aku pernah dibilangin sama temenku, kalo lagi ngerasa kosong / lost spark tuh kuncinya mesti punya CURIOSITY terhadap sesuatu.
dari hal yang simple misalnya tertarik ngulik soal tontonan film atau series, belajar suatu informasi yang baru, atau explore lagi hobby yang sempet ketunda…
tapi paham juga sih, untuk bisa “punya” curiosity ini adalah sebuah privilege… bisa punya banyak waktu luang untuk explore sesuatu aja udah hal yang mewah buatku.
ini sangat amaaaat benaaar!!! kurangin screen time and go touch some grass 😭 olahraga, baca buku, introspeksi, ibadah sunnah, ngaji, journaling, or just have some simple fun like play games, ride your bike keliling komplek, whatever gets you off the screen for a while.
because when you spend too much time online, your brain starts living in other people’s narratives. you overconsume, compare, react, and somehow everything feels like a problem. insya Allah, the more you actually live your own life, the less your socmed becomes a dumping ground for complaints. at some point, you’ll have stories, growth, and reflections to share, not just things to rant about.
Yang beliau baca itu bukan sekadar surat pendek di juz 30... padahal yang sunnah dihafalin aja Al-Kahfi 1-10, tapi beliau baca yg di tengah-tengah dan tajwidnya bagus 😭
adem banget liatnya. gak heran nikita willy dapet sosok yang se-balance ini. beneran mau dapet laki-laki yang kaya materi + kaya rohani gini juga ya Allah wkwk so much pride for you mas indra, tetep istiqomah!!
Btw aku punya tips buat yg punya problem yg sama, ini bisa dilatih dan sebenernya yg dilatih bukan public speaking, tapi structured thinking. Gimana kita bisa berpikir yang terstruktur/ runut.
Coba biasain kalau mau jelasin sesuatu selalu pakai kerangka sederhana: konteks → masalah → penyebab → solusi (atau awal → tengah → akhir). Jangan langsung ngomong semua yang ada di kepala. Lama-lama otak jadi terbiasa dan otomatis berpikir terstruktur, dan cara ngomong biasanya ikut lebih runut.
Bisa start latihan dgn coba latihan ngomong tiap hari pilih satu topik:
1. cara bikin Indomie,
2. kenapa hujan turun,
3. plot film yang baru ditonton.
Rekam suara 2–3 menit. Nanti dengerin lagi. Biasanya langsung ketahuan bagian mana yang muter-muter.
Tell me you're not a manager, without telling me.
Kalo beneran manager, handle banyak orang, people management... Lo akan sadar manusia itu unik.
Ada tipe "head" & "tail", ada tipe "executor" & ada tipe "conceptor", ada "generalist" & ada "specialist", dst.
Staff gue kerjanya bagus tapi gamau naik jabatan. Alasannya enggan menambah beban pekerjaan & pikiran. Selain itu dia tipikal "tail" (pengikut), kalau dia diberi posisi "head", belum tentu juga kerjanya akan sebagus saat di posisi "tail" ini
Selain itu, dinamika kehidupan & keberuntungan (rezeki) juga berperan. Ada company yang posisi "atas" sudah full, tidak ada lagi kursi kosong. Lo yang staff meskipun pengen banget naik jabatan, mau gak mau lo harus nunggu ada momentum kursi kosong. Sampai kapan? gatau... bisa bertahun-tahun.
Ada juga yang naik jabatan secara cepat di usia muda karena memang rezekinya (momentum lucky). Selain dia kompeten, ada momentum kursi atasannya kosong, dan dia diminta isi kursi tersebut. Nah rezeki tuh
Hidup itu tidak berjalan hitam-putih & dinamika kehidupan tidak berjalan linear sesuai standard ekspektasi sosial seperti "usia sekian harus manager atau hidup lo akan berat" yadda-yadda...
Petuah apaan itu... sempit sekali. Banyak-banyak exp & ketemu orang dah biar gak terjebak bubble
bener guys jgn kyk erliana yg ngelakuin penggelapan duit perusahaan sampe 3 MILIAR LEBIH buat konser fansign dll sekarang dia dipenjara 3 tahun 6 bulan
Percaya deh, dulu aku juga kira dapet gaji dua digit itu otomatis bikin tenang soal karier. Ternyata pas akhirnya dapet dua digit pertama... ya ga juga. Wkwkwk.
Terus aku mikir, "Mungkin kalau tabungan udah segini dan bisnis udah jalan, baru deh bisa tenang." Akhirnya itu juga tercapai. Punya income stream yang nilainya berkali-kali lipat dari gaji full-time, bisa hidup nyaman, liburan ke luar negeri tiap tahun, ga punya utang, g punya cicilan, ga punya tanggungan juga (selain dua ekor cuking 😭). Tapi ternyata aku masih aja cemas dan bingung sama masa depan.
