barusan iseng liatin archive story
instagram, terus tiba-tiba mikir:
“ternyata, orang-orang yang singgah di hidup ini adalah jejak nyata dari goodness of god yang berhasil membentuk diri ini sampai dengan sekarang. setiap musim ada orangnya, setiap perjumpaan ada waktunya. tapi, diantara semua yang berubah, singgah, dan berpindah arah, hanya satu yang tetap dan setia penyertaannya.”
Kalo ada orang baik, orang minjemin barang, orang ngasih sesuatu, orang bantuin itu harusnya BERSYUKUR jangan sampe MANFAATIN atau jadi MEWAJIBKAN orang bersikap gitu🙏
Suddenly, the scariest part isn’t that I won't be loved by someone else.. but whether I’ll ever let myself believe that I am deserving to be loved at all, considering I’m starting to embrace how imperfect I really am—with all the flaws, mistakes and everything else.
udah masuk di fase yang ketemu orang dikit langsung paham.
“oh, ini seperlunya aja.”
“oh, ini muka dua.”
“oh, ini enak diajak temenan.”
“oh, ini sukanya ikut campur.”
“oh, ini cuma dateng pas butuh.”
“oh, ini ternyata nggak setulus kelihatannya.”
Anything I do for someone comes from a place of love. you’ll never have to question my intentions or wonder if there’s a hidden agenda behind my kindness. If I care about you, it’s real and not transactional. I show up because i choose to, not because i need anything from you.
bodo amat dianggap egois, udah di fase males nanyain keadaan hidup orang lain, kabar mereka, or even dengerin cerita mereka.
sekarang aku hanya akan bahas diri sendiri ke orang-orang. once, mereka mulai adu nasib, aku cubit congor mereka.
Ada seorang anak perempuan yang tidak di ajarkan cara mencintai dirinya sendiri,
Karena seumur hidupnya hanya di ajarkan agar tidak merepotkan orang lain🥹
From women to women
Habiskan waktu yang kamu punya untuk bertumbuh, bukan untuk menunggu siapapun. berkelana lah sejauh apapun yang kamu bisa, bangun karir sampai kamu merasa cukup bukan untuk memantaskan diri agar layak bersanding dengan siapapun melainkan supaya kamu menyadari harga dirimu sendiri