@LambeSahamjja Bias yang sering saya temuin di lapangan, pasti bilang lebih cuan kos. Ini orangnya umumnya 0 knowledge urusan bangunan dan per-kos-an. Ngurusin kos itu susah tapi membuat orang mau ngekos itu jauh lebih susah, dan lebih susah lagi memastikan yg ngekos bayar, paripurna
@aditoss Haha.. Bias ini memang ada. Seorang perenang berprestasi yg pernah ditanyain rahasia menangnya bilang "kumis, panjangkan kumis" (niatnya lelucon) . Tahun depannya banyak perenang berkumis.
Asal jeplak sah asalkan kaya, Binomo kayaknya baru kemaren, dah pada lupa ๐
@listyantidewi Bisa dipakai untuk mengurangi hasrat menambah gula. Jadi, tanpa naiknya volume air, rasa manis tidak terdilusi, stay disitu aja. Soalnya di bisnis minuman, memang ada trik nambahin gula sehingga ketika hampir tetes terakhir manisnya tetep. Yg harusnya agak hambar karena es cair
@aditoss Kalo "fomo meter" saya mulai memuncak, saya biasanya nanya gini ke diri saya "Bro, itu orang pulang bawa harta karun dari galiannya. Bro pikir logis harta karunnya dikarungin semua apa disisain buat mereka yang dia kasih tau?"
And the fomo meter just goes down gracefully
Untuk rekan-rekan, ada baiknya kita kurangi ekstensi browser sembarangan yang terpasang. Malware sekarang lebih suka hijacking sesi browsingnya kita daripada menginfeksi file dokumen menjadi exe seperti 1 dekade lalu.
Stay safe, stay secure
Mas, aku izin QRT ya ๐
Sedikit reminder buat temen-temen yang sering buka WhatsApp di laptop.
Kalau memungkinkan, gue pribadi lebih prefer pakai WhatsApp Desktop official dibanding buka WhatsApp lewat browser terus-terusan.
Bukan berarti WhatsApp Web otomatis gak aman ya. Yang perlu diperhatiin justru browser + extension yang kita install.
Kadang kita install extension karena keliatannya harmless: buat screenshot, download file, AI tools, dark mode, dan sebagainya.
Padahal beberapa extension bisa minta permission buat read & change data di website yang kita buka.
Bayangin kalau extension yang punya akses sebesar itu ternyata malicious dan WhatsApp Web kita lagi kebuka ๐
Belum lagi kebiasaan klik link random. Kalau ternyata link-nya phishing atau mengarahkan kita install sesuatu yang malicious, risikonya bisa jadi:
data atau aktivitas browser terekspos
isi halaman yang kita buka bisa terbaca/dimodifikasi
session/account berpotensi disalahgunakan
informasi sensitif dari chat bisa ikut terekspos
akun kita bahkan bisa dipakai untuk menyerang orang lain
Jadi yang perlu dijaga bukan cuma password.
Perhatiin juga extension apa yang kalian install, permission yang dikasih, link yang kalian klik, dan cek Linked Devices WhatsApp secara berkala.
Kalau ada device yang gak kalian kenal โ langsung logout.
Security kadang bocornya bukan karena sistemnya jelek, tapi karena kita tanpa sadar kasih akses terlalu banyak ke tools yang kita percaya
Src : https://t.co/lcnx8rawJl
@Jeykey7S@ardisatriawan Dengan asumsi OSnya steril dari rootkit dan malware yg jalan di RAM: offline, wipe browsernya dari ekstensi-ekstensi non-kredibel, delete cookies dan history, passkey WA kalo ada jangan di sync ke cloud.
OS hape wajib steril, aktifkan 2FA di WA.
@tahilalats Ada dua hal, provided (dicukupi) dan independent. Jika istrinya provided, dan memilih untuk independent = jajanin seblak cuy!!
(Ya kalau not-provided tapi independent, mending telpon babenya, biar diajak pulang)
@nabiylarisfa Di negara kita, secara umum saja, kenapa pekerja sering sekali ditindas. Kemaren ketemu mba jaga parkir, hape pribadi untuk scan qr, ini jahat. Ojol, jika statusnya sebagai UMKM, semua perlindungan sebagai pekerja dirampas, dihitung tetep tak cukup untuk perawatan alat kerja
@listyantidewi Kenyataan memang kejam tapi kita tak tahu nasib orang. Jika dinaikkan begitu saja, lalu struggling academically, lalu ujung-ujungnya jadi kupu-kupu malam juga. Kita tak pernah tahu. Bukankah yg terbaik untuk kita pun, kita aslinya juga tak tahu pasti yang mana
@aditoss Zaman dulu slogannya "menabung pangkal kaya (banknya)", zaman sekarang "yuk nabung saham (biar cuan bandarnya)". Mungkin karena investor saham jumlahnya masih kecil jadi tak terlalu bisa bersuara. Mengerti "saham apa yang tak boleh dibeli" itu ilmu dasar membeli saham, hmm
@listyantidewi Perkara menunaikan atau tidak, masing-masing, tapi menyebabkan orang lain yg sebetulnya sangat ingin menunaikan ibadah, menjadi tidak ada peluang untuk menunaikan, ini mungkin yg kurang bijaksana.
Memberi kesempatan orang lain untuk beribadah nih pengamalan sila kesatu kan ya