Sekarang malah kepikiran, "Jangan-jangan karena aku masih tinggal di Indonesia. Harus S2, pindah ke luar negeri..." Wkwkwk. Tapi kalau itu nanti tercapai, apa aku dijamin bakal benar-benar tenang? Kayaknya juga belum tentu.
I know this sounds cliché, tapi makin ke sini aku ngerasa ngejar ketenangan lewat pencapaian itu kayak minum air garam. Makin diminum, makin haus.
Bukan berarti aku ga bersyukur. Justru aku bersyukur banget sama semua yang udah aku capai. Cuma aku mulai sadar kalau rasa "tenang" itu mungkin bukan sesuatu yang otomatis datang tiap kali kita mencapai target berikutnya.
gw juga udah ngurangin banget ngeluh soal diri sendiri, instead gw malah lagi sering2nya romanticize diri sendiri yang lagi fase flourishing dan optimis ke depannya everything will get better, lighter, brighter!!
tapi soal ngeluh dan mara2 ke pamrenta mah makin naik💀
Saran dari Anne Hathaway ini bener-bener mindblowing dan nampar banget buat kita yang suka keras ke diri sendiri.
Anne bagiin tips terapi foto yang dia dapet dari dokternya.
Coba ambil dan tatap foto masa kecil kita. Terus, ucapin semua hal jahat, semua makian, dan semua insecurity yang sering kita tujuin ke diri kita saat ini, langsung ke anak kecil di foto itu.
Tega nggak?
Pasti nggak bisa kan? Anak kecil di foto itu nggak pantes denger kata-kata sejahat itu. Terus, kalau kita nggak berani ngomong gitu ke anak kecil, kenapa kita tega ngelakuinnya ke diri kita yang sekarang?
Kita sering lupa kalau anak kecil itu masih ada di dalam diri kita. Kalau lagi sukses kita sering mikir itu cuma hoki, tapi giliran gagal dikit aja langsung ngehukum diri habis-habisan.
Lewat saran mbak Anne ini kita diingetin lagi, yuk pelan-pelan stop self-sabotage dan mulai lebih berbaik hati sama diri sendiri.
You deserve kindness from yourself 🥺🤍
aku lah salah satunya. gak pernah neko-neko, pergaulan bebas? no, 100% anak rumahan. dari kecil sampe kuliah selalu straight As belajar juga sebagai tanggung jawab atas diri sendiri. but i always suffer in silence, karena orang tua ngga ngasih emotional safe space.
disaat aku udah dewasa baru protes kenapa ngga terbuka sama mereka, kenapa suka mengambil keputusan sendiri? well... i've been surviving alone all this time (mentally). dulu bahkan aku pernah mikir, "aku yang paling gak neko-neko gini kok malah jadi yg paling unlovable ya dibanding my siblings?" but it's okay aku udah berdamai dengan hal itu. peluk diri sendiri 🫂
Saran gratis dari psikolog mahal:
Kalau kamu orang yang cemas, lakukan semuanya untuk bersenang-senang.
Melamar kerja? Anggap lagi iseng.
Ngumpulin dokumen? Anggap lagi main puzzle.
Buka blog? Anggap lagi iseng nulis jurnal.
Anxiety itu hidup dari rasa “ini penting banget”. Semakin kamu anggap satu hal sebagai soal hidup-mati, semakin keras dia mencengkeram.
Jadi turunin levelnya.
Jangan kasih dia bahan bakar.
Coba mulai dari hal kecil hari ini:
lakukan satu hal yang biasanya bikin deg-degan…
tapi kali ini dengan niat “cuman buat fun aja”.
Gue dulu juga confess begitu ke keluarga. Malah adik gue (nomor 2), udah nikah duluan daripada gue
Gue versi muda itu egonya tinggi banget, merasa gabutuh pasangan, kayak "emang lo bisa kasih apa? Cinta? ZzzzzzzZ, boring 😴"
Kondisi gue saat itu karir bagus & udah financial stable, jadi gue bisa melakukan apapun yang gue mau... Kayak, kenapa gue harus menikah? 🤔
Eh endingnya gue nikah juga... Ketemu seseorang yang mengagumkan, untuk pertama kali di hidup gue bisa kagum dengan seseorang perempuan. Karena itu, ego gue hilang. Sekarang perempuan itu udah jadi istri gue
Jadi, pesan saya untuk yang saat ini sedang berpikiran "tidak menikah", just take your time and time will tell you.
Masa depan gaada yang tau...
menurut aku date yang paling romantis tuh dating after office.... kayak.... bayangin abis cape kerja, dikejar deadline tapi pulangnya dipukpuk sama ayang, mam bareng, ketawa bareng. ya Tuhan..... may this kind of love never fade. aamiin
Pengen minta maap ama squidward im so sorry i didnt get you back then 😭 terus gw baru sadar ikan2 di bikini bottom jahat2 bgt anj, gw baru sadar society pada baik cuma ke larry karena dia ketemu "beauty standard" nya fak lah