If you’re new to remote work with no technical skills, here are legit websites that can hire you without interviews:
PS: They’re perfect for students, stay-at-home parents, and anyone looking to earn extra income online.
Bookmark for when you’ll need it.
Jawabannya ada dua lapis. Dan keduanya saling mengunci.
Lapis pertama: sistem pendidikan spesialis di Indonesia berbeda sendiri dari hampir seluruh dunia. Dan perbedaan itu yang bikin jalannya sangat mahal.
Di luar negeri, dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis statusnya adalah pekerja. Mereka bekerja di rumah sakit, dan mereka digaji.
Di Indonesia? Statusnya mahasiswa. Dan mereka bayar uang kuliah ratusan juta.
Menkes sendiri yang bilang ini di rapat DPR April 2025, dengan nada heran: hampir tidak ada negara lain di dunia yang menerapkan model seperti ini.
S1 Kedokteran: 4 tahun. Koas: 2 tahun.
Internship wajib: 1 tahun. PPDS (pendidikan spesialis): 4 sampai 5 tahun.
Total: 10 sampai 12 tahun setelah lulus SMA. Kalau mulus.
Biayanya?
Menurut data OCBC Oktober 2024, biaya PPDS spesialis bedah di UI untuk kelas reguler saja mencapai sekitar Rp 192,5 juta untuk seluruh studi. Di universitas swasta bisa jauh lebih tinggi, antara Rp 150 juta sampai Rp 500 juta per tahun tergantung institusi dan spesialisasinya.
Belum S1 dan koas sebelumnya. Belum biaya hidup bertahun-tahun tanpa penghasilan layak. Total perjalanan jadi dokter spesialis bisa tembus hampir 1 miliar bahkan lebih.
Dan selama PPDS itu, lo kerja keras di rumah sakit. Tangani pasien beneran. Jaga malam. Jam kerja panjang. Tapi karena statusnya mahasiswa, bukan pekerja, lo tidak punya hak atas gaji. Dulu banyak yang tidak dibayar sama sekali.
Sementara di Inggris, residen digaji sejak hari pertama. Di Amerika juga. Di hampir semua negara maju juga.
Hanya di Indonesia modelnya terbalik: lo yang bayar untuk bekerja.
Jadi siapa yang bisa masuk sistem ini?
Bukan yang paling pintar. Tapi yang paling mampu secara finansial.
Yang punya cukup uang untuk bayar S1, koas, internship, lalu PPDS selama bertahun-tahun tanpa penghasilan layak.
Orang miskin yang cerdas secara akademis? Tersaring keluar jauh sebelum sampai ke pintu PPDS.
Darah tinggi tuh bukan awalnya gara-gara kebanyakan garam atau faktor umur doang…
Sebenernya lebih sering mulai dari peradangan di tubuh, resistensi insulin, sama kadar nitric oxide yang rendah.
Nah, ini 10 cara buat nurunin tekanan darah secara alami:
Ucapan dokter forensik yang kerjanya mengautopsi mayat itu akan selalu membuatku merinding.
“Saya tau kalau pembunuhnya tau apa yang dia lakukan (jadi mayatnya tuh cuma ada satu luka) dia mengerti bagian tertentu yang bisa langsung membunuh manusia. One cut one kill.”
1. Lone Survivor (2013)
2. American Sniper (2014)
3. Shooter (2007)
4. Enemy at the Gates (2001)
5. War Machine (2026)
6. Jarhead: Law of Return (2019)
7. Jarhead 2: Field of Fire (2014)
8. Jarhead 3: The Siege (2016)
9. Sniper (1993)
10. Sniper 2 (2002)
Barusan ketemu sejawat, beliau cerita ada pasiennya udah berobat ke Penang sampe tabungan habis bis bis.
Akhirnya lanjut berobat di Indonesia pake BPJS.
Kok cerita cerita gini ga tersiar?
Ya soalnya bukan medis Indonesia yg dijelek jelekin wkwkwkwkwkwkwkwk.
“Umur ga ada yang tau.”
Baru aja dapet pasien DOA (Death On Arrival)
Sebelumnya masih sempet ketawa, makan di mall bareng sahabatnya. Tiba-tiba ngeluh sakit kepala hebat + mual.
Dianter pulang. Sempat mampir ke WC SPBU karena gak kuat mau muntah… tapi gak balik-balik.
Pas dicek… sudah gak sadar.
Sampai rumah sakit, semuanya sudah terlambat.
Kadang hidup berubah bukan dalam hitungan hari… tapi menit.. bahkan detik ..
Jadi kalau hari ini masih dikasih waktu jangan pelit bilang sayang,
jangan nunda minta maaf,
dan jangan anggap sehat itu pasti.
Karena yang kita kira “nanti”…
belum tentu datang.
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Sejak era Soeharto, baru kali ini Indonesia berada pada posisi paling tolol di kancah dunia. Bener2 goblok kayak ga tau mau ngapain. Semua gara2 si gendut nunjuk orang gagu jd menlu. Goblok kabeh!
KENAPA SEKS PENTING UNTUK SUAMI?
Coba bayangin ya.... Pria memproduksi 100 juta sperma per hari. Tubuh menyiapkan " Muatan" tapi tidak ada pelepasan, hasilnya tubuh terasa tegang.
Studi menunjukkan penumpukan ketegangan seksual meningkatkan hormon cortisol, cortisol tinggi bikin kepala berat, suasana hati cepat turun dan tubuh gampang lelah.
Banyak suami menjadi mudah tersinggung ketika sudah terlalu lama menahan. Ini bukan karna manja tapi karna sistim limbit otak sulit menenangkan diri saat dorongan seksual tidak disalurkan.
Ketegangan seksual yang dibiarkan terlalu lama juga mempengaruhi tidur. Banyak suami jadi sulit rileks sebelum tidur, pikiran tidak tenang, tubuh tidak mau masuk mode istrahat.
Hubungan negara ikut kena imbasnya
Pemimpin jadi kurang sabar, cepat tersulit, dan komunikasi terasa berat, semua berakar dari tekanan seksual yang terus menumpuk.
Rakyat sering salah paham dan mengira pemimpin berubah sikap. Padahal pemimpin sedang berjuang mengendalikan energi biologis yang memang butuh disalurkan secara sehat, mungkin itulah fungsi Buna🙃🙏
Baca komen di MV Sal Priadi
“Untuk seluruh anak,
jika bapakmu gak judi online, gak merokok, gak gila perempuan, gak malas, tapi masih kurang waktu dan uang, percayalah dia sebenarnya sudah berjuang. Hanya nasib dan takdirnya saja yang belum seberuntung itu untuk membahagiakanmu sebagai anaknya dengan uang dan waktu.” 🥹