Meski Anies-Muhaimin tak terhubung langsung, namun tim pemenangan (parpol/non-parpol) sebagian memiliki dan atau terafilisasi dengan bisnis tambang & energi.
Cek profil via https://t.co/zQIEdJXket
#PemiluMemilukan
Demikian juga dengan Ganjar-Mahfud, meski tak memiliki afiliasi langsung, namun komposisi tim pemenangan (parpol-non parpol) juga terhubung dengan berbagai macam bisnis tambang & energi.
Cek https://t.co/zQIEdJXS41
#PemiluMemilukan
Bagaimana dengan pasangan Prabowo-Gibran?
Jumlahnya jauh lebih besar, mulai dari Prabowo yang terlibat secara langsung, maupun Gibran (termasuk Kaesang & Jokowi) yang terafiliasi secara tidak langsung.
Cek https://t.co/zQIEdJXket
#PemiluMemilukan
Boy Thohir, Erik Thohir, Luhut, dan Pandu, serta Arini (merujuk pernyataan Boy) sama-sama mendukung Prabowo-Gibran.
Sementara Sandiaga ada di kubu Ganjar-Mahfud.
Tapi, apa yang mempertemukan mereka?
#PemiluMemilukan
Tak hanya Luhut, Bahlil juga memiliki bisnis tambang nikel melalui PT Meta Mineral Pradana. Perusahaan ini memiliki dua izin tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Pemegang saham perusahaan ini, antara lain PT Rifa Capital sebesar 10% dan PT Bersama Papua Unggul sebesar 90%. Kedua perusahaan ini milik Bahlil.
Cek https://t.co/cm5I32Vyzm
#PemiluMemilukan
Gaduh hilirisasi nikel antara Tom Lembong Vs Luhut dan Bahlil berlangsung di tengah meluasnya kerusakan lingkungan dan derita rakyat di lingkar tambang.
Mereka tampak bertengkar soal kepentingannya sendiri dan pelaku industri, yang ujungnya untuk mendapat keuntungan politik dalam Pemilu 2024.
Tapi, kita menjadi maklum, mengingat mereka memiliki afilisasi bisnis dengan industri nikel hingga kendaraan listrik ini⤵️
Siaran Pers- https://t.co/Xx4Y85ZMrj
Afiliasi para kontestan dan tim pemenangan dengan bisnis tambang - https://t.co/84lvuSbKNj
#PemiluMemilukan
Jejaring Oligarki Tambang & Energi dalam Pemilu 2024
Situasi Pemilu 2024 tak jauh berbeda dengan pemilihan umum sebelumnya, terutama pada 2019. Di mana sebagian pasangan calon berlatar belakang pengusaha, sementara komposisi tim pemenangannya pun juga sebagian besar pengusaha.
Ritual elektoral lima tahunan ini justru menguatkan cengkraman oligarki yang pada akhirnya akan dengan mudah melakukan pembajakan hukum, menjarah kekayaan alam dan sumber-sumber agraria, hingga anggaran publik untuk mempertahankan dan atau mengekspansi kekayaannya.
Cek jejak mereka di sini: https://t.co/84lvuSbcXL
Susno Duadji
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) & Kapolda Jawa Barat ini, punya perusahaan tambang, yaitu PT Citra Bara Raya dan PT Dirar Duage Energi.
Dua perusahaan batubara ini beroperasi di Lahat, Sumatera Selatan, dengan luas konsesi mencapai 1.805 ha. Di dua perusahaan itu, Susno menjadi pemegang saham mayoritas (99%).
Susno pernah tersangkut kasus korupsi saat menjabat Kepala Polda Jawa Barat. Ia dinyatakan bersalah karena terbukti memerintahkan pemotongan dana pengamanan pemilihan di Polda Jabar.
Informasi soal kasus ini, bisa dibaca di website https://t.co/zqq39HTUwU (@antikorupsi).
Susno Duaji | JATAM https://t.co/o6mLVu71ys
#PemiluMemilukan
Bagaimana dengan Jusuf Kalla?
Melalui KALLA Grup, lini bisnis keluarga JK meliputi otomotif, transportasi-logistik, properti, konstruksi, manufaktur hingga pertambangan dan energi.
KALLA juga mulai masuk ke pertambangan dan hilirisasi nikel, salah satunya melalui PT Mitra Karya Agung Lestari (unit usaha PT Bukaka Mandiri Sejahtera) yang menambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.
Sementara di sektor pengolahan, KALLA membangun smelter nikel di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Wilayah operasi smelter nikel ini meliputi tiga desa, yaitu Toddopuli, Karang-Karangan, dan Bukit Harapan.
Selengkapnya: Jusuf Kalla | JATAM https://t.co/vlQ8aqST9M
#PemiluMemilukan
Di kubu AMIN, juga ada Ahmad Ali, politisi berlatar belakang pengusaha. Salah satu perusahaannya adalah PT Graha Mining Utama, perusahaan tambang nikel yang memiliki dua konsesi tambang di Morowali.
Di perusahaan ini, kedua anak Ahmad Ali, yaitu Moh Anugrah Pratama menjabat sebagai Komisaris dan Muhammad Fakhri Fadhlurrahman sebagai Direktur.
Selain melalui kedua anaknya, afiliasi bisnis tambang Ahmad Ali juga melalui PT Oti Eya Abadi, perusahaan tambang nikel yang memiliki konsesi 3.339,23 hektar di Kabupaten Morowali.
Ahmad Ali pernah menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaan ini. Kini, saudara dari Istri Ahmad Ali, atas nama Tauhid Lawira tercatat sebagai Komisaris Utama perusahaan.
Tauhid Lawira juga memiliki saham di CV Bineka Karya sebesar 20%, perusahaan tambang nikel di Morowali yang memiliki konsesi seluas 970 hektar.
Selengkapnya: https://t.co/1wyZ7vSBcq
#PemiluMemilukan
Jejaring oligarki tambang di lingkaran Capres/Cawapres Pemilu 2024.
Surya Paloh, politikus sekaligus pengusaha. Bisnisnya tak hanya media, properti, dan catering, tetapi juga merambah ke sektor tambang dan energi.
Surya dan anaknya, Prananda Paloh, punya perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Aceh Barat dan Nagan Raya, Aceh dan Tanah Bumbu, Kalsel.
Selain batubara, bisnis Surya Paloh juga mencakup sektor pertambangan minyak dan gas, melalui PT Surya Energi Raya yang beroperasi di Cepu, Blora, Jawa Tengah.
Selengkapnya: https://t.co/tFlXUCbbNY
#PemiluMemilukan
Open membership melulu perasaan, pemilu udah sampai mana tuh? Pemilu negara aja udah mau mulai, masa ntar selesainya duluan pemilu negara 😂 Oia lupa, udah bukan member 🤪
@AnakLolina2 DPD Bali cari muka.. Berani ga dia angkat masalah masyarakat bali yg terjajah sm landlord asing. Privatisasi pantai, hutan, penyalahgunaan ijin lahan cagar budaya buat d bangun villa2 asing.
Bagus...
Tindakan memecahkan seluruh mangkok bakso terlalu berlebihan, dan itu sangat menghina.
DPD Bali minta seluruh kantin Bandara siapkan makanan daging babi, batal tuh wisata halal...