Kesan yang kutangkap: Prabowo males ketemu realita. Di luar negeri dia presiden, disambut arak-arakan, fine dining, pasukan berkuda. Serba "bangsawan", serba elegan.
Di dalam negeri? Dia "cuma" politisi yang harus bergelut sama lumpur politik, keluhan rakyat, dan kemiskinan yang nggak bisa disembunyiin di balik seragam militer. Wajar dong klo dia lebih suka "kerja keras" di luar negeri.
Tapi pertanyaannya, dulu nyapres buat apa, kalau realita negeri sendiri aja nggak mau dia hadapin?
Beneran deh ini orang tak tahu bagaimana caranya menjadi presiden. Wibawa tak punya. Kebijakan tak punya. Empati tak punya. Kinerja pun tak jelas. Legacy ini orang cuma MBG dan bagi-bagi jatah. Legacy jelek. Rakus.
Kadang suka mikir, pas ngeliat orang-orang jam 8-9 pagi masih jogging di jalanan, pas weekday. Suka mikir, mereka kerja apa ya sampai bisa begitu santai menikmati hidup? Aku kapan ya bisa begitu?
@Heraloebss Waktu smp pernah ngalamin ini juga. Ga sampe disiksa sih. Tapi disuruh berdiri di pojok depan kelas karna senyum2. Padahal itu karna liat tutup pulpen temen yg tiba2 loncat wkwkwkw yaaa akhirnya "maklumin" aja si ibu guru bete, doi lagi hamil waktu itu. Mungkin lagi sensitif
Yth. Pimpinan Parpol dan para anggota DPR.
Putusan MK adalah tafsir resmi konstitusi yang setingkat UU. Berpolitik dan bersiasat utk mendapat bagian dalam kekuasaan itu boleh dan itu memang bagian dari tujuan kita membangun negara merdeka.
Tetapi ada prinsip demokrasi dan konstitusi yang mengatur permainan politik. Adalah sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia jika melalui demokrasi prosedural (konspirasi dgn menang-menangan jumlah kekuatan hanya dengan koalisi taktis) siapa pun
merebut kue-kue kekuasaan dengan melanggar konstitusi.
Silahkan ambil dan bagi-bagi kue kekuasaan. Sesuai konstitusi Anda berhak melakukan dan mendapat itu. Tetapi tetaplah dalam koridor konstitusi agar Indonesia selamat. Berbuatlah tapi "Jangan pernah lelah mencintai Indonesia".