*Lagi antri di Family Mart*
👨🏻💼: nomor 39?
Gw: mas pesenan saya nomor 37 sudah?
👨🏻💼: oh sebentar kak
*2 menit kemudian*
👨🏻💼: nomor 40?
Gw: mass saya nomor 37 sudah?
👨🏻💼: kakaknya pesen online ya?
Gw: iya
👨🏻���: oh kalo online saya hold dulu pesenannya nunggu orangnya datang
LAH??? Ngapain dibuat online kalo gitu…
Sudah mulai nekat, besok-besok bisa anarkis.
Gimana gak ngamuk, kerugian mereka besar dan tidak menyangka akan seperti ini..
Buzzer-buzzer MBG kalian dalam incaran pemilik SPPG 🤣
Perkelahian antara oknum anggota TNI dan warga terjadi di Lampung Utara hingga menyebabkan 8 orang mengalami luka-luka. Insiden disebut bermula dari teguran terkait suara knalpot motor yang nyaring dan berujung keributan.
Pak @prabowo
Sesuai dgn pidato anda untuk merekam tindakan aph arogan dan kasar.
Ini ada pemuda yg dianiaya polisi dan dipaksa mengakui perbuatan yg tak dilakukannya.
Sang polisi itu juga seorang pebisnis solar bersubsidi.
@ListyoSigitP@DivHumas_Polri
Jakarta keras bos!
gw punya temen sesama IT Security Analyst, posisi dia udh jadi team leader, gaji jelas 2 digit benefit jg oke, di kantor kerja dia bagus, bos seneng, bawahan rispek.
tapi setiap hari sepulang kerja, dia lanjut ngojol sampe jam 2 malem, katanya buat nambah-nambah. sebagai sandwich generation dia mau semuanya terpenuhi.
menurut kalian yg dia lakuin too much ga? apalagi gajinya udh 2 digit.
Prabowo Diujung Tanduk Kemarahan Rakyat.
Negara hanya 40.000 pejabat, 600 RB tentara di dipikiran prabowoo.
seorang diplomat senior dikerdilkan karena "cuma 3 bulan jadi Wamen".
Kalau besok Warren Buffett kritik ekonomi Indonesia, jangan-jangan dijawab :
"Bapak belum pernah jadi lurah". 😅
Padahal Pak Dino Patti Djalal menyampaikan kritik dengan cukup sopan.
Tidak menyerang pribadi. Tidak menyindir keluarga. Tidak mengolok jabatan. Yang dipertanyakan adalah kebijakan dan prioritas.
Sementara yang mengingatkan soal 3 bulan itu justru tidak pernah puluhan tahun menjadi diplomat. 😅
Inilah lima prajurit TNI AL yang menganiaya seorang GURU di Melonguane, Talaud.
Padahal tanpa GURU kalian berlima gak mungkin akan menjadi seorang prajurit TNI !
Nasib tragis menimpa satu keluarga di Solok Selatan, Sumbar (31/5/2026). Gara-gara berani melaporkan kasus pemerkosaan anaknya ke polres beberapa bulan lalu, rumah mereka malah dikepung 15 orang dan diserang secara brutal.
Di dalam rumah cuma ada ibu (ER), suami, dan bayinya yang masih berumur 2,5 tahun!
Mirisnya, pelaku pemerkosaan yang harusnya mendekam di penjara tapi gak ditangkap-tangkap polisi, malah ikutan datang mengepung dan menyerang korban!
Padahal keluarga korban baru aja berani pulang setelah berbulan-bulan kabur, murni cuma mau mengadakan acara akikah anaknya.
Pelaku pemerkosaan bebas berkeliaran dan malahan balik mempersekusi korbannya tanpa takut hukum.
Tolong pak Kapolri, atensi kasus di Solok Selatan ini!
Bantu sebarluaskan video/berita ini gaes agar pelaku cepat diciduk!
SUMPAH, gue beneran JIJIK banget sama HRD yang merasa diri lo pada itu TUHAN di kantor, pen gua ludahin asli. padahal kita sesama nyari duit tapi jahatnya melebihi iblis anjir yap! sekelas RS Siloam aja izin sakit 8 hari ga di acc apalagi pake puskesmas gratis
cr tt: car01in4a
Di tengah gemuruh ruangan, suara tegas Ibu Anik menggema jernih: “Saya usaha sendiri… modal sendiri… tanpa campur tangan pemerintah.
Tapi begitu berhasil… tiba-tiba mereka datang minta pajak.” Ia bukan sekadar bicara.
Ia mewakili jutaan pengusaha yang membangun dari nol dengan keringat dan tekad. Kisah sukses yang dibayar mahal dengan “pajak mendadak”.
Apakah ini bentuk keadilan yang seharusnya?
#KisahPengusahaSejati
WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI
Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.Kronologi Penjebakan: Modus Informasi NarkobaAksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi.
Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal.
Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi.
Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut
🚨 GUYS PLISS KAWAL, JURNALIS INI DAPAT SEBUAH ANCAMAN AKAN DI SIRAM AIR KERAS 🚨
Seorang jurnalis Mongabay Indonesia di Kalimantan Tengah bernama Budi Baskoro (BB) mendapat ancaman disiram air keras melalui pesan WhatsApp setelah mengunggah ajakan nobar (nonton bareng) film dokumenter “Pesta Babi”🧵