@BobotohMalaysia Pertama lain lokal, nu kadua mantes, mun nu ges pindah mah te mantes ker mah potongan na butut jiga nu te wawuuh barber nu alus di bandung wae, ka 3 ngadon ngomek buuk pas maen alias ngaragokan
Banyak yang berfikir kalau setelah pengumuman S&P akan langsung mentrigger inflow asing, padahal sepengalaman gua di pasar uler, biasanya ada urutannya:
1. Pergerakan rupiah setidaknya stabil dalam kurun waktu tertentu.
2. Tunggu ada perpindahan flow asing dari bonds/RSBI ke equity perlahan.
3. Perlahan masuk dengan konsisten setelah melihat pasar cukup stabil.
Perlu kalian ketahui:
1. Asing insti besar tidak akan masuk di bottom, mereka akan masuk ketika hampir semua faktor terlihat stabil.
2. Asing flow kalau itu isinya cuma AK BK, ya ga valid, apa lagi AK BK hari ini inflow, besok outflow.
apa yang jadi patokan saat ini?
LIKUIDITAS, jika perlahan stabil di atas 15T selama seminggu - dua minggu kedepan, maka ini signal bagus.
Mau menulis dikit ttg grup saham / kelas saham berbayar ( bakal membosankan krn tulisan bakal panjang)
Saya pribadi pernah ikut kelas saham dgn biaya Rp. 500.000 sekali pertemuan (08.00 - 14.00) di tahun 2019 & saya ikut kelas berikut nya dgn biaya yg sama tapi tingkat advance ( isi nya baca susunan bid offer dan analisa saham saham ajaib)- hasilnya ya minimal bisa analisa mandiri di teknikal biarpun "garis garis doang"
Sampai hari ini pun saya masih di grup dgn orang yg ajarin saya teknikal
Basic saya adlh fundamental, & diawal ikut byk grup saham di telegram - saya sangat menolak analisa teknikal - dari yang menolak akhirnya saya penasaran & cari jalan utk mempelajari nya
Menurut kenyakinan saya :
"Kebanyakan grup atau kelas VVIP saham (yang berbayar) tidak layak diikuti ".
Bahkan sering kali lebih berisiko daripada manfaatnya. Saya jelaskan alasannya secara jujur berdasarkan apa yg saya lihat di pasar saham Indonesia.
Kenapa tidak layak?
1. Banyak yang berujung penipuan atau skema merugikan
OJK (melalui Satgas Waspada Investasi) sudah berkali-kali mengingatkan soal grup investasi di Telegram, WhatsApp, atau Instagram yang menjanjikan sinyal saham, “cuan harian”, atau “info VVIP” ( tapi saya nggak minat bahas aturan dan larangan OJK)
Modusnya biasanya:
*Masuk grup berbayar (ratusan ribu sampai jutaan rupiah).
*Dikasih rekomendasi saham yang "pasti naik".
*Ternyata pump-and-dump (harga dinaikkan dulu, admin jual duluan, member rugi).
Atau lebih parah: minta “titip dana” untuk dikelola trader mereka.
2. Bahkan influencer besar dgn jutaan follower dan komunitas Vvip, ada yg bermasalah & baru saja didenda OJK karena terbukti memanipulasi saham lewat penyebaran info di media sosial dan rekening nominee. Ini bukti bahwa “nama besar” sekalipun belum tentu aman.
3.Janji cuan tinggi = red flag klasik
Pertanyaan nya :
Kalau ada orang yang benar-benar punya “rahasia cuan” yang konsisten, kenapa mereka jual ke publik dengan harga murah? Trader profesional sungguhan biasanya tidak butuh jualan grup. Yang dijual ke member VVIP biasanya hanya noise market atau timing yang sudah telat.
4.Biaya vs hasil
Bayar mahal tiap bulan/tahun, tapi performa saham yang direkomendasikan sering kalah jauh dibanding indeks IHSG / saham blue chip yang kamu pilih sendiri. Banyak testimoni yg bilang "awalnya cuan kecil, kemudian zonk besar" .
Kapan kelas ( jarang sekali) bisa layak?
Hanya kalau:
*Grupnya *benar-benar fokus edukasi* (bukan sinyal harian).
*Adminnya transparan (share portofolio real-time, track record diaudit, tidak janji profit).
*Harganya masuk akal dan kamu pakai hanya sebagai suplemen, bukan andalan utama.
Grup semacam ini wajar saja kita apresiasi karena mereka sudah sharing dan bisa buka jalan kita u belajar lebih jauh kalau bingung di awal dan "Selanjutnya Bisa Belajar mandiri dan ANALISA MANDIRI"
Webinar & riset sekuritas → Banyak broker kasih analisis dan kelas gratis tiap minggu.
Sumber resmi : Edukasi OJK, BEI, dan buku-buku dasar saham (banyak yang gratis PDF-nya).
Komunitas gratis berkualitas - Ada beberapa grup Telegram/Forum yang fokus diskusi fundamental & teknikal tanpa bayar (cari yang anggotanya aktif sharing chart & laporan keuangan, bukan sinyal).
Kesimpulan saya: saham itu soal kemampuan analisis sendiri (DYOR — Do Your Own Research)
Uang yg kamu pakai buat bayar kelas VVVVVVIP kalau tujuan nya utk cari sinyal sinyal ajaib, cari SP, cari ayam jantan bertelur emas, cari cawan ajaib dan setelah nya tetap tidak bisa analisa mandiri lebih baik dipakai tambah modal investasi atau beli buku/kursus edukasi yang kredibel.
Tapi kalau niat nya bayar mahal mahal cuma mau cari cawan ajaib, jin lampu, saran saya duit nya di pakai untuk cari dokter yg bagus dan periksa otak anda
Investasi yang aman itu yang kamu pahami, bukan yang dijanjikan orang lain.
STAY SAFE dan CUAN YANG BERKELANJUTAN!
Menulis & analisa saham
Bagi gw thesis investing terbaik itu adalah thesis yang ditulis.
Gw sering banget nyaranin orang buat nulis.
Pertama pasti susah,karena kita harus bisa “mengartikulasikan” isi kepala yang sifatnya abstrak.
..
Cerita dari guru nya AS.
Disclaimer: Dua hari setelah saya upload video di Tiktok, saya dihubungi oleh Mr.X, yang mengaku pernah jadi guru sekaligus rekan dari AS.
Tentu, saya tidak langsung percaya. Maka dari itu, saya minta bukti. Saya taruh dulu bukti nya sebelum ke cerita.
Awal minggu ini pasar disambut dengan baik. Minggu lalu saya ngeliat kondisi market sudah mulai membaik. Saat ini banyak saham yang setupnya menarik, secara risk reward juga bagus buat entry.