pakuan Ratu. Namun, Habiburokhman menilai penjelasan tersebut berputar-putar dan tidak menjawab inti persoalan.
Di dalam kasus itu, kuasa hukum tersangka, Resmen Kadapi, mengungkap adanya dugaan permintaan uang Rp 50 juta dari oknum dengan isyarat angka "5" dan "0". Habiburokhman kemudian mempertanyakan metode pemeriksaan Propam terhadap dugaan adanya isyarat itu sebagai kode permintaan uang Rp 50 juta.
Ini cerita anak kecil pinter matematika dari Purworejo:
- namanya Kintania
- umurnya baru 7 tahun, masih kelas 1 SD
- dia menang lomba matematika tingkat nasional
- karena menang, dia bakal ikut lomba lagi tingkat dunia di Jerman bulan Desember nanti
- buat berangkat ke Jerman butuh biaya sekitar Rp20 juta
- dan itu ditanggung sendiri sama keluarganya, bukan dibiayai negara
- bawa nama indonesia tapi tidak ada campur tangan pemerintah indonesia
Alert BDG!!
...Dugaan saya...
Untuk yang daerah bandung dan sekitarnya terutama daerah Mall Pasir Kaliki 23 atau Paskal 23 untuk berhati-hati di area parkirannya, terutama parkiran dibelakang dekat Matcha Maru.
Kejadian siang hari, ada 3 orang seperti "komplotan" ingin melancarkan aksi kejahatan.
Kejahatannya yaitu gesek nomer rangka dan nomer mesin kendaraan, kejahatan seperti hal ini sudah terjadi di beberapa tempat, mereka membuat BPKB palsu dengan nomer rangka dan nomer mesin korbannya.
Saya menduga ketiga komplotan ini sudah merencanakan aksinya. Sedikit cerita, ketika saya sampai di Mall Paskal23 sekitaran Parkiran Matcha Maru, ada seseorang yang memakai jaket + tas membawa motor Nmax Berwarna Putih (Plat nomer saya lupa), orang tersebut mengikuti saya hingga parkiran. Ketika saya sudah sampai parkiran, orang yang membawa motor tersebut menelfon rekannya, kemungkinan besar yaitu si Pelaku kedua yang memakai Kaos Hitam Celana Panjang tersebut.
Karena setelah Pelaku Pertama yang membawa Motor Nmax Berwarna Putih Tersebut selesai menelfon, si Pelaku Pertama langsung berangkat dan munculah Pelaku Kedua yang berpakaian Kaos Hitam Celana Panjang. Setelah itu, Pelaku Pertama yang membawa motor Nmax Putih menunggu di Parkiran dekat dengan Proyek yang ada Mobil Crane. Pelaku Kedua menunggu di depan mobil saya seperti orang mencurigakan. Pelaku Kedua tersebut memberi isyarat tangan menyilang kepada Pelaku Pertama...
Dugaan saya, mengapa Pelaku Kedua memberikan isyarat tangan menyilang kepada Pelaku Pertama yaitu memberitahukan bahwasannya target mereka tidak memungkinkan. Karena memang saya diam di Mobil untuk menunggu seseorang. Saya menghitung waktu tunggu mereka sekitar 30 - 40 menit di depan kendaraan saya dan akhirnya memberikan isyarat tangan menyilang. Tetapi tidak sampai situ saja, selang beberapa menit kemudian datanglah Pelaku Kedua yang membawa Nmax Putih dan Berjaket itu ke Pelaku Pertama...
Entah mereka membicarakan soalan apa, tidak lama kemudian si Pelaku Kedua Baju Hitam tersebut pindah posisi kebelakang Mobil orang lain tetapi mobil orang lain tersebut disebelah mobil saya. Saya memperhatikan gerakan orang tersebut, sepertinya saya tau kalau mereka komplotan "GESEK NOMER MESIN DAN NOMER RANGKA KENDARAAN".... Tidak selang lama, munculah Pelaku Ketiga, Pelaku Ketiga dan Pelaku Kedua mereka berdia dibelakang kendaraan orang lain tetapi bersebelahan dengan mobil saya...
