DEBAT PANAS: KETIKA OPOSISI DIHANTAM PERTANYAAN "SOLUSI"
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan
"Jadi, apa solusi konkret dari Anda untuk program MBG ini?"
Fatimah:
"Wah, kalau saya yang harus kasih solusi, mending serahkan saja proyek triliunan ini ke saya, Pak. Kita deal-dealan tarif dulu di sini, hahah!
Lagian lucu ya, kok malah kami yang dituntut cari solusi? Tugas kami itu mengawasi, bukan memberesi pekerjaan kalian. Dari awal kita semua tahu, MBG ini program yang sarat celah korupsi, minim pengawasan, dan pelaksanaannya di lapangan acak-acakan sampai bikin anak-anak keracunan!"
Mr. TAI:
"Hahaha! Jangan melantur kemana-mana lagi dong, fokus!"
Fatimah:
"Oke, saya jawab serius...
Solusinya gampang: Stop dulu proyek kejar tayang ini! Benahi dulu standarisasi gizinya, perketat pengawasan vendornya, dan hukum mati siapa saja yang berani korupsi di program ini. Jangan jadikan perut anak-anak sekolah sebagai kelinci percobaan politik anggaran kalian! 🔥
Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
DAY 1 MBG di sekolah.
Siswa gak mau ambil. Akhirnya dibuang semua. Seperti biasa.
Kemarin ada rencana mengalihkan MBG hanya ke sekolah 3T, tapi karena “investor” dapur SPPG protes termasuk SPPG-nya Polri dan TNI ya gak mungkin terlaksana.
Sudah terlalu banyak yang nyemplung sehingga banyak yang merasa dirugikan jika dihentikan.
Meskipun mereka sudah untung banyak.
APBN yang tekor. Yasalam
BEGINI CARA KEJAGUNG MELAKUKAN SERANGAN BALIK. YOK BISA YOK
Penggeledahan yang dilakukan Polri tadi malam terhadap lokasi yang dikaitkan dengan Jampidsus bukan sekadar operasi biasa wak. Ini sudah jadi pukulan telak bagi Kejagung wak. Sekarang menarik ditunggu wak, apakah Kejagung akan membalas atau cuma diam sambil menelan malu atau akan nangis dipojokan seperti tangisan bang dodo yg gagal di pildun?
Jampidsus di tubuh Kejagung itu setara dengan Kabareskrim di tubuh Polri. Keduanya adalah ujung tombak penanganan kasus besar. Jadi kalau mau imbang, Jampidsus harus berani membuka kasus nyata yang melibatkan Kabareskrim. Bukan cuma itu. Bisa juga Irwasum. Bisa Kabaharkam. Bahkan bisa menyentuh orang nomor satu Polri saat ini atau mantan orang nomor satu yang sekarang duduk sebagai menteri.
Kejagung boleh saja melakukan hal yang sama. Asal benar-benar ada kasusnya, bukan kasus yang diada-adakan. Karena kalau diam saja, narasinya akan sangat buruk selama ini Kejagung yang selalu dipuji bersih dan tegas ternyata menyimpan kebusukan di dalam. Dan Polri yang berani membongkarnya. Kalau begitu, Polri bukan lagi lawan melainkan bisa dianggap sebagai pahlawan yang membersihkan rumah sendiri dan rumah tetangga. Apa gak malu tuh kejagung 😁🥺
Coba saja Kejagung cek tipis-tipis. Siapa tahu ada jejaknya. Sekaligus bisa menghapus rasa malu karena institusi kalian ditelanjangi di depan publik tadi malam. Masa iya kalian cuma diam ketika muka kalian dihajar seperti itu bro?
Saatnya saling buka kartu. Bukan lagi saling tutup-tutupan seperti biasa
Awak sebagai rakyat cuma penonton. Duduk santai, makan popcorn, dan menyaksikan sampai seberapa jauh permainan ini akan berlanjut iya kan wak. Semakin sengit, semakin banyak yang terbongkar. Dan semakin banyak yang terbongkar, semakin sedikit tempat bagi kalian untuk terus bermain sandiwara di depan kami.
