Dear @UNICEF,
Indonesian children should never be used to advance any political agenda or government campaign. Indonesia's Child Protection Law emphasizes that every child has the right to be protected from exploitation, violence, discrimination, and any activity that may jeopardize their best interests. Involving elementary school children in public rallies, asking them to carry campaign-style signs or chant political slogans raises serious concerns about whether their rights are being respected.
Children can’t meaningfully consent to political participation. Schools should remain safe spaces for learning—not places where students are mobilized to endorse government policies.
We urge independent monitoring to ensure that children's rights are fully protected and that no child is used as a tool for political messaging.
Aamiin ya Allah tolong berikanlah aku pekerjaan yang terbaik menurut-Mu. Preferably hybrid, with a double-digit salary, good people, a positive environment, and work that brings barakah into my life.
A job that doesn’t make me feel anxious every night, wondering what I’ll have to face tomorrow. A workplace where I can grow, learn, and do my best without constantly living in fear.
Dikelilingin orang yang baik, atasan yang ok, senior yang ok & opportunities that bring peace, growth, and happiness into my life. Aamiin ya Rabbal ’Alamin
"ada orang pinter bilang, ada yg lebih genting dari perut lapar" dan tanggapan dia, "saya kira gak ada yg lebih genting dari perut lapar" WALLAHI WE'RE FINISHED, FIX MBG GAK AKAN DI STOP YA GUYSSS 🙂
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
BOIKOT UGM?!!!
Sore ini liat penerjunan KKN UGM di Grha Sabha Pramana lewat Instagram. Ribuan mahasiswa akhirnya resmi dilepas buat pengabdian ke masyarakat.
Hal ini juga nunjukin kalau UGM beneran jalanin pengabdiannya. Kemarin pas diajak terbang ke Papua sama pak menteri, kami nolak karena menurut kami buat apa jalan bareng perusak ekosistem. Buktinya hari ini tetep ada ratusan mahasiswa UGM yang berangkat KKN ke Papua murni buat masyarakat.
Buat gue pribadi, hari ini cukup menyedihkan. Gue udah nyiapin KKN ini dari September 2025. Prosesnya panjang; mulai dari nyari tim, ditolak, ada temen yang mundur, bikin konsep, latihan presentasi, sampai sempet gagal. Pas akhirnya dapet lokasi di Maluku dan mulai nyusun proker, rasanya seneng banget akan belajar 50 hari di sana.
Harusnya hari ini gue ikut berangkat. Tapi ternyata kondisinya belum memungkinkan gue buat jalan bareng temen-temen ke Maluku. Ya mau gimana, emang belum rejeki.
Buat 30 temen tim gue, hati-hati di jalan ya. Semoga perjalanan ke Maluku lancar dan aman. Titip salam buat warga Maluku Tengah di sana. Nanti kalau ada waktu yang pas, gue pasti bakal main ke sana.
Gue bangga punya rekan kerja dan diskusi dengan kawan NB ‘26.
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀
Setelah Prabs dilantik pada 21 Okt 2024, rupiah saat itu di angka Rp. 15,490.
Kalo misal saat ini rupiah di angka 14,900 ya kita juga harus fair apresiasi effort Prabs dan tim.
Lah ini jebol 18,100 trus menguat dikit 17,937 udah minta disembah aja. The bar is fucking low brahhh
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
gue klarifikasi gini bukan buat diri sendiri sih, tapi biar masyarakat melek inituh namanya kegagalan sistem tot ngentot. KENAPA LU PADA DENIAL BANGET SIH KALO BIAYA HIDUP INDONESIA TUH GAK SEBANDING SAMA PENDAPATAN??? LU BAYANGIN AJA UMR TERTINGGI 6JT, HARGA RUMAH STANDART 50OJT