🔞 | Fem! Reader (26) x Utahime Iori (30)
Local AU.
Di suatu kos-kosan putri, diam-diam kamu dan Utahime menjalin hubungan mesra.
Tapi siapa Utahime?
Dia bukan penghuni kos putri, tapi anak pertama dari si pemilik kos yang rumahnya sampingan sama kos-kosan putri.
Kamu yang suka pulang malam dari tempat kerja suka nemu Utahime yang lagi nongkrong di balkon sebelum tidur, dan bahkan saking sering lihatin, kamu sampai hafal jam berapa Utahime tidur. Sampai akhirnya kamu memberanikan diri untuk negur Utahime yang katanya dikenal judes.
Tapi ternyata kamu nggak expect kalau Utahime kayak gelagapan pas disapa sama kamu. Kamu kira Utahime bakal judes kayak anak-anak kos cerita di grup chat, tapi ternyata.... gemes juga.
"Belum tidur, mbak?" Katamu.
"Eh... hm, belum sih. Kamu baru pulang kerja, ya?" Tanya Utahime yang kelihatan berusaha menenangkan diri.
Melihat Utahime begitu malah bikin kamu makin tertarik untuk kenal sama Utahime.
"Iya, Mbak. Baru pulang ini."
"Kamu pake motor ya kalau berangkat kerja?"
"Iya, Mbak. Kebetulan tempat kerja saya nggak jauh dari kos, dan saya juga lebih demen motor sih, hahaha!"
Awalnya sedikit kaku antara kamu dan Utahime, tapi dari hari ketemu hari, kalian berdua jadi makin santai untuk sapa satu sama lain. Setelah mulai akrab, baru deh kalian tukeran nomor telpon dan mutualan di sosmed. Percakapan kalian juga nggak pernah jauh dari soal kos, rekomendasi tempat makan, atau hal-hal di kehidupan perempuan; setiap percakapan itu juga ngalir aja, dan asik banget.
Setelah udah beberapa bulan dekat, kamu akhirnya undang Utahime main ke kamarmu via chat. Utahime di sebrang sana langsung bingung mau jawab apa, karena tanpa kamu ketahui, Utahime udah lama suka sama kamu dari awal kamu masuk kos—dan alasan dia nongkrong di balkon itu buat mancing kamu biar notice dia.
Setelah berperang batin, akhirnya Utahime mau main ke kamarmu malam itu. Utahime gugup setengah mampus, sedangkan kamu santai aja—walaupun tetap senang karena Utahime mau main ke kamarmu setelah beberapa bulan temenan.
Malam itu kalian nikmati malam seperti biasa; nonton film, makan, ngobrol, scroll socmed, dan buat sesi dokumentasi buat di IG story. Sampai akhirnya Utahime memberanikan diri untuk bilang...
"Y/n, boleh nggak mbak tidur di kamarmu malam ini?"
Kamu kaget, tapi mencoba untuk tenang... dan positif thinking. "Boleh, mbak. Emang kenapa?"
"Anu... ini kan udah larut malam ya, mbak takut lewat lorongnya dan nggak mau ganggu orang rumah juga buat bukain pintu."
Utahime sebenarnya bohong.
Dia berani kok lewat lorong kos-kosan, dan orang rumah nggak masalah kalau dia pulang malam—toh Utahime pas hari kerja juga pulangnya suka agak larut.
"Oalah, iya lah, boleh. Lagian besok kan weekend, jadi nggak apa-apa nginep aja."
"Oke, makasi ya..."
Akhirnya, Utahime nginep di kosmu.
Malam pun seperti berjalan semakin lama saat kalian berdua memutuskan untuk begadang malam itu. Kalian berdua kembali nonton film di laptop dalam keadaan kamar yang gelap, cuma ada lampu tidur. Bukan karena apa-apa, tapi memang lampu kamar kos itu terang, kamu maupun Utahime lebih suka lampu tidur yang nggak bikin sakit mata.
Di saat lagi nonton film, kamu dan Utahime nggak expect kalau film itu ada adegan dewasanya—vulgar dan non sensor.
Kamu sih tenang aja pas nonton, tapi Utahime? Nggak tenang dianya, malah kelihatan gelisah di samping kamu.
"Kenapa, mbak?" Tanyamu.
"Hah?! Oh, ini... Nggak expect aja ada adegan begini."
"Lah, Mbak nggak terbiasa nonton beginian? Berarti nggak pernah nonton bokep dong?"
Pipi Utahime merah padam saat kamu nanya begitu. Kamu yang sadar malah jadi pengen ngegodain Mbak Utahime.
"Beneran ya nggak pernah nonton bokep?"
"Pernah!" Ucapan Utahime sedikit lantang, seperti membentak.
