sepeninggalmu
: joko pinurbo
di hadapan kopi
dan kaleng khong guan
di atas meja
puisi—puisi itu tercecer
berserakan
tidak ada lagi
bulan tercebur
hangatkan merah
pada bibirku yang resah
sajak legam
sesak kelolodan
kehabisan kata
kulepas kau dari sini
selamat beribadah puisi
Jogja selalu berat dan kusut, Pak Jokpin-lah yang membuatnya menjadi romantis dan sangat sentimentil.
Sugeng tindak, Pak Joko Pinurbo. Swargi langgeng.
Turut berduka cita atas wafatnya:
*Bp.Philipus Joko Pinurbo*
Sabtu, 27 April 2024, Pk 04.30.
Stlh menerima sakramen minyak suci dr R. Kendar bbrp hari lalu.
Mohon doa untuk kedamaian dan kebahagiaan kekal Bapak @jokopinurbo bersama Bapa di sorga.
🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Suka tidak suka, ilmu dari mbahnya Bambang Pacul ini jelas efektif: “Jangan melawan orang/sesuatu yang baik atau dianggap baik, dan jangan melawan wanita cantik.”