Disitu saya sengaja mengarahkan Spion Sebelah Kiri dan Sebelah Kanan ke kearah bawah (Karena Posisi Nomer Rangka ada disamping ban belakang sebelah kanan dan Posisi Nomer Mesin ada disamping ban depan sebelah kanan)... Antara Pelaku Kedua dan Pelaku Ketiga itu saya tidak tau membicarakan persoalan apa, mungkin karena saya tidak turun juga dari kendaraan. Si Pelaku Kedua ke Arah depan mobil saya lagi dan Pelaku Ketiga masih diposisi belakang mobil....
Untuk Pelaku Pertama dia Standby dengan Motornya si Nmax Putih itu didekat protek yang ada mobil crane. Ketika saya tidak kunjung turun dari mobil. Akhirnya yang ke2 kalinya si Pelaku Kedua memberikan isyarat tangan menyilang lagi kepada Pelaku Pertama dan Pelaku Kedua (Tidak terekam oleh saya), setelah itu Pelaku Kedua memberikan Isyarat kepada Pelaku Pertama dan Pelaku Ketiga dengan memberi kata "Yuu" dalam artian sudahi saja karena target gagal....
Intinya dari sini adalah, untuk kalian berhati-hati yang mempunyai kendaraan bermotor. Karena kejahatan model seperti ini sudah banyak dimana-mana dan bahkan kejadiannya di siang hari... Saya sempat menemukan kejadian seperti ini di Parkiran Mall Summarecon Bandung Lantai 2, sama persis seperti ini. Komplotan 3 Orang, satu mengolong kedalam mobil, satunya lagi menunggu di tangga tempat orang turun ke lantai 1, dan satu orang lagi di lorong parkiran masuk dari lantai 1 menuju lantai 2....
cc : lowprofilbosss
Warung lontong diancam bongkar Satpol PP Pati jika tak bayar pajak 830 rb. Warung bakso dan pecel di Binjai ditagih pajak 3 jt/bulan. Negara sekarat, rakyat kecil diinjak. Masih kurang dzalimkah pemerintahan ini? Sementara bacot presidennya: "kami ingin memberi makan rakyat".
Astajimm 😱
Truk yg sudah ada aja buat ngangkut pasir, tebu, sound horeg, kolam keliling...
Ini mau ditambah 1 lagi..
Ternyata tidak mendengarkan sama sekali 😓
Prabowo ternyata bener, tentang perilaku APARAT yang Suka MERES RAKYAT... semoga dia belum berkeluarga, kasihan anaknya bisa KERACUNAN Makanan, jika makan HASIL NYOLONG
Pasti karena GAJI nya KECIL atau Kurang LATIHAN MORAL saat LATSARMIL...
pedagang pizza curhat di kenai pajak 10 %:
-didatangi satpol pp yang mendata usahanya
- kaget karena umkm omzet rp3 juta/bulan wajib bayar pajak 10%
- akui tidak menolak pajak,
- tapi pertanyakan logikanya untuk omzet sekecil itu
- dari satpol pp suruh naikin harga biar bisa bayar
- ragu saran petugas untuk naikkan harga jual, khawatir penjualan malah turun
- sindir pemerintah yang modal besar tapi sulit hasilkan pendapatan sendiri
Kementerian Koperasi yang harusnya paling bertanggung jawab atas keberadaan KDMP, malah bilang “nggak tahu menahu” soal pengadaan 1,8 juta kipas angin senilai Rp1,8 Triliun?!
Harganya sampe Rp11 jutaan per unit!!!
Demm!!!
Uang rakyat dibuat mainan segini?!
Oknum Polisi Diduga Rusak CCTV Warga Usai Pesta Miras,Korban Sebut Laporan Tidak Ditangani Oleh Polres Gowa
Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pengrusakan kamera pengawas (CCTV) milik warga di Barombong, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Pemilik CCTV, H. Andi Sunardi, menduga pelaku merupakan seorang anggota Polri yang bertugas di Sorong. Menurut keterangan Andi Sunardi, sebelum insiden terjadi, sekelompok orang diduga menggelar pesta minuman keras di depan rumahnya.