"Wow... Mbak, santai..."
Utahime tertegun, karena baru sadar jawabannya mungkin terdengar kasar.
"Maaf... maksud aku, iya, pernah aku nonton bokep. Tapi bukan bokep straight..."
"Hah? Bokep lesbi?"
halo, dm aku dari akhir tahun lalu sampai sekarang masih belum pulih dan stabil, oleh karena itu aku minta maaf kalau ada dm dari kalian yang belum aku balas karena emang gak masuk di aku😭🙏🏻 I'm so sorry guyss.. if possible can u guys give me an idea lwt mn klian bisa reach-
🔞 | Toji Fushiguro (45) x Fem! Reader (25) x Adult! Megumi Fushiguro (22).
Setelah perdebatan panjang antara rasa suka kamu dengan bapak dan anak ini, pada akhirnya kamu memilih keduanya. Toji sendiri nggak keberatan, tapi pas pertama kali kamu memutuskan, Megumi nggak rela kalau cinta dari kamu harus dibagi ke bapaknya sendiri.
Tapi, dengan berjalannya waktu, Megumi mulai terbiasa akan hal itu. Bukan karena dia perlahan nggak cinta, tapi melihat kamu yang kelihatannya adil membuat dia perlahan percaya dengan hubungan ini.
Di hubungan antara Toji, kamu, dan Megumi, terkadang ada hal lucu yang terjadi. Misalnya saat bapak dan anak itu rebutan untuk mendapatkan atensi dari kamu. Nggak jarang dilakuinnya saat kalian lagi bercinta di kamar.
Di tengah-tengah kegiatan panas itu, Toji kadang suka ngegodain Megumi kalau giliran dia yang menikmati tubuh kamu. Megumi yang gampang kesal dengan tingkah bapaknya sudah pasti kepancing, dan berakhir dengan perdebatan kecil—sampai kamu sendiri yang harus menyudahkannya. Ya, walaupun kamu sendiri badannya lagi lemas habis digempur semalaman sama Toji dan Megumi.
Megumi juga kadang suka curi start, sama kayak Bapaknya. Dia yang masih duduk di bangku kuliah sudah pasti banyak waktu luang di rumah, dibandingkan sama Toji yang harus kerja seharian. Makanya, Megumi banyak ngabisin waktu bareng kamu di rumah.
Misalnya, di saat Toji sudah berangkat kerja, Megumi baru aja bangun pagi itu. Sama kayak Bapaknya, Megumi suka banget lihat kamu pakai daster dengan rambut dicepol sambil masak, dan dia merasa kamu lah sarapannya pagi itu.
"Pagi, sayang. Nyenyak ya tidurnya sampai baru bangun jam segini?" Ucapmu sambil buatkan segelas kopi untuk Megumi.
"Heem, semalam aku tidur larut," balas pemuda bersurai jabrik itu sambil perlahan mendekatimu.
Kamu seketika peka saat merasakan kehadiran Megumi yang tengah memeluk kamu dari belakang. Seperti bapaknya, menggoda kamu terlebih dahulu dengan kedua tangan mengusap pinggul, lalu naik ke gundukan kembar milikmu.
"Aku udah siapkan sandwich di meja loh..."
"Tapi maunya kamu dulu."
Kamu yang juga sama birahinya membiarkan Megumi mengusap semua bagian tubuhmu, sampai akhirnya ia mengangkat kain daster yang kamu kenakan, dan menurunkan pakaian dalam yang kamu kenakan.
"Main sebentar aja, ya. Aku belum mandi soalnya..."
"Tetap wangi kok, kak."
"Ihh~ tapi tetap aja, jangan lama!"
Megumi hanya membalasnya dengan kecupan di lehermu.
Di pagi hari itu terasa semakin hangat saat kamu dan Megumi bercinta di dapur. Kalian saling menikmati satu sama lain, sampai lupa waktu telah menunjuk angka berapa. Sampai akhirnya panggilan di ponselmu mengembalikan kesadaranmu dan Megumi.
Panggilan itu nyatanya dari Toji, dan mau tidak mau harus diangkat. Walau kini posisinya Megumi sedang menghentak penisnya di belakangmu.
"Halo..." ucapmu dengan suara sedikit gemetaran.
"Feeling saya mengatakan Megumi curi start—lagi."
"Dia yang minta—aah!"
Desahan tidak sengaja keluar dari bilah bibirmu saat Megumi menghentak penisnya tepat di titik sensitifmu. Membuat yang lebih tua merasa geram dibuatnya.
"Saya mau video call."
"Mas... kan lagi di tempat kerja."
"Saya pakai earphone, dan lagi di luar."
