mulai sekarang gue akan selalu melawan buzzer yang lewat di timeline gue.
gak perlu mengubah 1 juta orang, gue cuma berharap ada 1 orang yang baca tweet dan comment gue terus mikir, "oh iya juga yah"
sekecil kecilnya perlawanan adalah perlawanan i guess.
@thewinner2026@formatmsdepan gue bilang "justru bagus kalau yang kaya juga paham" itu dalam konteks membalas argumen awal @formatmsdepan yang seakan-akan melarang orang "kaya" sambat soal politik.
baca lagi.
@thewinner2026@formatmsdepan kaga tau, tanya aja ke @formatmsdepan . kan argumen gue mah "semua kalangan boleh sambat masalah politik".
bitter banget idup lu sumpah, bergaul deh biar nyambung kalo diajak ngobrol
@lusia_ann coba hentikan program boros (mbg dan kopdes) lalu alihkan dananya untuk bangun iklim investasi yang baik (perbaikan birokrasi & sdm) niscaya akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan itu.
lu juga jadinya kaga perlu ngebuzzer 1.000 per tweet.
@formatmsdepan belajar lagi gih @formatmsdepan
gausah sok edgy anti orang "kaya". Bukan salah Mbak itu kalau ada orang yang cuma bisa beli telor, harusnya lu salahin pemerintah.
opini bodoh lu cuma bisa berbuah hatred dan konflik antar sesama rakyat.
@formatmsdepan gak ada yang salah. pov mbak ini membuktikan kalau politik berpengaruh ke semua kalangan, dari yang cuma bisa mampu beli telor sampai yang mampu jajan sushi aeon.
memangnya politik cuma punya kita yang miskin ini? justru bagus kalau yang kaya juga paham efek politik.
Demo mahasiswa dan buruh menghasilkan:
1) Jam kerja 8 jam sehari, lebih dari itu wajib dihitung lembur.
2) Ada upah minimum, UMR, buat buruh atau karyawan perusahaan.
3) UMR juga tiap tahun disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup.
Mau kaya gaji pokok PNS yang gak berubah dari tiga puluh tahun lalu? Kaya tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah dari 2007? Tuh kalau gak pernah demo, suka-suka mereka.
4) THR juga hasil demo tahun 1960an. Kita masih nikmatin sampai hari ini.
5) BPJS ketenagakerjaan.
6) Cuti tahunan minimum 12 hari.
7) Reformasi. Suharto turun.
Kalau nggak mungkin hari ini semua sosmed diblokir sama "Departemen Penerangan".
Mungkin semua berita di TV cuma datang dari "Berita Malam" sama "Dunia Dalam Berita" punya TVRI dan direlay semua TV swasta.
Pidato Presiden selalu live. Mau kalian dengerin "nyenyenye" live?
***
Semua itu kita nikmati hari ini.
Gitu banyak yang nyinyirin rakyat demo.
Macet paling berapa jam sih?
In case kalian lupa atau belum tau kenapa Universitas Indonesia “dipindahkan” ke Depok.
Marginalisasi secara fisik terjadi ketika pemerintah memindahkan lokasi kampus besar keluar kota. Pada masa itu, peminggiran ini dianggap sebagai pemutus akses informasi, relasi sosial, politik, dan organisasi mahasiswa.
Selain itu, ada trauma terhadap Peristiwa Malari (1974), di mana Soeharto menganggap bahwa gerakan mahasiswa sangat berbahaya untuk pembangunan ekonomi nasional.
Pemindahan UI ke Depok seiring dengan kebijakan politik yang membungkam gerakan mahasiswa. NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) adalah kebijakan Orde Baru (1978) yang bertujuan mengontrol aktivitas mahasiswa dan mencegah gerakan kritis terhadap pemerintah.
Kalau kalian dejavu, ya memang saat ini kita berada di Orde Baru Jilid II.
They turned all the CCTV off at central Jakarta following students protest today. Please protect yourself, each other, & your personal phone as well, guys.
🚨 UPDATE Situasi di lapangan siang hari ini. 🙏
Tim logistik di Jakarta terlihat tetap siaga membantu para peserta aksi. Banyak ibu-ibu yang turut hadir dan ikut menyediakan dukungan bagi massa yang berada di lokasi.
Buat yang haus atau lapar, kabarnya tersedia posko logistik yang bisa didatangi secara gratis.
Dari rakyat, untuk rakyat. 🇮🇩
Sumber: Peserta