Edisi kompor-komporin penegak penguasa.
• Presidennya hobby pidato pake kata kasar + ngitung gak jelas
• Wapresnya main kucing + ai ai an kayak beda dunia
• Menlunya harus diingetin dlu baru gerak
• Menteri PUPR nya rencana dinas keluar negeri bareng keluarga bertepatan final world cup
• Menkeu nya punya anak yg suka parlay dan malah tone deaf
• Ketua MPR nya jadi suruhan pemerintah
• Aparat nya, TNI Polri lagi rebutan kasus, saling tunjukkan kekuatan
• Aparat Hukum, Jaksanya, terindikasi korupsi atas kasus besar yg ditangani
Negara ini sebenarnya sedang menuju ke mana?
Kurang BGST apa negara ini:
Warga Aceh patungan 1 Milyar untuk bikin jembatan yang harusnya dikerjakan pemerintah
Lebih anjing lagi Menteri PU hadir bak pahlawan mau ngecek konstruksi jembatan dengan alasan keselamatan
REJIM WOWOK BIADABBBB
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
Makjleb.
Gua mencintai presiden @prabowo karena dia orang yg tulus.
Dibalas kontan.
Tak perlu mencintai presiden.
Tetapi tangisilah anak yg bunuh diri di NTT.
Tangisilah mereka yg susah cari makan.
Jangan tangisi presiden sebab dia manusia 2T yg katanya menang 58%.
🚨 Rakyat Papua di Intan Jaya melakukan long march atas kejadian pembantaian beruntun oleh TNI. #PapuaDaruratMiliter
- Ibu Merkina Duwitau & bayi tujuh bulan dalam kandungan meninggal kena peluru TNI nyasar
- Bapak Pendeta Elianus GKII dan Okto Tigau usia 19 tahun tewas ditembak aparat,
- Pastur Gereja Katolik Yanuarius dan 2 pekerja gereja yang mobilnya ditembaki.
This is so heartbreaking 💔💔
#IndonesiaGelap
PRESIDEN TUKANG BOHONG?
Untuk programnya dia, bilang duit kita banyak, minta 5T dikasih 10T
Tapi untuk gaji guru, dia bilang gak ada duit karena dikorupsi
Duit banyak Gak ada duit
PIUTANG PLN KE PEMERINTAH NAIK 156%.
ARTINYA PEMERINTAH NUNGGAK BAYAR KE PLN SEHINGGA PLN TIDAK PUNYA DUIT.
TIDAK PUNYA DUIT SEHINGGA TIDAK BISA BEKI BATUBARA
TIDAK BISA BELI BATUBARA, SUPLAI LISTRIK BERKURANG.
SIAP2 MENYALA BERGILIR
BUKAN PEMADAMAN BERGILIR
Dari foto laporan keuangan PLN yang beredar, ada satu angka yang langsung mencolok begitu kamu lihat.
Piutang dari Pemerintah tercatat Rp 110,738 triliun di periode terbaru, naik drastis dari sebelumnya Rp 43,290 triliun. Kenaikannya lebih dari 156% dalam satu periode.
Bukan naik tipis. Ini lonjakan yang sangat besar dan perlu dijelaskan.
PLN adalah perusahaan negara yang menjual listrik ke rakyat dengan tarif yang tidak selalu mencerminkan biaya produksi sebenarnya.
Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, PLN menjual listrik jauh di bawah harga pokok produksinya.
Selisihnya ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi.
Tapi pemerintah tidak selalu bayar langsung.
PLN dulu bayar dulu ke produsen energi, ke kontraktor, ke supplier batu bara dan gas, lalu nagih ke pemerintah belakangan. Tagihan yang belum dibayar pemerintah ini yang dicatat sebagai "piutang dari pemerintah" di neraca PLN.
