The Frontier Market Behaviour.
Ada yg udah pesta duluan sebelum undangan dicetak. Asimetri informasi yg gak adil buat investor ritel.
Harga saham ULTJ dari senin - jumat siang kemaren udah naik dengan volume gede. Pas rilis berita resmi di bursa, ritel join the party, sementara pihak yg tau duluan udah kenyang makan minum.
Liat kejanggalannya:
11 Sep: Surat rencana aksi korporasi dikirim ke OJK
15 Sep: Harga & volume mendadak melonjak abnormal (+13%). BEI tanya "ada apa?", emiten jawab formalitas "tidak tau"
18 Sep (13:50 WIB): Keterbukaan info akuisisi Rp14,57T baru resmi rilis ke publik.
18 Sep (Puncak): Ritel HAKA sampai Rp2.190, sementara pihak yg tau duluan (sell on news) sampe harga kempes ke Rp2.060.
Kerja bang @IDX_BEI@ojkindonesia
- Lacak akun yang net buy gak wajar sebelum pengumuman
- Cari informasi bocor darimana, apa dari internal perusahaan? Apa dari kjpp/kap? Atau dari temen2 kalian sendiri
Itu UU P2SK jangan jadi pajangan doang. Perlindungan pasar modal itu buat ngelindungin investor ritel utamanya, bukan kelompok rampok.
YTTA @ArvinHonami
`FLASH NEWS` *RKAB Bayan Resources (BYAN) Terbit, Status Force Majeure Dicabut & Saham Melesat*
_18 September 2026_
- *Persetujuan RKAB:* Kementerian ESDM dikabarkan menerbitkan revisi RKAB 2026 untuk PT Bayan Resources Tbk (BYAN) beserta anak usahanya pada Jumat siang setelah kabar akuisisi 30% oleh Jhonlin Baratama milik Haji Isam. Persetujuan krusial ini secara resmi mencabut status _force majeure_ perusahaan, sehingga aktivitas penambangan dan kontrak pasokan batu bara dapat kembali berjalan.
- *Kuota Produksi:* Pemerintah menetapkan kuota produksi batu bara BYAN di kisaran 38 juta ton untuk tahun ini. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan permohonan awal perseroan yang mencapai 80 juta ton, serta lebih kecil dari realisasi produksi tahun 2025 yang menyentuh 68 juta ton.
> Ikuti saluran *Indomine β’ Batu Bara & Logam* di WhatsApp: https://t.co/jYc7cKXX4V
> π¬π§ π° https://t.co/lkKlAJYe4l