Megumi hanya memutar matanya, kesal mendengar permintaan Bapaknya sendiri dan membantumu memposisikan kameranya agar hanya fokus padamu saja.
Toji yang sedang di dalam mobilnya juga merasakan gejolak dari dalam dirinya saat melihatmu yang begitu menikmati. Tanpa sungkan yang lebih tua juga memainkan penisnya yang sudah tegang karenamu.
Toji tidak perlu khawatir untuk melakukannya juga, karena kaca mobilnya yang gelap dan susah jika dilihat dari luar.
🔞 | When he came back into your life after so long.
Adult! Itadori Yuuji (35) x Fem! Reader (28).
Short fanfic.
CW | Murder , mention of corpse , gambling , vulgar words , lewd language , NSFW pics .
https://t.co/qf6e8ILmlC groviad.
Kepikiran adult itadori yuji (25) x fem! Reader(25)
He was your best friend since childhood, kemana2 berdua, kalian paling suka nonton bioskop bareng, semua film kalian tonton, bahkan kalian suka maraton bioskop dari pagi sampai malam.
Semua berubah ketika yuji ngalamin kecelakaan mobil sekeluarga, ayah & ibunya meninggal di tempat, leaving yuji with survivor guilt. Dulu ibunya yuji sayang banget sama kamu, dia gak sabar mau lihat kalian dewasa dan hopefully menikah.
Entah kenapa semenjak orang tuanya meninggal, yuji jadi menjauh, kamu coba ajak ngobrol dia gak jawab, kamu coba pegang tangannya ditepis, sampai suatu hari kamu ngajak yuji ngobrol tentang film dan dia tiba2 bilang “lo sadar gak sih kalau lo annoying banget? Nyamperin gue setiap hari, ngomong gak berhenti” dan pergi gitu aja
Kamu ngerti, yuji lagi berduka, kamu pikir akan ada saatnya yuji minta maaf dan ngajak kamu ngobrol lagi but it never happened. Kalian lulus SMA dan kuliah.
7 tahun berlalu tanpa kabar dan sejujurnya kamu masih mikirin yuji, kadang sampai kebawa mimpi saking rindunya. Kalau kamu ditempat ramai mata kamu akan refleks screening, masa sih 7 tahun gak pernah sekali aja gak sengaja ketemu. Beberapa kali kamu melihat rambut pink dikeremunan tapi kayaknya kamu halu aja.
Malam itu temen kantormu ngajakin party, target kalian achieve lebih dari 100% jadi bos kamu mau traktir. Tiba2 kamu lihat seseorang dengan warna rambut yang familiar duduk gak jauh dari meja kamu. Yuji terlihat jauh lebih dewasa dari terakhir kalian bertemu di acara kelulusan SMA, rahangnya tegas dan badannya tegap. Mata kalian bertemu dan kamu tersenyum.
Bukan karena kamu senang ketemu yuji tapi karena lega, yuji lagi duduk sama beberapa temannya dan mereka ketawa lepas, kamu lega yuuji ada yang nemenin.
Kamu cuman senyum sekali lalu berhenti menatap yuuji, feels like closure, at least yuji baik-baik saja.
Semakin malam, teman2 kamu udah mulai hilang2an, ada yang pergi sama cowo, ada yang dijemput pacarnya, ada yang ngebungkus cewe dan kamu sendirian.
Di luar hujan deras, taksi online gak ada yang mau ambil dan taksi biasa juga gak ada. Tiba-tiba kamu denger suara familiar di belakang kamu “pulang sama gue, gue anter”
Kamu nolak, tapi yuji maksa. Di mobil canggung, kamu diem aja karena takut bikin yuji kesel, semakin dewasa mukanya lebih tegas, udah gak ada senyum lucu kayak pas SMA dulu.
Yuji nanya kabar orang tua kamu dan kamu tanya kabar om sukuna yang ngerawat yuuji setelah orangtuanya meninggal.
Dia ngebuka jaketnya dan dia taruh di paha kamu biar kamu gak kedinginan, setidaknya dalam segi gentleness dia gak berubah. Sampai rumah, kamu bilang makasih ke yuji dan kali ini kamu bener2 yakin gak akan ketemu yuji lagi, ini closure yang kamu mau.
Besoknya, sepulang kantor. Kamu lagi-lagi menemukan lelaki berambut pink di lobby kantormu, “lipstick lo ketinggalan di mobil gue,” dia bilang.
Itu benar lipstick kamu, mungkin jatoh dari tas kamu. Masalahnya cuman satu, kemarin kamu gak bilang kantor kamu dimana, kalaupun dia tau, kantor kamu ada di tiga gedung berbeda, kok dia bisa tau kamu ada di gedung ini?