Sederhana:
PLN sudah keluar uang, tapi pemerintah belum bayar.
KENAPA ANGKANYA BISA MELEDAK SEGITU?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan lonjakan ini.
pertama adalah program diskon listrik 50% Januari-Februari 2025. Pemerintah mengumumkan diskon tarif listrik untuk seluruh pelanggan di bawah 2.200 VA selama dua bulan. Biayanya ditanggung negara tapi dibayar PLN dulu. Total tagihannya saja sudah Rp 13,61 triliun hanya dari program dua bulan itu.
kedua adalah mekanisme pembayaran yang lambat. Selama ini pemerintah membayar kompensasi ke PLN per tiga bulan atau bahkan per enam bulan sekali. Artinya PLN harus talang dulu berbulan-bulan sebelum uangnya balik. Semakin lama jeda bayar, semakin besar piutang yang menumpuk.
ketiga adalah subsidi dan kompensasi yang terus membengkak. Pada 2025, realisasi subsidi dan kompensasi listrik sudah menyentuh lebih dari Rp 210 triliun. Sementara tarif dasar listrik tidak naik karena alasan politik. Selisih antara biaya produksi dan tarif yang dibayar rakyat inilah yang jadi beban yang terus menumpuk.
DARI MANA PEMERINTAH BAYARNYA?
Sumber pembayarannya ada di APBN, tepatnya dari pos Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi. Pada 2024 saja, total subsidi dan kompensasi energi (BBM, gas, listrik, pupuk) mencapai Rp 434,3 triliun. Khusus listrik yang dikompensasi, salah satu contohnya adalah pelanggan 900 VA non-subsidi yang mendapat kompensasi Rp 400 per kWh, artinya dari harga seharusnya Rp 1.800 per kWh, mereka hanya bayar Rp 1.400 per kWh. Selisih Rp 400 itu ditanggung APBN, dan ada 50,6 juta pelanggan yang masuk kategori ini.
Masalahnya bukan soal ada atau tidak anggarannya.
Masalahnya adalah timing pencairannya.
Komisi XI DPR sempat melaporkan bahwa kompensasi kuartal I-2025 untuk PLN senilai Rp 27,6 triliun belum dibayarkan.
Bahkan ada tagihan 2024 yang dibebankan ke APBN 2025. Jadi tagihan lama belum lunas, tagihan baru sudah datang.
PLN yang punya piutang besar tapi belum cair ini berdampak ke kemampuan perusahaan membayar supplier dan produsen listrik swasta tepat waktu.
Kalau pembayaran ke IPP terlambat, ada risiko gangguan pasokan.
Dalam jangka panjang, ini juga mempengaruhi rating kredit PLN dan kemampuan pinjam untuk investasi infrastruktur.
Untuk kita sebagai pelanggan, selama tarif listrik tidak disesuaikan dengan harga pokok produksi, maka subsidi dan kompensasi akan terus menggelembung, piutang PLN ke pemerintah akan terus naik, dan beban APBN akan semakin berat.
Ada wacana perbaikan skema pembayaran menjadi bulanan agar piutang tidak menumpuk terlalu lama.
Tapi selama tidak ada reformasi tarif dan pembenahan kontrak IPP, akar masalahnya tetap ada.
Rakyat bayar murah.
PLN tombok dulu.
APBN yang bayar belakangan
Dan siklusnya terus berulang setiap tahun
APAKAH KEDEPANNYA BENERAN GELAP?
Hafidz Haernanda
Semalam saya senang berkesempatan berdiskusi dengan teman-teman legislatif. Namun, semakin lama diskusi berjalan, kami justru merasa sedang berhadapan bukan dengan wakil rakyat, melainkan dengan juru bicara pemerintah. Padahal, yang seharusnya berdiri di depan rakyat untuk menjawab seluruh kritik ini adalah Prabowo-Gibran beserta jajaran eksekutifnya. DPR seharusnya menjalankan fungsi pengawasan, bukan menjadi pagar pembela kekuasaan.